POJOKSATU.ID - Pada tanggal 17 Agustus, seluruh rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaan.

Salah satu momen yang paling dinantikan adalah upacara penaikan dan penurunan bendera Merah Putih di Istana Negara.

Momen ini selalu disiarkan langsung melalui berbagai stasiun televisi dan platform media sosial, sehingga dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat.

Tahun ini, salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjadi sorotan publik.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara, Begini Pernyataan dan Respons Pakar Pendidikan

Ia adalah M. Ghalib A.G. dari Lampung, yang saat itu bertugas dalam upacara penurunan bendera.

Ketenangannya saat menjalankan tugas berhasil mencuri perhatian warganet.

Dalam sebuah video yang dibagikan oleh akun Instagram @unininunfold, terlihat M. Ghalib membawa bendera Merah Putih dengan wajah yang sangat santai dan tidak menunjukkan sedikitpun ketegangan.

Ia terlihat begitu fokus dan menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Baca Juga: Total 91 Ribu Guru PAI Ikuti PPG 2025, Tunjangan Profesi Naik Mulai Tahun Depan, Cek Nominalnya

Postingan tersebut langsung dibanjiri berbagai komentar positif dari netizen.

Banyak yang memuji sikap tenang dan profesionalisme M. Ghalib saat menjalankan tugas.

Ketenangan M. Ghalib menjadi contoh bagi generasi muda tentang pentingnya ketenangan dan fokus dalam menjalankan tugas.

Ia berhasil membuktikan bahwa dengan persiapan yang matang dan mental yang kuat, tugas penting dapat diselesaikan dengan baik, bahkan di bawah sorotan banyak mata.

M. Ghalib dari Lampung telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dan berhasil menginspirasi banyak orang.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya dan keluarganya, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia.***

Baca Juga: Tasyakuran HUT RI ke-80 di Ciputat, Deklarasi Kebangsaan Lintas Agama Jadi Pesan Harmoni untuk Indonesia Emas 2045

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala