POJOKSATU.ID - Nasib ratusan PPPK di Kabupaten Mahakam Ulu kini memasuki fase krusial.
Sebanyak 433 PPPK wajib mengikuti orientasi tahun 2026 yang menjadi salah satu penentu utama perpanjangan kontrak kerja mereka.
Kebijakan ini menjadi sorotan karena tidak hanya bersifat formalitas.
Baca Juga: Nasib 3.698 PPPK di Ujung Tanduk! Wali Kota Lhokseumawe Turun Langsung Datangi Kemendagri Soal Gaji
Tetapi juga memiliki konsekuensi langsung terhadap keberlanjutan status kepegawaian para aparatur tersebut.
433 PPPK Ikuti Orientasi Wajib
Sebanyak 433 PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu mengikuti Orientasi PPPK Penuh Waktu Tahun 2026.
Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, menegaskan bahwa seluruh peserta merupakan individu terpilih yang telah melalui proses seleksi ketat.
Dikutip dari rri.co.id, 14 April 2026, begini kata Suhuk:
“Seluruh peserta merupakan sumber daya manusia terpilih yang telah melalui proses seleksi dan dipercaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Mahakam Ulu,” ujarnya.
Komposisi Peserta dari Berbagai Sektor
Ratusan peserta orientasi tersebut berasal dari berbagai bidang strategis pelayanan publik, dengan rincian:
Baca Juga: Calon Haji 2026 Wajib Tahu! Arab Saudi Larang Semua Visa Selain Visa Haji
- 277 tenaga teknis
- 85 tenaga kesehatan
- 71 tenaga guru
Seluruh peserta merupakan PPPK Tahap I dan II hasil seleksi sebelumnya, yang kini memasuki tahap pembinaan dan evaluasi kompetensi.
Orientasi Dibagi Dua Kurikulum
Pelaksanaan orientasi dirancang secara sistematis dengan dua kurikulum utama.
Kurikulum pertama berfokus pada pengenalan fungsi dan tugas ASN, dengan durasi 45 jam pelajaran.
Program ini dilaksanakan melalui sistem Massive Open Online Course (MOOC) yang berlangsung pada 13 hingga 27 April 2026.
Sementara itu, kurikulum kedua menitikberatkan pada pengenalan nilai dan etika instansi pemerintah.
Materi ini diberikan selama minimal 16 jam pelajaran dan dilaksanakan di BPSDM Provinsi Kalimantan Timur.
Baca Juga: Jemaah Haji Berangkat Perdana 22 April 2026, Kenaikan Ongkos Haji Ditanggung Pemerintah
Total 61 Jam, Setara 19 Hari Kerja
Jika digabungkan, seluruh rangkaian orientasi berlangsung selama 61 jam pelajaran atau setara dengan 19 hari kerja.
Metode pembelajaran yang digunakan mencakup sistem klasikal dan nonklasikal.
Sehingga peserta tidak hanya menerima materi teori tetapi juga pemahaman praktis terkait tugas dan tanggung jawab sebagai ASN.
Baca Juga: Buruan! Tinggal 3 Hari Lagi Daftar SPPI 2026, Lulusan S1 Semua Jurusan Bisa Ikut
Nilai Minimal Jadi Penentu Kontrak
Yang menjadi perhatian utama adalah sistem evaluasi yang diterapkan dalam orientasi ini.
Panitia menegaskan bahwa seluruh peserta wajib lulus dengan nilai minimal 70,01 atau masuk dalam kategori baik.
Standar ini bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi salah satu syarat penting dalam pertimbangan perpanjangan perjanjian kerja PPPK.
Artinya, peserta yang tidak memenuhi standar tersebut berpotensi menghadapi ketidakpastian terkait kelanjutan kontrak kerja mereka.
Orientasi Jadi Penentu Masa Depan PPPK
Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah serius dalam memastikan kualitas sumber daya manusia di lingkungan ASN.
Orientasi tidak hanya berfungsi sebagai pembekalan, tetapi juga sebagai alat evaluasi untuk menilai kesiapan PPPK dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Dengan sistem ini, pemerintah berharap dapat menciptakan aparatur yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Orientasi PPPK di Mahakam Ulu bukan sekadar program pelatihan biasa.
Baca Juga: Peluang PPPK Paruh Waktu! Damkar Mataram Butuh Tambahan Personel, Ada Insentif Uang Makan, Tertarik?
Dengan total 433 peserta, durasi 61 jam, serta standar kelulusan minimal 70,01, program ini menjadi penentu penting dalam keberlanjutan karier para PPPK.
Kini, seluruh peserta dituntut untuk tidak hanya mengikuti, tetapi juga lulus dengan hasil terbaik agar kontrak kerja mereka dapat diperpanjang.***




