POJOKSATU.id, JAKARTA—Netizen di laman X melakukan aksi protes usai beberapa guru di Merangin Jambi menyampaikan permohonan maaf ke publik usai video mereka viral melewati jembatan rusak saat menuju sekolah.

Netizen tidak terima kenapa guru-guru yang bertugas di SDN 117 Simpang Limbur ini malah meminta maaf kepada Bupati Merangin dan Gubernur Jambi usai video mereka viral.

Foto saat guru-guru menyeberang melalui jembatan rusak serta permintaan maaf guru-guru ini diunggah oleh pengguna laman X @zanatul_91 atau Iman Zanatul Haeri.

Baca Juga: MenPANRB Tak Setuju Usulan Perpanjangan Batas Usia Pensiun ASN, Bisa Ganggu Sistem Karier

“Guru-guru SD di Jambi viral gara-gara menyeberang jembatan bolong yang berbahaya. Pemerintah dan Pemerintah daerahlah yang harusnya minta maaf karena menghambat guru-guru mengajar dan gagal memberikan fasilitas umum yang memadai, “ tegasnya dilihat Sabtu (24/5).

Dia tidak setuju atau melakukan protes kenapa guru-guru ini harus meminta maaf.

“Ini guru-gurunya yang minta maaf. Indonesia maju,” sindirnya.

Unggahan ini kontan menjadi viral dimana pengguna medsos di laman X tidak setuju guru-guru ini meminta maaf.

“Maafkan Hamba yg hina ini, krn telah membongkar bobroknya Sarana Prasarana umum, yg mana menjadi kewajiban Instansi terkait untuk menyediakan dan merawatnya,” sindir akun @sinyo_ready di postingan ini.

Baca Juga: Syarat Gaji Orangtua Buat Daftar KIP Kuliah 2025, Gabungan Gaji Ayah dan Ibu Maksimal Rp 4 Juta

“Siapa yg nyuruh minta maaf? Kan beliau² nggak salah... Jangan mau minta maaf Bu. Maaf ke netizen? Kami tidak menyalahkan kalian kok Bu,” kata akun @BuAgus17.

“Pemerintah tuh kebiasaan banget kalo ada yang kritik, bukannya berbenah, malah gaslighting orang yang kritiknya. Guru-guru tersebut hanya memvideokan realita yang ada, malah disuruh minta maaf,” kata akun @alanseptyawan.

Sudah ada 220 komentar dalam postingan Iman Zanatul Haeri dan netizen protes kenapa guru-guru tersebut yang harus meminta maaf, bukan sebaliknya Pemkab Merangin atau Pemprov Jambi yang minta maaf.

Unggahan ini juga sudah diposting ulang sebanyak lebih 2.000 kali oleh pengguna X hingga Sabtu (24/5) pagi.

Baca Juga: Titiek James

Sebelumnya sebuah video viral memperlihatkan beberapa guru menyeberangi jembatan besi yang bolong dengan hanya menyisakan sedikit besi untuk tapakan kaki mereka.

Aksi ini cukup membahayakan jiwa mereka karena di bawahnya tepat mengalir sebuah sungai berair deras. Mereka disebut membawa berkas ujian di tas yang mereka sandang.

Tak lama kemudian, empat guru perempuan yang mengajar di SDN 117 Simpang Limbur ini malah meminta maaf kepada Bupati Merangin dan Gubernur Jambi.

Salah seorang guru mengatakan bahwa video tersebut dibuat tidak bermaksud untuk menyudutkan siapa pun, melainkan sebagai dokumentasi pribadi.

"Baiklah, kami di sini selaku guru SDN 117 Limbur Merangin sekali lagi kami meminta maaf kepada pihak desa maupun pihak Kabupaten Merangin baik kepada Bapak Bupati dan Bapak Gubernur,” kata salah satu guru SD yang belakangan diketahui bernama Risma.

“Ini sama sekali tidak bermaksud untuk menjelek-jelekan. Karena ini pengalaman kami pribadi dan kami hanya untuk dokumentasi saja," katanya lagi.

Keempat guru ini berdiri dengan posisi seperti melingkar dan menyampaikan permohonan maaf.

"Kami melewati itu memang benar-benar (jembatan) sedang proses perbaikan," ujar Risma.

Sementara Bupati Merangin Jambi M Syukur menilai permintaan maaf oleh guru SD tersebut sebagai hal yang wajar.

Menurut dia, para guru tersebut berkemungkinan sudah menyadari adanya perbedaan antara realita dengan pemberitaan yang berkembang atas unggahan mereka yang viral di medsos.

"Minta maaf karena mereka mungkin merasa kejadian di lapangan dengan pemberitaan itu beda, mungkin mereka merasa nggak enak," kata Syukur dilansir detikcom.***