POJOKSATU.id - Program SMK Go Global hadir sebagai inisiatif strategis pemerintah untuk menyiapkan lulusan SMK atau sederajat agar siap bersaing di pasar kerja internasional.

Program ini bukan sekadar membuka peluang kerja di luar negeri, tapi juga memberikan pembekalan menyeluruh agar peserta mampu beradaptasi dengan standar kerja global.

Menko Muhaimin menyatakan bahwa melalui program SMK Go Global, para lulusan SMA/SMK yang terampil akan memperoleh pekerjaan dengan gaji layak dan perlindungan yang memadai.

Ia menjelaskan, peluang kerja bagi lulusan SMA/SMK di luar negeri berasal dari berbagai sektor yang memiliki permintaan tinggi.

Baca Juga: Apa Itu Program SMK Go Global? Begini Tujuan, Manfaat dan Pihak yang Terlibat

“Welder, hospitality, caregiver dan lain-lain, untuk bisa bekerja lebih baik dengan gaji yang bagus di luar negeri,” ujarnya sambil menekankan banyaknya kesempatan kerja yang tersedia di luar negeri saat ini.

“Termasuk peluang di Jerman, di Turki, juga di Jepang, yang sangat terbuka luas bagi para pekerja dengan skill tertentu yang disiapkan dengan baik,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Menteri P2MI Mukhtarudin menyatakan siap melaksanakan program SMK Go Global yang dikoordinasikan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.

Mukhtarudin menambahkan, persiapan eksekusi program ini juga dilakukan bersamaan dengan penyusunan desain perlindungan komprehensif bagi pekerja migran Indonesia.

“KP2MI akan siap mengeksekusi, mengkoordinir, dengan beberapa kementerian lain dalam rangka percepatan program-program penempatan pekerja migran dan perlindungan pekerja migran yang ke luar negeri,” ujar dia.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp25 Triliun untuk Program SMK Go Global, Mulai Berjalan Desember 2025

Program ini bertujuan untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja SMA/SMK yang belum bekerja.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini terdapat 1,63 juta lulusan SMK yang menganggur dan tidak melanjutkan kuliah.

Mereka kesulitan mengakses kesempatan kerja karena kurangnya skill dan kemampuan bahasa sebagai syarat bekerja di luar negeri.

Melalui SMK Go Global, Pemerintah akan memberikan subsidi pelatihan keterampilan dan bahasa agar lulusan SMA/SMK siap bekerja di luar negeri.

Baca Juga: Sengketa PT CHAS Memanas: Pemilik Tuding Mantan Manajer “Maling Teriak Maling”

Target Peserta

Program ini menargetkan lulusan SMK dan sederajat dari berbagai jurusan vokasi yang memiliki motivasi tinggi untuk bekerja di luar negeri.

Peserta diutamakan yang sudah memiliki kompetensi dasar di bidangnya, tetapi masih membutuhkan pengembangan teknis dan soft skills agar siap menghadapi tantangan kerja internasional.

Selain itu, peserta diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, kesiapan fisik dan mental untuk bekerja di luar negeri, serta komitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan pembinaan yang diberikan.

Program ini terbuka bagi semua SMK, termasuk yang berada di daerah terpencil, sehingga kesempatan bekerja global lebih merata.

Baca Juga: Modus Penipuan Berkedok BLT Kesra, Masuk dan Cair Lewat E-Wallet, Warga Tetap Waspada!

Bidang Keahlian dan Negara Tujuan

Beberapa bidang prioritas yang menjadi fokus program antara lain:

Perhotelan dan hospitality: Front office, housekeeping, food & beverage, dan manajemen hotel.

Perawatan lansia (caregiver): Penanganan lansia, perawatan kesehatan dasar, dan komunikasi interpersonal.

Konstruksi dan pengelasan: Teknik bangunan, pemeliharaan fasilitas, dan pengelasan sesuai standar internasional.

Bidang vokasi lain: Menyesuaikan kebutuhan negara tujuan dan tren industri global, termasuk manufaktur, otomotif, dan IT.

Negara tujuan awal program ini mencakup Jepang, Turki, dan Slovakia, yang memiliki permintaan tinggi terhadap tenaga kerja terampil.

Sementara itu, peluang kerja di Jerman, Korea, dan beberapa negara Eropa Timur masih dalam tahap penjajakan, menandakan ekspansi Program SMK Go Global ke berbagai wilayah dengan kebutuhan berbeda.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, Status Naik Level III Awan Panas Luncur hingga 8,5 Km

Manfaat yang Didapat Peserta

Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti rangkaian pembinaan komprehensif, antara lain:

Pelatihan teknis sesuai bidang keahlian: Materi disesuaikan dengan standar kompetensi internasional, sehingga peserta memiliki kemampuan teknis yang mumpuni.

Sertifikasi kompetensi resmi: Diterbitkan oleh lembaga penguji yang diakui pemerintah, meningkatkan nilai jual peserta di pasar kerja global.

Pelatihan bahasa asing: Bahasa Jepang, Inggris, atau bahasa negara tujuan lain, agar peserta mampu berkomunikasi efektif di tempat kerja.

Pembekalan budaya kerja internasional dan soft skills: Meliputi etika kerja, manajemen waktu, kerja tim, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya berbeda.

Baca Juga: Apa Artinya bagi Warga, Dapat BLT Listrik atau Subsidi Listrik? Mana yang Lebih Untung?

Pendampingan administratif: Bantuan untuk kontrak kerja, pengurusan visa, dokumen legal, hingga persiapan keberangkatan ke negara tujuan.

Dengan semua manfaat ini, lulusan SMK tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap menghadapi tuntutan profesional dan budaya kerja internasional.

Kemudian, menjadikan lulusan SMK menjadi tenaga kerja yang adaptif, berdaya saing tinggi, dan siap menapaki karier global. ***