POJOKSATU.id — Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) menjadi komponen penting dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Tahun 2025.

Modul ini hadir sebagai bekal wajib untuk membentuk karakter peserta didik sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan psikososial seluruh warga sekolah.

Meski modul dalam contoh yang disajikan pojoksatu.id ini telah divalidasi, para peserta tetap perlu menyesuaikan penyusunan jurnal sesuai konteks sekolah masing-masing.

Khususnya untuk peserta PPG Guru Tertentu 2025 yang saat ini sedang menjalani pembelajaran mandiri, penting untuk melakukan modifikasi sebelum mengunggah jurnal dalam format PDF.

Perlu dicatat, sistem hanya menerima file dalam bentuk PDF, bukan format lain.

Baca Juga: TUTORIAL Bikin Aksi Nyata Jurnal Pembelajaran Tugas PPG Guru Tertentu 2025 10 MENIT JADI, No Plagiat, Template dan Copy Paste

Struktur Modul, Tiga Topik yang Saling Terintegrasi

Modul 2 PSE dalam PPG 2024 ini dibagi menjadi tiga topik utama yang saling mendukung:

  1. Mengapa Pembelajaran Sosial Emosional Penting?

  2. Apa dan Bagaimana Penerapan PSE di Sekolah?

  3. Mewujudkan Kesejahteraan Psikologis di Lingkungan Sekolah.

Ketiga topik ini dirancang untuk membantu guru membangun atmosfer belajar yang inklusif, berempati, dan mendukung kesejahteraan psikologis.

Penerapan PSE tidak hanya berdampak pada perkembangan emosi anak, tetapi juga mendukung iklim kelas yang positif.

Lingkungan yang aman dan penuh rasa saling menghargai akan meningkatkan kedisiplinan, komunikasi, kerja sama, serta motivasi belajar.

Peserta didik juga dilatih memahami dan mengelola emosi, menjalin hubungan sosial yang sehat, dan mengambil keputusan secara bijak serta bertanggung jawab.

Baca Juga: PPG Guru Tertentu, Begini Langkah Guru Menyusun Rancangan Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Studi Kasus

PSE Mencegah Bullying dan Kekerasan

PSE adalah sarana untuk membentuk empati sejak dini.

Peserta didik diajak memahami perbedaan, menghargai keragaman, serta membangun hubungan sosial yang sehat.

Sikap saling peduli dan kemampuan mengelola konflik secara konstruktif menjadi bekal penting untuk mencegah tindakan bullying dan kekerasan yang kerap terjadi di sekolah.

Selain memperkuat karakter, PSE juga terbukti meningkatkan kesejahteraan mental.

Siswa yang mampu mengelola stres dan tekanan cenderung lebih siap menghadapi tantangan akademik dan kehidupan sosial.

Strategi Penerapan PSE secara Efektif di Sekolah

Topik kedua dalam modul ini fokus pada lima kompetensi utama yang perlu dikembangkan melalui PSE:

Baca Juga: GRATIS TANPA BAYAR! GOOGLE DRIVE 6 Link Download Puluhan Jurnal Pembelajaran Modul 1 Jenjang SD VERSI MS WORD untuk PPG GURU TERTENTTU 2025

  • Kesadaran diri

  • Manajemen diri

  • Kesadaran sosial

  • Keterampilan berelasi

  • Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab

Guru dapat menggunakan pendekatan seperti pembelajaran berbasis emosi, kegiatan kolaboratif, proyek kelas, hingga simulasi komunikasi untuk mengintegrasikan kelima kompetensi tersebut dalam keseharian kelas.

Pilar Sekolah yang Sehat

Topik ketiga menyoroti pentingnya kesejahteraan psikologis seluruh warga sekolah.

Baca Juga: URGENT! Calon Peserta PPG Guru Tertentu 2025 SPTM SEDANG BERLANGSUNG! Cek SIMPKB Anda Sekarang!

Guru sebagai panutan berperan penting untuk menanamkan nilai saling menghargai, berbicara sopan, serta kejujuran dalam interaksi sehari-hari.

Tiga pilar utama yang perlu dikembangkan yakni:

  • Empati dan kepedulian

  • Kejujuran dan integritas

  • Kemampuan memecahkan masalah secara konstruktif

Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya menyasar ranah akademik, tetapi juga mendidik siswa menjadi manusia seutuhnya.

Tahapan Refleksi

Dalam pelaksanaan PSE, peserta didik diajak melalui tiga tahap refleksi.

  • Pertama, mereka belajar mengenali dan mengelola emosi melalui aktivitas kelompok.
  • Kedua, mereka mulai berani bercerita dan membuka pengalaman pribadi yang meningkatkan empati dan keterampilan sosial.
  • Ketiga, mereka berperan aktif untuk mengajak teman-temannya lebih sadar terhadap pentingnya pengendalian emosi.

