POJOKSATU.id, NIDEWI Aruma, mahasiswi Desain Produk Institut Teknologi Bandung (ITB) Angkatan 2021, berhasil mencuri perhatian dengan inovasi yang menggabungkan seni musik dan desain produk.

Aruma menciptakan gitar akustik berbahan karuun, yakni rotan yang diproses menjadi lembaran vinir.

Material ini biasanya digunakan dalam furnitur, namun Aruma berhasil memanfaatkannya sebagai bahan pembuatan gitar yang unik dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Hari Ini Ribuan Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Titiknya Mabes Polri dan Polda se Nasional

Karya ini dipresentasikan dalam sidang tugas akhir pada 20 Agustus 2025. Sebagai musisi aktif yang kerap tampil di panggung, pilihan gitar sebagai objek tugas akhir merupakan cerminan identitas pribadinya sekaligus kontribusi pada dunia musik.

Proses Riset dan Desain

Perjalanan Aruma dalam mengembangkan gitar karuun tidak singkat. Ia menghabiskan waktu selama satu tahun penuh dengan tahap riset yang mendalam.

Pada enam bulan pertama, ia fokus mempelajari berbagai aspek ergonomis dan teknis, seperti gestur bermain gitar, anatomi tangan pemain, ketebalan bahan, serta kenyamanan saat dimainkan.

Setelah fase riset awal, Aruma melibatkan musisi dan sound engineer untuk memvalidasi kualitas akustik yang dihasilkan.

Baca Juga: KUMPULAN SOAL TIK Kelas 7 SMP Semester Ganjil: Dasar Teknologi Komputer

Dari 100 sketsa awal yang ia buat, hanya satu desain yang harus dipilih untuk diwujudkan menjadi prototipe.

Proses pembentukan bodi gitar yang menggunakan material baru ini memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan, dengan tantangan utama pada proses pengerjaan lengkungan yang tidak lazim pada gitar berbahan
kayu.

Keunggulan Material Karuun

Pemilihan karuun sebagai bahan utama bukan tanpa alasan. Material ini membuat gitar lebih ringan, lebih fleksibel, dan memungkinkan desain bodi dengan lengkungan ergonomis yang sulit dicapai oleh kayu konvensional.

Selain itu, karuun memiliki nilai keberlanjutan yang tinggi karena berasal dari rotan, material lokal yang mendukung ekonomi hijau.

Baca Juga: Tahap UKPPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2025 DIMULAI, Ini INFO LENGKAP SEMUA ADA Jadwal, Syarat, Biaya, Linieritas Penguji UKPPPG

Hasil pengujian di laboratorium akustik menunjukkan karakter suara yang dihasilkan gitar karuun cenderung hangat dan mellow.

Tes kualitas suara mencakup analisis sharpness, loudness, hingga roughness yang memperlihatkan potensi gitar ini untuk digunakan pada genre musik folk dan akustik lembut.

Prestasi dan Dampak Karya

Karya inovatif ini mengantarkan Aruma meraih nilai A dan predikat cumlaude pada studinya di ITB.

Ia berhasil memproduksi dua prototipe gitar dengan ukuran asli 1:1, di mana gitar final sudah ia gunakan dalam beberapa penampilan musik.

Meski demikian, Aruma masih mempertimbangkan waktu yang tepat untuk memproduksi gitar ini secara massal.

Baca Juga: KUMPULAN SOAL TIK Kelas 8 SMP Semester Ganjil: Mengenal Fungsi Dasar Microsoft Word dan Excel

Strateginya adalah memulai dari produksi komponen secara bertahap sebelum bersaing dengan merek-merek gitar besar yang telah ada di pasar internasional.

Pesan untuk Mahasiswa dan Rencana ke Depan

Dilansir dari laman ITB, Aruma menekankan pentingnya memanfaatkan media sosial untuk memamerkan karya.

Menurutnya, publikasi karya melalui platform digital dapat membantu mahasiswa atau perancang muda mengetahui apakah karyanya memiliki penerimaan yang baik di masyarakat.

Ke depan, Aruma berencana untuk fokus terlebih dahulu pada karier musiknya selama dua hingga tiga tahun.

Baca Juga: Grab Sampaikan Dukacita atas Affan Kurniawan Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob Saat Demo Ricuh

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Setelah itu, Aruma ingin kembali mendalami desain produk secara profesional dan melanjutkan studi ke jenjang S2 untuk memperluas wawasan serta keterampilannya. ***