POJOKSATU.id, JAKARTA - Kepala Puslitbang Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan Balitbangdiklat Kementeraian Agama (Kemenag), Arfi Hatim memberikan arahan dalam penutupan orientasi PPPK Kemenag di DKI Jakarta.

Penutupan orientasi PPPK Kemenag dilaksanakan di Kampus Balai Diklat Keagamaan Jakarta, Cakung, Jakarta Timu pada Kamis 4 April 2023.

Arfi Hatim mengingatkan PPPK tentang pentingnya spesifikasi, kompetensi, dan kinerja dalam pengembangan kompetensi dan reformasi birokrasi.

Baca Juga: Pastikan Mudik Aman dan Nyaman, 155.165 Personel Gabungan Diterjunkan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2024

Arfi Hatim mengatakan pengembangan kompetensi dan pengembangan karir bisa dilakukan melalui pelatihan, pendidikan, promosi/mutas,i dan masa kerja.

Menurutnya, semua itu tergantung pada tiga unsur, yaitu: kualifikasi, kompetensi, dan kinerja.

“Kualifikasi terkait dengan latarbelakang pendidikan. Semua peserta orientasi sudah jelas berpendidikan Sarjana dan Pascasarjana,” kata Arfi.

Baca Juga: Permintaan Abang Vadel Badjideh ke Nikita Mirzani : Tolong Terima Lolly, Adik Gua Siap Mundur

Kedua, kompetensi. Kemampuan, baik kuantifikasi dan kualifikasi, terukur sesuai tugas yang diberikan. Pengembangan kompetensi bisa dilakukan secara klasikal ataupun pendidikan jarak jauh.

Ketiga, kinerja. Ini berbeda jauh dengan kerja. Kinerja itu harus memberi dampak, berorientasi pada hasil. Kinerja secara kuantifikasi dan kualifikasi terukur dan tercapai sesuai target.

“Sahabat-sahabat bisa memberi warna di lingkungan kerjanya masing-masing. Karena itu akan menjadi penilaian tersendiri dari pimpinan. Ini semua bagian dari pengabdian bagi negara. Tahapan demi tahapan sudah dilalui hingga saat ini. Ini adalah awal pengabdian kepada negara sebagai pelayan. Berikan yang terbaik,” pesan Arfi.

Baca Juga: Terjaring Razia di Diskotek, ASN Pemkab Langkat Dicopot dari Jabatannya. Polres Binjai: Oknum Positif Narkoba

Dikatakan Arfi, secara emprik semua peserta orientasi sudah berpengalaman dalam bekerja sesuai bidangnya masing-masing. Sebab, mereka sudah lama menjadi bagian keluarga besar Kementerian Agama.

“Orientasi ini bertujuan untuk meneguhkan kembali komitmen peserta sebagai abdi negara atau pelayan masyarakat," ucap Arfi Hatim.

"Pengalaman yang sudah dimiliki menjadi bekal untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi untuk memberikan hal positif bagi organisasi. Aktualisasikan diri untuk memberikan kontribusi bagi Kementerian Agama,” tambahnya.

Arfi Hatim menambahkan undang-undang mengatur bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) terdiri atas PPPK dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Keduanya memiliki status yang sama, sebagai ASN.

“Berdasarkan Undang-undang status sahabat semua adalah sama ASN, baik PPPK maupun PNS. Semoga ke depan sahabat-sahabat juga menjadi atau menduduki jabatan struktural sesuai kapasitasnya. Mari kita sama-sama tunggu Peraturan Pemerintah (PP) nya,” tandas Arfi.

Kepala Balai Diklat Jakarta, Ali Gozi melaporkan bahwa Orientasi PPPK Angkatan XII, XIII dan XIV diikuti 90 peserta. Orientasi berlangsung empat hari, 1 - 4 April 2024.

“Mudah-mudahan kegiatan orientasi ini dapat meningkatkan kompetensi semua peserta agar dapat meningkatkan layanan terbaik bagi masyarakat dan bangsa tercinta. Terimakasih kepada seluruh tim Tim Widyaiswara dan panitia,” tegas Ali Gozi.

Sekadar diketahui, tahun ini Kemenag kembali membuka seleksi PPPK Kemenag 2024. Kemnag mengajukan 151.489 formasi ASN kepada Kemenpan-RB. Jumlah ini terdiri atas 61.708 formasi CPNS dan 89.781 formasi CPPPK.

Usulan formasi PPPK Kemenag 2024 telah disetujui oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

“Dari 151.489 usulan Kementerian Agama, formasi yang sudah kita setujui adalah 110.553. Untuk CPNS-nya 20.772 formasi, sedang PPPK-nya 89.781 formasi,” ucap Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta.

Hal itu disampaikan Azwar Anas saat melakukan pertemuan dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta pada Senin (1/4/2024). Pertemuan ini membahas formasi calon Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diusulkan oleh Kementerian Agama.

“Tahun ini porsinya gede banget. Belum tentu tahun yang akan datang ada porsi yang segede ini. Dalam sejarah enam tahun terakhir, ini yang paling gede,” lanjut Azwar.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik 110.553 formasi calon ASN yang disetujui Menpan-RB. Menurutnya, jumlah formasi tersebut adalah yang terbesar dalam sejarah Kementerian Agama.

“Kita baru mendapatkan formasi yang luar biasa terbesar dalam sejarah, hampir 111.000 formasi ASN,” ungkap Gus Men sapaan akrabnya.

Gus Men mengungkap kebutuhan formasi ASN yang banyak tersebut disebabkan oleh beberapa pertimbangan, di antaranya: banyaknya ASN Kemenag yang memasuki usia pensiun, pemekaran wilayah, serta alih status penegerian sekolah-sekolah yang ada di bawah naungan Kementerian Agama.

“Pegawai kami yang memasuki usia pensiun pada 2024 sampai 2028 itu ada 48.991 ASN. Nah ini tentu menjadi konsen kami terkait usia pensiun pada rentang empat tahun ke depan,” terang Gus Men.

Selain itu, Gus Men menyebutkan kebutuhan terhadap ASN, khususnya PPPK Kemenag 2024 bertambah sebagai dampak dari adanya pemekaran wilsayah di daerah.

“Ada juga pertimbangan terkait pemekaran wilayah mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, sampai kecamatan, dan juga beberapa program alih status penegerian dan madrasah dan sekolah-sekolah lain di bawah Kementerian Agama,” tandas Gus Men. ***