POJOKSATU.id - Miris memang. Berniat baik ingin menyampaikan aspirasi agar pemerintah daerah kembali membuka penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Garut, malah diberi komentar yang dinilai tak pantas oleh Ketua DPRD Kabupaten Garut, Euis Ida Wartiah.

Sebuah video viral memicu reaksi keras warganet dan para guru yang geram pada respon anggota DPRD itu, saat datang ke lokasi dan terlihat seorang guru menangis sedih sambil duduk di teras depan gedung DPRD Garut.

Wakil rakyat dari Fraksi Golkar itu saat keluar dari kendaraannya dan hendak masuk ke gedung DPRD Garut, melontarkan kalimat “narangis sing sae nya” (menangis yang bagus ya).

Baca Juga: GURU HONORER NEGERI Kabupaten Bogor LAYAK TANPA TES? REGULASI dan FORMALITAS Mana Lagi yang Harus Dipenuhi? Cek Ini!

Kontan saja, kalimat itu mendapat respon keras karena dinilai tidak punya rasa simpati terhadap perjuangan dan kesulitan yang dialami oleh para guru honorer yang tengah berjuang menyuarakan hak-hak mereka.

Salah seorang guru honorer spontan menanggapi bahwa sikap Ketua DPRD Garut tersebut tidak mencerminkan attitude yang baik.

"Kenapa menggunakan bahasa seperti itu, Bu? Pakai bahasa yang sopan!" kata salah satu peserta aksi seperti terdengar dalam rekaman video.

Namun, anggota DPRD dari Daerah Pemilihan 5 yang berlatar pendidikan S2 itu tetap berlalu.

Baca Juga: Honorer Negeri Gagal Tambah Kuota, DPRD Kabupaten Bogor Panggil Pihak Terkait, Ada Guru 27 Tahun Mengabdi, Mampukah Dituntaskan?

"Kok bahasanya begitu bu? itu bahasanya jaga!," ujar suara laki-laki, peserta aksi yang lain. "Jiga lain anggota Dewan wae.. (seperti bukan anggota Dewan saja)," lanjutnya.

"Ijazahnya nembak meureun nya (Ijazahnya nembak kali ya)," tanggap peserta aksi.

Seorang guru perempuan yang lain juga mengungkapkan bahwa para guru melakukan aksi baik-baik. "Kita juga baik-baik, kita juga gak akan anarkis," ujarnya.

Namun, para guru honorer peserta aksi pun sudah terlanjur jadi sakit hati dan terluka.

Sikap politisi itu memicu kericuhan aksi unjuk rasa ribuan guru honorer hingga massa merangsek masuk ke halaman kantor DPRD Garut dengan menjebol pintu gerbang.

Baca Juga: Kasus PPPK Langkat 2023 Masuki Babak Baru, Ratusan Guru Honorer Ajukan 121 Bukti ke PTUN Medan

Aksi demo ribuan guru honorer Garut di depan Kantor DPRD Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Jumat 14 Juni 2024 itu, awalnya merupakan aksi damai untuk menyampaikan aspirasi para guru sebagai rakyat untuk mengajukan kembali penerimaan sekitar 2000 guru melalui jalur PPPK.

Ungkapan politisi perempuan asal Garut yang melontarkan kata “narangis sing sae nya”, melukai perasaan para honorer guru.

Bahkan video itu menjadi viral dan mencuri perhatian warganet yang hingga kini secara luas mengecam sikap Ketua DPRD Garut itu.

Berbagai komentar warganet menyikapi peristiwa itu dengan kekecewaan dan menilai sikap tidak pantas dari seorang pejabat publik yang seharusnya melayani masyarakat dengan baik.

“Dulu mengemis minta suara, sekarang sudah menjadi wakil rakyat malah begitu. Padahal dulu juga sekolah dan diajari oleh guru untuk memperoleh ijazah tapi attitude-nya tidak baik terhadap seorang guru, miris,” komentar akun @ris***.