POJOKSATU.id - Mahasiswa mana pun pasti pernah dibuat bingung saat dosen meminta rujukan dari jurnal ilmiah.

Nah, biar nggak asal comot sumber dari internet, penting banget tahu cara mencari jurnal ilmiah yang kredibel.

Mengutip buku Sukses Terbit Artikel Jurnal bagi Penulis Pemula (2023) karya Dedi dan Vidia, menurut Marusic, jurnal ilmiah adalah laporan hasil penelitian yang didukung data kuat sebagai bukti bahwa penelitian tersebut bisa dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Australia Buka ASEAN Research Collaboration Project 2026, Hibah Penelitian Internasional untuk Dosen dan Peneliti Muda

Artinya, setiap mahasiswa perlu tahu tempat mencari jurnal yang bisa dipercaya. Berikut panduan lengkapnya, dirangkum dari beberapa sumber dan buku panduan publikasi ilmiah.

1. Garuda (Garba Rujukan Digital)
Garuda dikelola oleh Kemendikbudristek RI dan mengindeks ribuan jurnal ilmiah dari berbagai institusi Indonesia.
Akses di https://garuda.kemdikbud.go.id/

Cukup ketikkan kata kunci atau nama penulis di kolom pencarian, lalu gunakan filter berdasarkan subjek atau tahun terbit.

Baca Juga: Rubicon Jadi Mobil Langganan Korupsi? Dari Kemenkeu hingga Pejabat Daerah

2. SINTA (Science and Technology Index)
SINTA menampilkan daftar jurnal Indonesia berdasarkan peringkat akreditasi (S1–S6).
Akses di https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/

Masuk ke menu “Sources” → “Journals” → cari berdasarkan nama atau bidang ilmu.

3. Neliti
Repositori ilmiah ini menampung ribuan jurnal, buku, dan laporan penelitian dari universitas di Indonesia.
Akses di https://www.neliti.com/id/

Masukkan kata kunci topik penelitian, lalu filter hasil pencarian agar hanya menampilkan jurnal.

Baca Juga: Bukti atau Drama? Roy Suryo Tantang Polisi Buka Ijazah Jokowi di Depan Publik

4. Google Scholar
Siapa sih yang belum kenal platform ini? Google Scholar bisa jadi pintu pertama buat mahasiswa mencari sumber ilmiah.

Ketik topik penelitian di https://scholar.google.com/, lalu filter hasil berdasarkan tahun atau penulis.

5. Scopus dan Web of Science (WoS)
Keduanya merupakan database internasional bergengsi. Bedanya, akses Scopus dan WoS biasanya hanya tersedia melalui langganan kampus.

Scopus dikelola Elsevier, sementara WoS oleh Clarivate Analytics—keduanya cocok untuk riset berskala global.

Baca Juga: Lebih Kaya dari Bupati? Temuan Rubicon dan BMW di Rumah Dirut RSUD Bikin Publik Terbelalak Saat OTT

6. ScienceDirect
Platform ini juga milik Elsevier dan menyediakan akses teks lengkap ke jutaan artikel ilmiah dunia.
Cari di https://www.sciencedirect.com/.

Gunakan filter berdasarkan tahun, tipe artikel, atau topik.

7. DOAJ (Directory of Open Access Journals)
Kalau mau cari jurnal open access (gratis), DOAJ adalah pilihan terbaik.
Akses di https://www.doaj.org/

Ketik topik penelitian dan pilih opsi “Articles” untuk hasil paling relevan.

Baca Juga: Imperial College London Buka Program Fellowship 2026, Cek Syarat dan Cakupannya

8. Syntax Idea
Publisher ilmiah asal Indonesia yang menyediakan berbagai jurnal open access dari bidang pendidikan, sosial, hingga sains.
Akses di https://jurnal.syntax-idea.co.id/

Pilih menu “Archives” untuk menjelajah edisi jurnal yang tersedia.

9. BASE (Bielefeld Academic Search Engine)
Mesin pencari akademik terbesar di dunia dengan lebih dari 60% kontennya open access.
Kunjungi https://www.base-search.net/

Baca Juga: Apa Itu TPG? Panduan Lengkap Tunjangan Profesi Guru yang Wajib Dipahami

Gunakan fitur “Advanced Search” untuk pencarian spesifik berdasarkan penulis atau tahun.

10. OneSearch Perpusnas
Portal pencarian nasional yang mengintegrasikan ribuan koleksi digital dari perpustakaan di seluruh Indonesia.
Akses di https://onesearch.id/

Masukkan topik penelitian, lalu pilih format “Artikel Jurnal” pada panel filter.

11. Oxford Academic
Portal resmi Oxford University Press yang menyediakan jurnal dari berbagai disiplin ilmu.

Baca Juga: Mau Kuliah Pascasarjana ke China? Yuk Ikut USTC Winter Camp 2026, Gratis dan Banyak Fasilitas!

Banyak juga yang bisa diakses gratis lewat fitur “Open Access”.

12. Academia.edu dan ResearchGate
Keduanya berfungsi seperti media sosial akademik. Mahasiswa bisa mengikuti peneliti, mengunduh makalah, atau bahkan meminta full-text langsung ke penulisnya.

13. Publish or Perish
Software gratis yang bisa kamu unduh di situs Harzing. Cocok untuk menganalisis data sitasi dari Google Scholar dan Crossref.

Nah, sekarang kamu sudah tahu cara mencari jurnal ilmiah yang kredibel untuk tugas, paper, atau skripsi.

Baca Juga: Puluhan Jabatan Sipil Terancam Kosong? Putusan MK Soal Polisi Tidak Boleh Menjabat Bikin Pemerintah Kelabakan

Jangan cuma asal ambil dari blog ya, karena kredibilitas sumber sangat menentukan nilai akademikmu.

Dengan membiasakan diri memakai jurnal bereputasi, kamu sedang melatih diri menjadi peneliti yang andal dan bertanggung jawab.***