POJOKSATU.id - Dorongan Presiden Prabowo Subianto agar para guru memasukkan pendidikan lingkungan ke dalam silabus pembelajaran langsung mendapat respons positif dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G).
Organisasi ini menilai ajakan tersebut penting di tengah tantangan perubahan iklim yang makin terasa.
Namun, menurut Kepala Bidang Advokasi Pendidikan P2G Iman Zanatul Haeri, materi soal lingkungan sebenarnya sudah tersisip di sejumlah mata pelajaran.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Animasi yang Cocok Ditonton Liburan Akhir Tahun Bareng Keluarga, Ada Minions!
Ia bilang, kesadaran menjaga alam selama ini memang tidak asing bagi siswa.
“Memang kesadaran lingkungan ini sebagai sebuah materi pembelajaran memang sudah ada ya, tersirat di beberapa mata pelajaran,” kata Iman.
Iman menegaskan, materi itu tetap bisa diperkuat lagi lewat capaian pembelajaran, silabus, hingga kurikulum.
Artinya, kontennya bukan sekadar hadir, tapi benar-benar relevan dengan konteks yang sedang berkembang.
Ia juga membuka opsi penggunaan buku suplemen khusus yang bisa didistribusikan lintas mata pelajaran.
“Bisa jadi silabus untuk menjaga lingkungan ini dijadikan semacam suplemen tambahan gitu ya, dalam arti ada buku materinya yang akan ditambahkan dan ini akan dikembangkan lalu didiversifikasikan ke dalam beberapa mata pelajaran,” ujarnya.
Pemerintah sendiri, lanjut Iman, sudah menyiapkan modul perubahan iklim di Kurikulum Merdeka sejak 2024.
Tetapi ia mengingatkan, modul saja tidak cukup. Guru tetap butuh pedoman pengajaran agar penyampaian materi tidak membingungkan.
“Jadi menurut kami pemerintah tidak hanya bikin modul ya, tetapi lanjut ke soal implementasi oleh guru dan pengajarannya kepada siswa,” jelasnya.
Baca Juga: Disambut Positif, Prabowo Dorong Guru Tambah Materi Lingkungan, Medsos Mulai Ramai Bahas Kurikulum
Upaya Jangka Panjang dan Harapan Prabowo
Sebelumnya Presiden Prabowo meminta seluruh guru di Indonesia menambah konten pendidikan lingkungan dalam silabus masing-masing.
Pesan itu ia sampaikan saat Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Jakarta.
Prabowo menilai perubahan iklim, pemanasan global, dan kerusakan alam kini menjadi tantangan besar dunia.
Presiden berharap pendidikan lingkungan dapat membuat siswa lebih peka dalam menjaga kelestarian hutan, mencegah pembabatan liar, hingga memastikan sungai tetap bersih.
Baca Juga: Stop KONTEN MENYESATKAN, Sebut Purbaya Ingin Gaji Guru Setara DPR, Biasakan Baca Sumber Resmi
“Benar-benar mencegah pembabatan pohon-pohon, perusakan hutan-hutan, benar-benar juga sungai-sungai harus kita jaga agar bersih sehingga dapat menyalurkan air yang bisa tiba-tiba datang. Saudara-saudara, ini nanti usaha bersama kita,” kata Prabowo. ***




