POJOKSATU.id – Suara mesin bor dan denting palu menjadi latar di berbagai sudut daerah.
Dari Subulussalam hingga Pidie Jaya di Aceh, rangkaian proyek pembangunan sekolah rakyat bergerak cepat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan Sekolah Rakyat Tahap 1C akan rampung pada September 2025, sehingga anak-anak bisa langsung masuk belajar pada tahun ajaran 2025/2026.
Target ini tidak main-main, sebab di baliknya ada harapan besar agar akses pendidikan bisa lebih merata di seluruh Indonesia.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa dari sisi pelaksanaan konstruksi, progres fisik menunjukkan capaian yang menggembirakan.
Beberapa lokasi sudah menyentuh 90 persen pembangunan, dan sisanya dipacu agar tidak tertinggal. Menurutnya, SR Tahap 1C dirancang bukan sekadar menambahkan bangunan sekolah, tetapi juga menggarisbawahi komitmen negara untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan keluar dari ketidakadilan sosial. “Ditargetkan, SR Tahap 1C sudah dapat beroperasi pada awal September 2025,” ujar Dody dalam keterangannya, Minggu (24/8).
Program Sekolah Rakyat sendiri berjalan bertahap. Tahap 1A mencakup 63 lokasi dan sudah beroperasi sejak 14 Juli 2025. Tahap 1B menyusul di 37 lokasi, mulai fungsional pada 31 Juli 2025.
Kini, Tahap 1C menjadi tahap terbesar, dengan total 65 lokasi pembangunan yang tersebar di berbagai provinsi. Dari hasil verifikasi, 63 sekolah dibiayai dengan APBN, sementara dua lainnya menggunakan APBD.
Baca Juga: Beda Sri Mulyani dan Purbaya Yudhi Sadewa Versi Ekonom Senior Yanuar, Monetaris vs Keynesian
Pada tahap ini, kapasitas yang diproyeksikan cukup besar, yakni 6.190 siswa dari jenjang SD sampai SMA yang dibagi ke dalam 248 rombongan belajar. Angka ini bukan hanya statistik kering, melainkan cermin dari ribuan keluarga yang menaruh harapan agar anak-anak mereka memiliki kesempatan belajar yang lebih baik.
Di lapangan, pekerjaan yang dilakukan mencakup renovasi ringan hingga sedang. Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU mengerjakan beragam detail mulai dari perbaikan ruang kelas, asrama, laboratorium, hingga ruang administrasi.
Gedung-gedung yang sebelumnya usang dicat ulang agar segar, instalasi listrik dan air dipasang ulang demi kenyamanan dan keamanan, serta meubelair baru disediakan untuk menunjang aktivitas belajar. Beberapa lokasi prioritas seperti BLK Subulussalam, BLK Bireuen, dan Gedung Eks SMP Unggul di Pidie Jaya menjadi bukti nyata bahwa progres fisik di lapangan tidak hanya ada di atas kertas.
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia Telah Dibuka untuk Guru D4/S1 dan Calon Guru
Dalam kacamata pembangunan, kecepatan memang penting, tetapi kualitas tidak boleh dikorbankan.
Menteri PU menegaskan pihaknya ingin memastikan sekolah-sekolah ini bisa segera digunakan tanpa mengurangi standar mutu. Hal ini penting karena pendidikan bukan sekadar ruang kelas, tetapi juga lingkungan yang mendukung anak-anak tumbuh sehat, terlindungi, dan nyaman belajar.
Infrastruktur yang baik akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pembelajaran. Bayangkan seorang siswa yang belajar di ruang kelas terang, bersih, dengan kursi yang layak dan laboratorium yang bisa dipakai—ini jelas berbeda dengan mereka yang belajar di ruang pengap dengan fasilitas terbatas.
Program Sekolah Rakyat Tahap 1C bukan hanya urusan pembangunan fisik, tetapi juga simbol kehadiran negara di tengah masyarakat.
Dengan 165 sekolah rakyat yang ditargetkan beroperasi di tahun ajaran baru, pemerintah ingin menunjukkan bahwa akses pendidikan bukanlah hak eksklusif, melainkan hak semua anak Indonesia.
Baca Juga: Wajah Kompol Anggraini Putri Ternyata Biasa Saja, Lebih Cantik Istri Sah Irjen KM Waktu Muda
Melalui sekolah-sekolah ini, negara berharap dapat memutus mata rantai kemiskinan yang selama ini kerap diwariskan antar generasi. Pendidikan yang merata dan berkualitas adalah fondasi bagi masyarakat yang lebih adil.
Optimisme ini disuarakan langsung oleh Menteri PU. “Program Sekolah Rakyat diharapkan akan menjadi pilar penting dalam pemerataan pendidikan sekaligus pengentasan kemiskinan,” katanya.
Kutipan itu seolah menjadi pengingat bahwa setiap tiang, setiap dinding, dan setiap bangku yang dibangun di sekolah-sekolah rakyat membawa janji: janji bahwa anak-anak Indonesia akan mendapatkan kesempatan yang lebih setara untuk menggapai masa depan mereka.
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu
versid iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141
Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E
Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212