Pengalaman paling berkesan bagi guru biasanya muncul ketika siswa mulai terbuka dan berani berbagi kisah pribadi yang positif, yang secara tidak langsung ikut menciptakan suasana kelas yang lebih hangat dan menyenangkan.

Baca Juga: SERING MUNCUL Contoh Soal dan Pembahasan PPA Umum 1 dan 2 PPG 2025, Lengkap dengan Kunci dan Strategi Nilai Tertinggi

Umpan Balik

Respons dari berbagai pihak menjadi bahan evaluasi penting.

Dari peserta didik, muncul pengakuan bahwa mereka merasa dihargai dan dikenali potensinya.

Guru memberikan umpan balik yang positif terhadap proses pembelajaran yang lebih bermakna.

Kepala sekolah pun menyoroti peningkatan kemampuan siswa dalam bekerja sama dan menyelesaikan konflik secara damai.

Dokumentasi dan Aksi Nyata

Setelah jurnal pembelajaran disusun, peserta wajib melengkapi dokumentasi visual berupa foto saat praktik dengan siswa, kepala sekolah, dan rekan sejawat.

Baca Juga: Materi PPG Guru Tertentu 2025, Begini Contoh Jawaban Refleksi Guru Menerapkan Prinsip Understanding by Design pada Pembelajaran

Langkah ini menjadi awal untuk menentukan topik yang akan dibawa ke dalam penyusunan Aksi Nyata pada tahap berikutnya.

Contoh Jurnal Modul 2 PPG 2025

Guru peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan tahun 2025 diwajibkan menyelesaikan Jurnal Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional (PSE).

Penulisan jurnal ini menjadi bagian penting setelah menyelesaikan tahapan pemahaman materi, cerita reflektif, serta post test pada platform resmi Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK).

Modul PSE menjadi salah satu komponen esensial dalam sistem pembelajaran PPG berbasis Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Jurnal yang disusun tidak hanya menjadi refleksi proses pembelajaran, tetapi juga sebagai dokumentasi formal dalam penguatan kompetensi sosial emosional guru.

Setelah menyelesaikan semua aktivitas dalam modul, guru diminta menulis jurnal pembelajaran sebagai tahap akhir.

Tujuan utamanya adalah mendokumentasikan pemahaman dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti modul, dengan gaya bahasa pribadi dan tidak mengandung plagiarisme.

Baca Juga: BANYAK SALAH KAPRAH, Ini Cara Menentukan Judul Aksi Nyata Jurnal Pembelajaran Modul 1 Versi PPG Guru Tertentu 2025 JAMINAN LOLOS VALIDASI

Menyusun Jurnal PSE yang Efektif dan Mudah Divalidasi

  1. Panjang Jurnal
    Minimal 300 kata untuk memberikan kedalaman refleksi dan konten.

  2. Tulisan Asli Tanpa Plagiarisme
    Gunakan bahasa sendiri agar jurnal mencerminkan pemahaman pribadi.

  3. Format Penulisan
    Gunakan Word atau Google Docs, hindari terlalu banyak elemen visual.

  4. Unggah dalam Format PDF
    Pastikan file tersimpan sebagai PDF agar struktur tulisan tidak berubah.

Contoh Soal untuk Refleksi Modul PSE

Sebagai referensi dalam menyusun jurnal, berikut salah satu contoh soal reflektif dalam Modul 2:

Soal reflektif:

Baca Juga: Versi PPG Guru Tertentu 2025, REFERENSI CERITA REFLEKTIF Modul 1 Topik 1 sampai 4 Lengkap Trik Lolos Kurasi Validasi

Bagaimana strategi Anda dalam membangun hubungan positif dan empatik dengan siswa yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda?

Jawaban (contoh):

Saya memulai dengan mengenal latar belakang siswa secara personal melalui observasi dan percakapan informal. Saat mengajar, saya menyisipkan contoh yang relevan dengan budaya mereka untuk menunjukkan bahwa keberagaman adalah hal yang dihargai di kelas. Saya juga memberikan ruang diskusi terbuka agar siswa merasa aman menyuarakan pandangannya.

Download File PDF Contoh Jurnal PSE

Berikut beberapa contoh jurnal Modul 2 PPG 2025 yang dapat dijadikan panduan. Silahka download:

Baca Juga: UPDATE Modul PPG Guru Tertentu 2025, Cek Arahnya, Tiga Tahapan Pembelajaran Ini Wajib Dilalui Guru Profesional Zaman Now

Dengan mengikuti panduan dan melihat contoh-contoh di atas, guru peserta PPG diharapkan dapat menyusun jurnal yang tidak hanya sesuai kriteria, tetapi juga mencerminkan keaslian pengalaman dan pemahaman. ***