POJOKSATU.id - Setelah melewati Modul 1, peserta PPG Daljab Batch IV 2025 akan masuk ke pembelajaran mandiri Modul 2 Pedagogik mulai 4–13 Desember 2025 melalui LMS.
Untuk guru mata pelajaran Al Quran Hadis (qurdis), modul ini tidak hanya memuat teori, tapi panduan praktis yang relevan dengan proses mengajar di kelas RA maupun satuan pendidikan lain.
Pada 4–11 Desember 2025, peserta menyelesaikan seluruh materi Topik 1–8 (pretest, video awal, TM, TR), lalu berlanjut ke Tugas Akhir Modul (TAM) pada 12–13 Desember 2025 dengan tiga kali kesempatan dan batas minimal nilai 75.
Nah, biar makin jelas, berikut uraian delapan topik Modul 2 Pedagogik dalam konteks pengajaran mapel Quran Hadis.
Topik 1 — PBL & PjBL untuk Pembelajaran Qurdis
Pendekatan berbasis masalah dan projek membantu peserta didik memahami ayat atau hadis melalui konteks nyata.
Guru dapat merancang masalah autentik, misalnya makna akhlak dalam QS Al-Hujurat, lalu mengajak siswa mencari solusi atau membuat projek sederhana seperti poster nilai hormat dan adab.
Fokusnya bukan hafalan semata, tapi pemaknaan dan transfer nilai dalam kehidupan.
Topik 2 — Pembelajaran Berbasis Diferensiasi (DBL)
Karakter peserta didik Qurdis berbeda dalam kemampuan membaca huruf hijaiyah, daya hafal, dan gaya belajar.
DBL memungkinkan guru menyesuaikan proses, konten, dan produk belajar: kelompok pemula fokus tartil dasar, sementara kelompok lanjutan mengembangkan tafsir tematik sederhana.
Tujuannya memberi akses belajar yang adil tanpa mengubah standar capaian.
Topik 3 — TPACK dalam Mengajarkan Al-Qur’an Hadis
Model TPACK menyatukan konten (Qurdis), pedagogik, dan teknologi.
Implementasinya bisa berupa penggunaan aplikasi mushaf digital, audio murattal terverifikasi, hingga kuis interaktif untuk memperkuat pemahaman hadis.
Teknologi hanya alat, ya, sehingga validitas sumber tetap menjadi prioritas dalam pembelajaran agama.
Topik 4 — Deep Learning: Mindful, Meaningful, Joyful
Pembelajaran Qurdis tidak cukup berhenti pada kognitif.
Mindful learning mendorong kesadaran saat membaca ayat, meaningful learning menghubungkan pesan hadis dengan pengalaman siswa, dan joyful learning menciptakan suasana belajar yang ringan dan penuh makna.
Dampaknya, peserta didik bukan hanya tahu, tapi merasakan nilai yang dipelajari.
Topik 5 — Bimbingan Konseling untuk Supervisi Klinis
Guru Qurdis juga berperan dalam pembinaan akhlak.
Pendekatan BK dalam konteks supervisi klinis membantu guru mengidentifikasi hambatan belajar, memberi layanan konseling ringan, serta bekerja sama dengan wali atau sekolah bila diperlukan.
Pendekatannya tetap preventif, humanis, dan sesuai etika pendidikan Islam.
Topik 6 — Pendidikan Inklusi untuk Peserta Didik ABK
Di kelas Qurdis, mungkin ada peserta didik dengan kebutuhan khusus seperti kesulitan memori atau hambatan bahasa.
Prinsip inklusi menuntut penyesuaian metode, misalnya penggunaan kartu visual huruf hijaiyah, pengulangan terstruktur, atau target hafalan yang realistis.
Intinya, semua anak punya hak belajar agama tanpa diskriminasi.
Topik 7 — Gaya Belajar Gen Z dan Alpha
Peserta didik saat ini akrab dengan visual, interaksi cepat, dan pengalaman digital.
Guru Qurdis perlu merancang pembelajaran singkat, ringkas, dan relevan, seperti tafsir tematik melalui cerita, permainan kuis, atau diskusi isu kekinian yang tetap sesuai koridor syariat.
Penyampaian yang tepat membantu ajaran lebih mudah diterima.
Baca Juga: PAHAMI Fungsi Utama Dokumen RPL di PPG Daljab Batch IV 2025, DOWNLOAD LENGKAP Tersedia di Sini
Topik 8 — Guru Profesional di Era Digital dan AI
Guru Qurdis dituntut melek teknologi sekaligus kritis.
AI bisa dimanfaatkan untuk latihan soal atau perencanaan materi, tetapi guru tetap menjadi penentu kebenaran sumber dan keaslian tafsir.
Profesionalitas tidak hanya diukur dari kemampuan digital, tapi integritas, keteladanan, dan pemahaman agama yang kuat.
Agar lebih paham, silakan unduh: [Contoh soal TAM Modul 2 Pedagogik Mapel Quran Hadis].
Inilah jalan untuk membentuk guru Qurdis yang mampu mengajar dengan hati, ilmu, dan keteladanan yang tetap relevan sepanjang zaman. ***




