POJOKSATU.id - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 resmi dimulai pada Senin 13 Juli 2026. Pembukaan dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dalam kegiatan tersebut, Abdul Mu'ti didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.

Pembukaan MPLS Ramah 2026 dikemas melalui kegiatan Sapa Murid SMK yang diikuti sekitar 200 ribu peserta dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Malang, baik secara langsung maupun melalui daring.

Baca Juga: Sejarah Universitas Surabaya, Berawal dari Universitas Trisakti hingga Menjadi Kampus Swasta Terkemuka

Program MPLS Ramah menjadi langkah pemerintah untuk memastikan pengalaman pertama murid di sekolah berlangsung dengan suasana yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.

Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen ingin menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung proses adaptasi peserta didik baru tanpa adanya praktik perundungan maupun kekerasan.

Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS Ramah juga menjadi sarana membangun karakter, menumbuhkan semangat belajar, serta memperkuat nilai-nilai positif sejak hari pertama siswa memasuki dunia pendidikan.

Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelaksanaan MPLS yang mengutamakan kenyamanan peserta didik sekaligus menciptakan budaya sekolah yang saling menghargai dan menghormati.

Baca Juga: LPG 3 Kg di Subang Langka? Ini Penyebab dan Langkah Tegas Pertamina

Dengan pendekatan yang lebih ramah dan humanis, diharapkan seluruh murid baru dapat menjalani masa pengenalan sekolah dengan rasa percaya diri serta siap mengikuti proses pembelajaran di lingkungan yang kondusif.

Hari pertama di sekolah sering menjadi momen yang tak terlupakan bagi setiap anak.

Ketika suasana belajar dibangun dengan rasa aman, saling menghargai, dan penuh semangat, pengalaman itu bisa menjadi awal yang baik untuk menumbuhkan karakter, kepercayaan diri, serta kecintaan terhadap dunia pendidikan.***