POJOKSATU.id — Artificial Intelligence (AI) seperti ChatGPT kini ramai dipakai mahasiswa dan dosen. Jika digunakan dengan bijak, AI generatif efektif bantu susun tugas dan riset.
Agar tak disalahgunakan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) merilis panduan etika penggunaan GenAI untuk seluruh sivitas kampus.
Panduan ini berlaku bagi seluruh sivitas akademika, termasuk mahasiswa dan dosen.
Empat Pilar Etika Penggunaan GenAI di Kampus
Etika penggunaan GenAI di dunia pendidikan tinggi mencakup empat pilar utama. Antara lain:
1. Integritas Akademik
2. Keamanan dan Keselamatan
3. Kesetaraan dan Transparansi
4. Dampak terhadap Lingkungan
Baca Juga: TPG Triwulan 3 Cair Bulan September! Ini Daftar Guru yang Tidak Berhak Lagi Menerima Pencairan!
Fokus utama yang banyak disorot dalam panduan ini adalah aspek integritas akademik, sebagai landasan penting dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi.
Integritas Akademik dan AI: Prinsip Dasarnya
Panduan GenAI mendefinisikan integritas akademik sebagai kejujuran, kepercayaan, keadilan, kehormatan, tanggung jawab, dan keberanian.
AI generatif tidak boleh menggantikan keaslian pemikiran mahasiswa, melainkan hanya menjadi alat bantu.
Kejujuran dalam belajar membangun kepercayaan, keadilan, dan tanggung jawab atas karya sendiri.
Panduan Etika Penggunaan AI oleh Mahasiswa dan Dosen
1. Panduan untuk Mahasiswa
Agar terhindar dari pelanggaran integritas akademik, mahasiswa perlu memperhatikan hal-hal berikut:
Reformulasi mandiri: Tuliskan ulang kerangka dan ide yang diberikan oleh AI dengan gaya bahasa sendiri.
Baca Juga: Kominfo Buka Seleksi Frekuensi 1,4 GHz, Indosat Dukung Pemerataan Internet Nasional
Gunakan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti otak: Jangan bergantung sepenuhnya pada AI dalam menulis tugas akhir atau makalah.
Pertahankan sentuhan manusia: Jangan sepenuhnya mengandalkan aplikasi korektif seperti Grammarly atau Quillbot.
Hindari deteksi AI: Pelajari cara lolos dari alat pendeteksi GenAI seperti Turnitin AI, Copyleaks, GPTZero dengan menulis otentik.
Struktur tulisan yang jelas: Pastikan adanya alur mulai dari pendahuluan, isi, hingga kesimpulan.
Baca Juga: Kebijakan Visa Cascade, WNI Kini Bisa Keliling Eropa Tanpa Perpanjang Visa Berkali-kali
Sitasi yang tepat: Kutip karya ilmiah orang lain secara benar untuk menghindari plagiarisme.
Minimalkan istilah khas AI: Hindari kata-kata atau frase yang sering muncul dalam output AI.
Gunakan AI Detector secara mandiri: Cek dan perbaiki bagian tulisan yang terdeteksi sebagai hasil GenAI.
2. Panduan untuk Dosen
Dalam perannya, dosen diharapkan:
Tanyakan metode penggunaan AI oleh mahasiswa: Termasuk tantangan dan solusi mereka selama menggunakan AI.
Latih mahasiswa menyusun prompt: Agar lebih terarah dan relevan.
Dorong evaluasi kritis terhadap output AI: Mahasiswa harus mampu mengecek fakta, menilai bias, dan mengedit hasilnya.
Bandingkan hasil manual dan AI: Supaya mahasiswa mengenal pola pikir dan gaya tulisannya sendiri.
Baca Juga: OpenAI Luncurkan Study Mode, Fitur ChatGPT untuk Bimbing Pelajar Belajar Mandiri
Jelaskan ekspektasi tugas secara tertulis: Termasuk kapan penggunaan AI dibolehkan.
Wajibkan dokumentasi penggunaan AI: Jika digunakan, mahasiswa harus mencantumkan proses dan atribusinya.
Buka ruang revisi: Agar mahasiswa belajar dari kesalahan dan mengembangkan pemikirannya.
Kreatifkan bentuk penyampaian tugas: Seperti podcast, infografis, hingga website.
Hubungkan materi dengan kehidupan nyata: Meningkatkan relevansi dan motivasi mahasiswa.
Baca Juga: BGN Berikan Gizi Lengkap di Sekolah Rakyat, Mulai Sarapan Hingga Makan Malam untuk Ratusan Siswa
Bangun growth mindset: Dorong mahasiswa menetapkan tujuan dan merefleksikan progresnya sepanjang semester.
Menuju Penggunaan AI yang Cerdas dan Etis di Kampus
Panduan ini diharapkan menjaga nilai akademik dan etika, sambil tetap memanfaatkan potensi besar AI.
AI seharusnya menjadi partner belajar, bukan sekadar shortcut untuk menyelesaikan tugas.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat, mudah dan tanpa iklan bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS melalui link di bawah ini:
Anda juga bisa bergabung dalam saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id melalui link di bawah ini:
Demikian artikel tentang panduan penggunaan AI di kampus oleh Kemendikti Saintek.***



