POJOKSATU.ID - Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 siswa kelas 12 dilaporkan mengalami penurunan signifikan.

Temuan ini menjadi perhatian serius Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).

Mengingat TKA akan menjadi salah satu indikator penting dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Baca Juga: Perpres Tak Kunjung Terbit, Gaji PPPK 2026 Dipastikan Belum Naik, Simak Lengkapnya

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, menegaskan meskipun nilai TKA banyak yang jeblok, proses seleksi SNBP 2026 tetap menjunjung keadilan.

Seluruh potensi dan capaian siswa akan dipertimbangkan secara menyeluruh.

“Jangan sampai terjadi unfairness terhadap peserta SNBP. Semua elemen asesmen siswa akan kami perhatikan dalam proses seleksi,” ujar Eduart, Sabtu, 27 Desember 2025.

Baca Juga: Program Sekolah Rakyat Berlanjut 2026 dengan Anggaran Besar, Lulusan PPG Calon Guru Perlu Mulai Bersiap

Eduart menjelaskan, nilai TKA tidak akan dilihat secara kaku.

Panitia akan melakukan pemetaan dan perumusan rentang nilai untuk menilai validitas TKA dengan nilai rapor yang diunggah peserta.

“Kami punya rumusan untuk melihat rentang nilai seperti apa yang dinilai valid. Termasuk kami juga akan menelusuri penyebab jebloknya nilai TKA itu,” ungkapnya.

Baca Juga: Dari Infrastruktur hingga SDM, Sekolah Rakyat 2026 Butuh Banyak Guru, Lulusan PPG Calon Guru Diuntungkan

Tak hanya itu, SNPMB juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan TKA 2025.

Evaluasi ini mencakup berbagai persoalan teknis, termasuk indikasi kecurangan yang terjadi selama ujian.

“Ada prinsip penting yang harus kami pastikan, yaitu standarisasi yang berlaku sama di seluruh Indonesia, agar proporsi penilaian bisa ditentukan secara adil,” katanya.

Meski TKA menjadi syarat wajib pendaftaran SNBP 2026, panitia hingga kini belum menetapkan besaran bobot nilai TKA dalam menentukan kelulusan calon mahasiswa.

“Yang pasti TKA digunakan sebagai validator, selain nilai rapor yang diunggah peserta. Soal bobotnya, itu masih akan dirumuskan lebih lanjut,” pungkasnya.

Baca Juga: Fakta Gaji PPPK Paruh Waktu Tak Sampai Rp1 Juta, Ternyata Ini Alasannya

Dengan berbagai langkah evaluasi tersebut, SNPMB berharap proses SNBP 2026 tetap memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh siswa.

Tanpa mengabaikan kondisi dan tantangan yang terjadi dalam pelaksanaan TKA 2025.***