POJOKSATU.id - Angin segar datang menjelang Hari Guru Nasional 2025.
Pemerintah resmi menaikkan insentif bagi guru honorer menjadi Rp400 ribu per bulan mulai tahun 2026.
Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat membuka kegiatan Peluncuran Bulan Guru Nasional 2025 di Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Tahun ini, peringatan Hari Guru Nasional mengusung tema “Guru Hebat Indonesia Kuat”.
Menurut Mu'ti, kenaikan insentif ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap perjuangan para guru, sekaligus bagian dari upaya memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Sebagai bagian dari peringatan Hari Guru Nasional, kami umumkan tahun depan kami naikkan insentif guru honorer menjadi Rp400 ribu per bulan.
Baca Juga: Sudah Masuk November, Banyak Guru Masih Menunggu TPG Cair? Ini Penjelasan Pemerintah!
Secara angka memang ini tidak seberapa, tapi kami punya komitmen untuk terus meningkatkannya seiring waktu,” ujar Mu'ti.
Ia juga menjelaskan, pemberian insentif dilakukan melalui transfer langsung ke rekening masing-masing guru honorer, dan menjadi salah satu terobosan baru di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Tahun ini, pemerintah telah menyalurkan insentif kepada 347.383 guru dengan total dana mencapai Rp736,31 miliar.
Masing-masing guru menerima Rp300 ribu per bulan, yang dibayarkan sekaligus untuk tujuh bulan di Juli lalu.
Dengan begitu, setiap guru menerima Rp2,1 juta untuk tahun 2025.
“Tahun ini untuk 7 bulan diberikan satu kali pada bulan Juli, sehingga masing-masing guru honorer menerima Rp2,1 juta,” terang Mu'ti.
Kenaikan Rp100 ribu mulai tahun depan diharapkan dapat menjadi penyemangat baru bagi para guru honorer agar terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Baca Juga: Prediksi Formasi CPNS 2026! Lulusan SMA hingga S1 Siap Bersaing di 400 Ribu Lowongan ASN
“Tentu saja kami memberikan semangat bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensi, kemampuan, dan semangat pengabdian dalam memberikan layanan pendidikan,” tambahnya.
Di tengah dedikasi besar para guru, kabar ini jadi angin segar sekaligus pengingat bahwa apresiasi nyata masih terus diperjuangkan. ***




