POJOKSATU.id - Seleksi CPNS selalu identik dengan persaingan ketat.
Ribuan pelamar berebut satu kursi, nilai tinggi belum tentu aman, dan kegagalan sering datang bukan karena kurang pintar, tapi salah strategi.
Namun menjelang CPNS 2026, muncul satu fakta menarik yang jarang dibahas.
Baca Juga: Lulusan Baru Full Senyum! CPNS 2026 Disebut Khusus Fresh Gradute oleh Menteri PANRB
Ada daerah yang justru sepi peminat dan nyaris tanpa saingan.
Bagi calon pelamar yang jeli membaca peluang, kondisi ini bisa menjadi jalan pintas menuju status ASN.
Alih-alih menumpuk di instansi pusat atau kota besar, sejumlah Pemda justru menawarkan peluang lebih realistis dengan rasio pelamar yang rendah.
Fenomena ini bukan isapan jempol. Data seleksi CPNS pada periode sebelumnya menunjukkan ketimpangan jumlah pelamar antar daerah.
Ada Pemda yang formasinya tidak terisi optimal karena minim peminat
Sebelum membahas daerah mana saja yang sepi peminat, perlu dipahami bahwa CPNS 2026 memang belum resmi dibuka.
Namun pemerintah pusat telah memberi sinyal kuat bahwa seleksi akan kembali digelar, dengan perhitungan kebutuhan ASN yang lebih selektif.
Baca Juga: Point 100
Pemda dengan Persaingan Rendah, Peluang Lebih Terbuka
Berdasarkan data seleksi CPNS sebelumnya yang dihimpun sejumlah media nasional, beberapa daerah tercatat memiliki rasio pelamar yang jauh lebih rendah dibanding wilayah favorit.
Beberapa di antaranya adalah:
1. Kota Gorontalo
Pada seleksi sebelumnya, jumlah pelamar tercatat hanya sedikit dibanding formasi yang tersedia.
Kondisi ini membuat peluang lolos jauh lebih besar bagi peserta yang mendaftar di wilayah ini.
2. Kabupaten Bangli, Bali
Meski berada di provinsi wisata, Bangli justru minim peminat CPNS.
Baca Juga: Purbaya Pasang Badan! Dukung Ponakan Prabowo Masuk BI: Ya Baguslah!
Faktor lokasi dan persepsi keterbatasan fasilitas disebut menjadi penyebab rendahnya jumlah pelamar.
3. Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Tak sepadat kota besar di Jawa, Purworejo juga pernah mencatat jumlah pelamar yang relatif seimbang dengan formasi, bahkan cenderung sepi.
Kondisi ini memperlihatkan satu pola penting.
Baca Juga: Jasad Pramugari Pesawat ATR 42-500 Tersangkut Pohon Jurang Gunung Bulusaraung, Evakuasi Sulit
Yakni semakin jauh dari kota besar dan pusat ekonomi, persaingan CPNS cenderung menurun.
Bagi pelamar yang siap merantau, ini adalah peluang emas.
Strategi Kolam Sepi Jadi Kunci
Banyak pejuang CPNS masih terjebak pola lama, yaitu mengejar instansi favorit tanpa mempertimbangkan rasio pelamar.
Padahal, strategi memilih lokasi sama pentingnya dengan belajar soal ujian.
Memilih Pemda sepi peminat bukan berarti mengorbankan karier.
ASN di daerah tetap memiliki jenjang karier, kepastian status, dan penghasilan yang jelas.
Bahkan, di beberapa daerah, kebutuhan ASN justru lebih mendesak.
Baca Juga: Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia: dari PTPG hingga PTN Berbadan Hukum Bertaraf Dunia
Pernyataan Resmi BKN soal Formasi CPNS 2026
Kepala BKN, Zudan Arif Fakhrullah, menegaskan bahwa jumlah formasi CPNS sangat bergantung pada usulan dari masing-masing instansi, termasuk pemerintah daerah.
Dikutip dari Radar Madiun, 19 Januari 2026, Zudan Arif Fakhrullah menyatakan:
“Kalau provinsi tidak mengajukan, kabupaten dan kota tidak mengajukan, tentu jumlah formasi akan lebih sedikit. Tapi kalau banyak yang mengajukan, maka peluangnya juga lebih besar,”.
Baca Juga: Mudah dan Gratis! Begini Cara Daftar Perumahan Pekerja Lewat Aplikasi Jamsostek Mobile
Pernyataan ini memperkuat fakta bahwa Pemda yang aktif mengajukan formasi justru berpotensi membuka peluang lebih luas bagi pelamar CPNS 2026.
Catatan Penting untuk Pelamar
Meski data daerah sepi peminat ini menarik, pelamar tetap diwajibkan memantau pengumuman resmi dari BKN dan Kementerian PANRB.
Pemerintah mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya informasi yang belum diverifikasi.
Namun satu hal yang pasti, CPNS bukan hanya soal nilai tinggi, tapi juga strategi cerdas.
Memilih Pemda yang tepat bisa menjadi pembeda antara gagal dan lolos.***




