POJOKSATU.ID - Pemerintah resmi melepas 20 ribu peserta Program Magang Nasional, dan mereka akan mulai bekerja pada 20 Oktober 2025.

Langkah ini jadi sinyal kuat dari pemerintah untuk membuka jalan karier bagi lulusan perguruan tinggi yang baru menjejak dunia profesional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, 20 ribu peserta yang lolos seleksi adalah bagian dari gelombang pertama program Magang Nasional.

Baca Juga: SMAN 1 Cimarga Kembali Jadi Sorotan, Kini Soal Galian C Diduga Ilegal di Sekitar Sekolah

“Mereka mulai bekerja tanggal 20 Oktober ini. Kemudian bulan depan akan dibuka kembali dan ditingkatkan menjadi 80.000 peserta magang,” ujar Airlangga di depan Kantor Pos Indonesia, Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (18/10/2025).

Airlangga menjelaskan, seluruh peserta akan menerima uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) sesuai daerah masing-masing. Tak hanya itu, mereka juga mendapat jaminan kehilangan kerja dan Jaminan Kematian (JKM) tanpa potongan uang saku.

“Jadi uang saku peserta tetap utuh, ditambah perlindungan sosial dari pemerintah,” tegas Airlangga.

Baca Juga: Lomba Pramuka di SMK PGRI Telagasari Karawang Bangun Disiplin dan Karakter Pelajar

Hingga saat ini, ada 1.666 perusahaan yang sudah terdaftar dengan 26.181 posisi kerja disiapkan.

Menariknya, minat generasi muda terhadap program ini begitu tinggi, lebih dari 156 ribu orang mendaftar hanya untuk batch pertama.

Peserta yang hadir dalam konferensi pers antara lain berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pancasila, hingga Universitas Negeri lainnya.

Baca Juga: Kepsek SMAN 1 Cimarga Dapat Hadiah Umrah, Sementara Siswa Diancam Blacklist HRD Nasib yang Berbanding Terbalik

Program Magang Nasional tak berhenti di sini. Pemerintah akan kembali membuka batch kedua pada November mendatang dengan kuota hingga 80 ribu peserta. ***