POJOKSATU.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi langkah awal bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar, guru, teman, hingga budaya sekolah.
Pada tahun ajaran 2026/2027, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali mengusung konsep MPLS Ramah 2026 yang menekankan suasana aman, inklusif, edukatif, dan menyenangkan.
Melalui konsep tersebut, seluruh sekolah diharapkan mampu menciptakan proses pengenalan lingkungan yang bebas dari perpeloncoan maupun tindakan yang tidak mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Baca Juga: 75 Contoh Cita-cita untuk MPLS 2026 Lengkap dengan Penjelasannya, Mudah Dipahami Murid Baru
Jadwal MPLS Ramah 2026
Kemendikdasmen menetapkan pelaksanaan MPLS berlangsung selama lima hari pada minggu pertama tahun ajaran baru.
Mengacu pada kalender pendidikan di sejumlah daerah, termasuk SPMB Lampung 2026, kegiatan diperkirakan dimulai pada 13 Juli 2026.
Namun, jadwal pelaksanaan tetap mengikuti pengumuman resmi dari masing-masing sekolah.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan selama jam belajar sekolah dan tidak diperbolehkan berlangsung pada malam hari maupun di luar jam pelajaran.
Baca Juga: Berisi Rp476 M dan 74 Kg Emas, Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Terdaftar Atas Nama Orang Lain
Aturan Resmi MPLS 2026
Ketentuan pelaksanaan MPLS diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026.
Pelaksanaan MPLS terdiri atas tiga tahapan, yakni:
-
Perencanaan.
-
Pelaksanaan.
-
Pasca pelaksanaan.
Setiap sekolah wajib menjalankan kegiatan sesuai prinsip keamanan, kenyamanan, transparansi, dan akuntabilitas.
Regulasi tersebut juga secara tegas melarang praktik perpeloncoan, segala bentuk kekerasan, pungutan biaya, penggunaan atribut yang tidak mendidik, kegiatan di luar tujuan MPLS, hingga pelibatan alumni sebagai penyelenggara.
Apabila ditemukan pelanggaran, panitia dapat dikenai sanksi administratif hingga penghentian pelaksanaan MPLS.
Baca Juga: Beasiswa Keolahragaan LPDP dan Kemenpora 2026 Masih Ada Waktu, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
Rangkaian Kegiatan MPLS Ramah 2026
1. Jenjang Taman Kanak-Kanak (TK)
Selama lima hari, peserta didik dikenalkan dengan lingkungan sekolah melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan.
Kegiatan meliputi perkenalan diri, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, permainan edukatif, jelajah sekolah, makan sehat bersama, kampanye sekolah bersih, edukasi kesiapsiagaan bencana, pembatasan penggunaan gawai, hingga kegiatan kreativitas seperti membuat gelang persahabatan dan unjuk keberanian tampil di depan teman.
2. Jenjang Sekolah Dasar (SD)
Siswa baru SD mengikuti pengenalan lingkungan sekolah melalui berbagai kegiatan interaktif.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan guru dan teman, tur sekolah, permainan edukatif, pengenalan tata tertib, pembelajaran mengenai kebersihan sekolah, edukasi kesehatan, perlindungan diri, literasi digital, pengenalan Pramuka, ekstrakurikuler, hingga penyusunan komitmen bersama menciptakan sekolah yang aman dan nyaman.
3. Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Peserta didik SMP mendapatkan pengenalan mengenai budaya sekolah sekaligus pembentukan karakter.
Materi yang diberikan antara lain Wawasan Wiyata Mandala, pembentukan karakter, kesiapsiagaan bencana, asesmen literasi dan numerasi, pemetaan minat serta bakat, literasi digital, pencegahan penyalahgunaan Napza, pendidikan inklusif, pengenalan kurikulum, hingga panggung kreativitas pada hari terakhir.
4. Jenjang SMA dan SMK
Pada jenjang SMA dan SMK, peserta didik diperkenalkan dengan sistem pembelajaran yang lebih mandiri.
Materi MPLS meliputi wawasan kebangsaan, keamanan digital, eksplorasi potensi diri, pencegahan perundungan, asesmen awal, kesiapsiagaan bencana, bahaya kecanduan gim daring, pengenalan ekstrakurikuler, delapan dimensi profil lulusan, orientasi kurikulum, bahaya Napza, kenakalan remaja, serta budaya keselamatan kerja khusus bagi peserta didik SMK.
Baca Juga: Membanggakan! Lulusan UIN KHAS Jember 2026 Punya IPK Sempurna 4,00 hingga Penghafal Al Quran 30 Juz
5. Jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB)
Pelaksanaan MPLS di SLB disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Kegiatannya mencakup orientasi lingkungan sekolah, adaptasi bersama guru dan teman, pengenalan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, simulasi kebencanaan, literasi digital ramah disabilitas, pendidikan kesehatan mental, hingga panggung unjuk bakat.
Materi Wajib MPLS 2026
Kemendikdasmen menetapkan sejumlah materi yang wajib diberikan selama pelaksanaan MPLS.
Materi tersebut meliputi:
-
Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
-
Pagi Ceria.
-
Etika dan sopan santun bermedia sosial.
-
Budaya 5S, yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.
Selain materi wajib, sekolah juga dapat menambahkan materi pilihan sesuai karakteristik, visi, serta kebutuhan masing-masing satuan pendidikan sebagaimana diatur dalam Pasal 13 Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Larangan Selama MPLS
Untuk menjaga pelaksanaan MPLS tetap aman dan mendidik, panitia dilarang melakukan beberapa hal berikut:
-
Melakukan perpeloncoan atau bentuk kekerasan apa pun.
-
Memungut biaya kepada peserta didik.
-
Memberikan kegiatan yang tidak berkaitan dengan tujuan MPLS.
-
Menggunakan atribut yang tidak edukatif.
-
Melibatkan alumni sebagai penyelenggara.
-
Melibatkan peserta didik yang tidak memenuhi persyaratan sebagai panitia.
Sanksi Jika Melanggar
Apabila penyelenggara terbukti melanggar ketentuan, Kemendikdasmen maupun dinas pendidikan dapat memberikan sanksi berupa:
-
Teguran tertulis.
-
Penundaan atau pengurangan hak.
-
Pembebasan dari tugas.
-
Pemberhentian sementara maupun tetap dari jabatan.
Penerapan aturan tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh peserta didik memperoleh pengalaman pertama di sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik yang merugikan.
MPLS Ramah 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan siswa baru, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun budaya sekolah yang positif.
Baca Juga: Groundbreaking Off Ramp Ciawi Selatan, Ketua DPRD Kota Bogor Optimistis Urai Kemacetan
Dengan memahami jadwal, aturan, materi, serta larangan yang berlaku slama MPLS, seluruh warga sekolah dapat bersama-sama menciptakan proses adaptasi yang menyenangkan sejak hari pertama memasuki lingkungan pendidikan. ***




