POJOKSATU.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan kesiapan pelayanan dasar untuk mendukung rencana perpindahan aparatur sipil negara (ASN) ke IKN.

Berbagai aspek pelayanan dasar terus dipercepat agar pemindahan ASN dapat berjalan sesuai rencana dan memberi rasa aman bagi ASN beserta keluarganya.

Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa pelayanan dasar merupakan hak konstitusional warga negara yang wajib dipenuhi negara, termasuk bagi ASN yang akan bermukim dan bekerja di IKN.

Baca Juga: Tunjangan Guru Triwulan vs Sistem Bulanan 2025, Mana Lebih Menguntungkan dan Kenapa Keterlambatan Masih Terjadi?

"Pelayanan dasar menjadi kunci agar ASN dapat pindah dan bekerja dengan tenang di IKN," ujar Troy, dikutip Selasa (10/02/2026).

Hingga saat ini, Otorita IKN belum dapat memastikan kapan perpindahan ASN akan dilakukan secara serentak.

Perpindahan masih mengikuti kebutuhan serta keputusan masing-masing instansi pemerintah dan lembaga.

Baca Juga: VIRAL Uang Hilang Rp75 Ribu, 22 Murid Dipaksa Lepas Pakaian! Aksi Guru SD Jember Bikin Emosi!

Meski demikian, infrastruktur hunian bagi ASN sudah disiapkan. Sejumlah tower hunian bahkan telah rampung dan siap ditinggali.

Layanan Kesehatan Jadi Prioritas
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menjelaskan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan empat pelayanan dasar yang wajib disediakan negara, yakni pelayanan kesehatan, pendidikan, jaminan sosial, serta kebebasan beragama dan beribadah.

Seluruh mandat tersebut menjadi fokus kesiapan Otorita IKN, terutama di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Baca Juga: TPG 2025 Belum Cair Meski SKTP Terbit? Ini Akar Masalah Sistem Dapodik dan Solusi Agar Tunjangan Sertifikasi Guru Tidak Tertahan Lagi

Pada sektor kesehatan, Suwito menyebutkan saat ini telah tersedia empat rumah sakit di KIPP.

Tiga di antaranya sudah beroperasi melayani masyarakat, yakni Rumah Sakit Hermina Nusantara, Rumah Sakit Mayapada Nusantara, dan RSUP Kementerian Kesehatan Nusantara.

"Ketersediaan tempat tidur di IKN sudah mencapai dua hingga tiga tempat tidur per 1.000 penduduk, melampaui standar nasional minimal satu tempat tidur per 1.000 penduduk," jelasnya.

Selain layanan kuratif, Otorita IKN juga mendorong upaya preventif melalui pengendalian penyakit, termasuk demam berdarah.

Baca Juga: Sudah Diangkat Jadi ASN, PPPK Paruh Waktu di Lobar Belum Digaji 2 Bulan karena Kontrak Belum Teken

Pengendalian lingkungan, penaburan ikan di embung sebagai predator alami jentik nyamuk, hingga edukasi masyarakat dilakukan untuk menjaga kesehatan ASN dan penduduk IKN.

Dalam upaya pencegahan penyakit, Otorita IKN juga melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dua kali setahun sebagai bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo.

Program ini bertujuan memetakan kondisi kesehatan pegawai agar langkah pencegahan bisa dilakukan sejak dini.

Baca Juga: Mahfud Sindir Penegak Hukum! Jago Tangkap Orang, Tapi Kasusnya Dibiarkan Menggantung

"Hasil CKG menunjukkan lebih dari 30 persen pegawai usia di bawah 30 tahun mengalami hiperglikemia, disertai peningkatan kolesterol dan tekanan darah. Ini menjadi perhatian serius agar ASN menerapkan pola hidup sehat," kata Suwito.

Sekolah dan Ekosistem Pendidikan Disiapkan
Di bidang pendidikan, Otorita IKN menyiapkan operasional sekolah terpadu di KIPP, mulai dari PAUD hingga SMA, yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru.

Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi faktor pendorong ASN, TNI, Polri, serta masyarakat untuk pindah ke IKN bersama keluarga.

Selain sekolah terpadu, sejumlah institusi pendidikan juga akan segera beroperasi.

Baca Juga: Skor Korupsi Anjlok, Mahfud MD Sebut Tangkap-Tangkap Cuma Tampilan, Korupsi Tetap Merajalela!

Di antaranya Sekolah Taruna Nusantara, Sekolah Garuda, sekolah terpadu Kementerian Agama, serta empat sekolah internasional yang telah melakukan groundbreaking, yaitu Nusantara Intercultural School (NIS), Australian Independent School Nusantara (AIS), Sekolah Islam Al-Azhar Summarecon Nusantara, dan Sekolah Bina Bangsa Nusantara.

Otorita IKN juga melakukan pendampingan mutu terhadap 43 sekolah eksisting di wilayah KIPP sebagai bagian dari kesiapan ekosistem pendidikan di IKN.

"Bidang pendidikan di IKN sudah mulai siap untuk mendukung perpindahan Ibu Kota Nusantara," tegas Suwito.

Jaminan Sosial dan Layanan Ibadah
Dari sisi jaminan sosial, layanan BPJS Kesehatan telah tersedia di Rumah Sakit Hermina Nusantara dan Rumah Sakit Mayapada Nusantara.

Baca Juga: Beda Nasib PPPK! Penuh Waktu Dapat Gaji ke-13, Paruh Waktu Masih Abu-abu

Sementara itu, layanan BPJS Ketenagakerjaan untuk kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja juga telah dapat diakses di wilayah KIPP IKN.

Untuk pelayanan peribadatan, Otorita IKN tengah menyiapkan operasional Masjid Negara IKN yang direncanakan mulai beroperasi pada Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi.

Berbagai kegiatan keagamaan telah disiapkan, mulai dari salat tarawih, salat lima waktu, salat Jumat, kultum subuh dan tarawih, pengajian Gen-Z, pengajian ibu-ibu, peringatan Nuzulul Qur'an, hingga pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Negara IKN.

Baca Juga: Beda Nasib PPPK! Penuh Waktu Dapat Gaji ke-13, Paruh Waktu Masih Abu-abu

"Masjid Negara IKN kami siapkan sebagai pusat kegiatan ibadah dan kebersamaan.

Kami mengajak seluruh Sahabat Insan Otorita IKN untuk memeriahkan Ramadan di Masjid Negara IKN, yang juga akan dilengkapi dengan bazar Ramadan dan takjil berbuka puasa," kata Suwito.

Selain Masjid Negara, Otorita IKN juga telah mengoordinasikan pelayanan ibadah di 12 masjid dan 37 musala di wilayah KIPP, baik di kawasan perkantoran, Hunian Pekerja Konstruksi, maupun rumah susun.

Baca Juga: Makin Berkelas, Warna Baru dan Fitur Premium Honda PCX160 Siap Manjakan Pengendara

Pelayanan ibadah bagi umat Kristiani juga telah disiapkan.

Menurut Troy, kesiapan pelayanan peribadatan menjadi bagian penting dalam membangun kenyamanan, ketenangan batin, serta ketahanan mental ASN dalam menjalani proses perpindahan ke IKN. ***