POJOKSATU.ID - Penyelenggaraan Sekolah Rakyat kini hampir menginjak usia satu tahun yang momentumnya akan bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada Juli mendatang.

Kemensos menegaskan bahwa peringatan hari jadi ini sama sekali tidak boleh hanya menjadi acara perayaan seremonial belaka.

Momen ini harus dimanfaatkan sebagai ruang pembuktian nyata bahwa program tersebut mampu menjawab akar persoalan kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Pemerintah ingin menunjukkan kepada publik bahwa investasi besar pada sekolah ini membuahkan dampak yang riil bagi masyarakat kecil.

Baca Juga: Kebijakan Gaji ke-13 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Komponen dan Jadwal Pencairannya

Guna menyemarakkan momentum tersebut, seluruh Sekolah Rakyat diinstruksikan untuk menggelar kegiatan open house secara serentak.

Acara open house ini dirancang secara terbuka dengan melibatkan masyarakat sekitar, tokoh daerah, hingga tokoh nasional.

Tidak tanggung-tanggung, pihak sekolah juga diminta mengundang media massa dan para influencer agar jangkauan informasinya semakin luas.

Langkah ini diambil agar narasi mengenai keberhasilan Sekolah Rakyat tumbuh dari berbagai sudut pandang masyarakat dan bukan hanya dari klaim sepihak pemerintah.

Baca Juga: Hasil Semifinal Singapore Open 2026: Alwi Farhan Gugur, Fajar/Fikri Melaju ke Final

Publik nantinya dapat melihat dan menilai secara langsung bagaimana perkembangan serta proses belajar mengajar di lapangan.

Sejauh ini, program tersebut telah menarik perhatian besar dari para pejabat tinggi negara di Jakarta.

Sebagai bukti nyata, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bahkan telah melakukan kunjungan langsung ke salah satu fasilitas di Minahasa.

Dalam kunjungannya, beliau memantau langsung aktivitas kelas yang sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Kehadiran pejabat negara tersebut memberikan kebanggaan tersendiri bagi pengelola sekaligus membuktikan urgensi program ini di mata pemerintah pusat.

Dengan dukungan penuh dari berbagai elemen, program ini diharapkan terus berkembang pesat menjadi solusi pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan.

Target penyelesaian 93 titik sekolah baru pada bulan depan diyakini akan semakin memperkuat pembuktian misi sosial ini kepada khalayak luas.***