POJOKSATU.id, JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Abdullah Azwar Anas membeberkan komposisi P3K 2023.

Menurut Azwar Anas, komposisi pengadaan P3K 2023 yakni 80 persen untuk tenaga honorer atau non ASN dan 20 persen untuk fresh graduate atau yang baru lulus kuliah di perguruan tinggi.

Pengadaan P3K 2023 diprioritaskan pada bidang pelayanan dasar, yakni pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga: Motif Mutilasi Mahasiswa UMY Terungkap, Redho Tri Agustian Dikuliti lalu Direbus Waliyin dan Temannya !

"Ada dua prioritas yang ingin disegerakan, yaitu terkait dengan tenaga di pelayanan kesehatan dan yang kedua adalah tenaga di sektor pendidikan, karena dua ini menjadi penting yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," terang Anas.

Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK (P3K) diharapkan dapat mengakomodir non ASN alias tenaga honorer, terutama yang sudah lama mengabdi.

Tenaga honorer yang sudah mengabdi selama 15-20 tahun akan diprioritaskan untuk diangkat menjadi PPPK.

Baca Juga: Menebak 'Aktivitas Tidak Wajar' dalam Mutilasi Mahasiswa UMY, Serba Gelap

"Di satu sisi non ASN ini mereka udah mengabdi lama, ada yang 15-20 tahun dia belum diangkat jadi P3K, padahal mereka berkontribusi. Nah inilah yang jadi Prioritas kami, tapi kan mesti kita seleksi," ujar Anas.

Meskipun begitu, fresh graduate tetap diberikan kesempatan untuk melamar CPNS dan PPPK 2023.

Anas mengaku sering dikritik fresh graduate di media sosial. Mereka merasa tidak diberikan kesempatan oleh pemerintah untuk menjadi ASN. Padahal, mereka siap bekerja.

Baca Juga: Terungkap Sudah Pemicu Waliyin dan RD Mutilasi Mahasiswa UMY

Atas dasar itu, pemerintah tetap akan membuka peluang bagi fresh graduate untuk ikut mendaftar CPNS maupun PPPK 2023.

Pada sisi lain, pemerintah juga akan menuntaskan tenaga honorer kategori satu (THK-I) dan THK-II yang hingga kini belum tuntas.

"Nah inilah pilihan-pilihan yang mesti kami putuskan, maka kami putuskan atas saran bapak presiden dan banyaknya masukan kepada kami di 2023 ini 80% adalah P3K, salah satunya adalah memberikan afirmasi kewajiban yang sebelumnya belum ditunaikan oleh pemerintah, THK-1, THK-2, ada yang sudah lulus belum dapat formasi dan lain-lain. Ini ada PR sejak 2016," kata mantan Bupati Banyuwangi ini.

"Jadi kami ini sebenarnya menyelesaikan beberapa PR yang sebelumnya belum sempat terselesaikan, tapi insya Allah ini akan kita selesaikan ya di 2023, terakhir nanti di 2024," tambah Anas.

Jika tahun ini komposisi PPPK 80 persen untuk honorer, maka tahun berikutnya bakal turun menjadi 70 persen agar fresh graduate mendapatkan peluang lebih besar.

"Tahun berikutnya akan berkurang, mungkin nanti yang P3K 70 persen, fresh graduate 30 persen," terang Anas. ***