POJOKSATU.id - Ajang kompetisi Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 resmi dimulai. 

Berdasarkan paparan umum sosialisasi, rangkaian kegiatan dibuka dengan Sosialisasi OPSI pada 12 Februari 2026 dan akan berakhir pada babak Final OPSI tanggal 24–30 September 2026.

OPSI merupakan program strategis Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk menjaring dan membina talenta riset peserta didik jenjang SMP/MTs/sederajat hingga SMA/SMK/MA/sederajat.

Mengusung tema “Muda Berinovasi, Indonesia Berprestasi”, OPSI menjadi ruang aktualisasi kemampuan berpikir tingkat tinggi, kreativitas ilmiah, serta kepemimpinan intelektual melalui penelitian yang sistematis dan beretika.

Baca Juga: Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah Lengkap dengan Niat dan Dalilnya

Tujuan OPSI 2026

OPSI dirancang untuk:

  • Mengembangkan kemampuan penelitian dan inovasi melalui pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

  • Mendorong peserta didik mengidentifikasi masalah nyata dan merancang solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

  • Melatih pemodelan, analisis data, serta penalaran berbasis bukti.

  • Menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.

  • Membangun budaya riset di satuan pendidikan.

  • Meningkatkan daya saing global talenta muda Indonesia.

Baca Juga: THR ASN Maros Rp30 Miliar Siap Cair! Ini Daftar Penerima, PPPK Paruh Waktu Termasuk?

Bidang yang Dipertandingkan

Jenjang SMP/MTs/Sederajat

Terdapat tiga bidang lomba:

  1. IPA
    Penelitian tentang gejala alam biologis, fisika, kimia, serta lingkungan biotik dan abiotik melalui metode ilmiah.

  2. IPS
    Penelitian sosial, perilaku manusia, interaksi sosial, budaya, hingga karya kreatif berdampak bagi masyarakat.

  3. IPT (Ilmu Pengetahuan Terapan)
    Pengembangan produk inovatif atau prototipe sebagai solusi atas permasalahan nyata.

Baca Juga: Sidang Gaji Dosen Ditunda, DPR dan Pemerintah Belum Siap! MK Jadwalkan Ulang 26 Februari 2026

Jenjang SMA/SMK/MA/Sederajat

Bidang lomba terdiri dari:

  1. MST (Matematika, Sains, dan Teknologi)
    Matematika, fisika, biologi, kimia, ilmu kesehatan, dan agrokompleks.

  2. ISH (Ilmu Sosial dan Humaniora)
    Sosiologi, komunikasi, antropologi sosial, psikologi, pendidikan, ekonomi, manajemen, seni, budaya, sejarah, bahasa, dan sastra.

  3. FTR (Fisika Terapan dan Rekayasa)
    Robotika, otomasi, energi, elektronika daya, teknologi lingkungan, material fungsional, optik-fotonika, monitoring infrastruktur, dan rekayasa lainnya.

Baca Juga: 8 Waktu Mustajab untuk Doa di Bulan Ramadan, dari Berbuka hingga Lailatul Qadar

Tahapan dan Jadwal Lengkap OPSI 2026

Berikut timeline resmi pelaksanaan OPSI 2026:

  • 12 Februari 2026: Sosialisasi OPSI

  • 6 Februari – 4 Maret 2026: Pendaftaran dan unggah proposal

  • 7–10 Maret 2026: Verifikasi administrasi

  • 26 Maret – 4 April 2026: Penilaian proposal

  • 6 April 2026: Pengumuman hasil review proposal

  • April – Agustus 2026: Pelaksanaan penelitian

  • 31 Agustus 2026: Batas akhir unggah laporan penelitian

  • 13 September 2026: Pengumuman finalis nasional

  • 24–30 September 2026: Final OPSI (luring)

Baca Juga: Disorot Komisi III soal Adies Kadir, Palguna Pasang Badan: MKMK Tak Bisa Diintervensi Siapa Pun

Pada tahap final, peserta akan mengikuti:

  • Pameran hasil penelitian

  • Presentasi dan wawancara dewan juri

  • Research Idea Challenge

Finalis nasional terdiri dari 75 tim jenjang SMP dan 75 tim jenjang SMA.

Baca Juga: Wacana Penghapusan PPPK Paruh Waktu Gunungkidul Disambut Gembira! Guru Minta Konversi Otomatis Tanpa Seleksi Lagi

Ketentuan dan Persyaratan Khusus

Beberapa ketentuan penting OPSI 2026:

  • Peserta merupakan siswa aktif SMP/MTs/sederajat atau SMA/SMK/MA/sederajat.

  • Setiap tim terdiri dari 2 siswa.

  • Setiap satuan pendidikan dibatasi jumlah proposal yang diusulkan.

  • Proposal maksimal 8 halaman (tidak termasuk cover dan lampiran).

  • Wajib melampirkan RAB (Rencana Anggaran Biaya).

  • File proposal dalam format PDF maksimal 5 MB.

  • Tidak diperbolehkan mengunggah file dalam bentuk kompresi (zip/rar).

  • Proposal yang telah diverifikasi tidak dapat diganti atau dipindahkan bidang.

  • Peserta wajib melakukan self assessment kebutuhan klirens etik.

Baca Juga: Jadwal Awal Ramadan Berbeda, Masih Bolehkah Puasa saat Orang Lain Sudah Lebaran? Ini Penjelasan Hukumnya

Pendaftaran dan Link Resmi

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal:

https://daftar-bpti.kemendikdasmen.go.id/

Pengunggahan proposal dilakukan melalui laman:

https://sma.pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id/opsi/

Registrasi dilakukan oleh sekolah dengan memastikan data peserta lengkap dan valid.

Sistem Penilaian dan Penghargaan

Penilaian dilakukan bertahap, mulai dari seleksi proposal, evaluasi laporan akhir, hingga presentasi final nasional.

Kategori penghargaan meliputi:

  • Medali Emas

  • Medali Perak

  • Medali Perunggu

  • Penghargaan Khusus

  • Sertifikat Finalis

Baca Juga: Resmi Teken Kontrak! PPPK Paruh Waktu di Pamekasan Terima Gaji Mulai Rp500 Ribu, Ada yang Tembus Rp2 Juta

OPSI bukan sekadar kompetisi, melainkan proses pembelajaran riset yang sesungguhnya. Dari ide yang lahir di ruang kelas, bisa tumbuh inovasi yang menjawab persoalan nyata.

Karena pada akhirnya, Indonesia berprestasi memang dimulai dari siswa yang berani meneliti, mencoba, dan tak takut gagal. ***