POJOKSATU.id - Menjelang tutup tahun, seharusnya guru bisa menarik napas setelah melewati semester yang panjang dan melelahkan.

Namun kenyataan yang terjadi justru sebaliknya.

Banyak guru bersertifikasi kini menghadapi situasi yang membuat dada sesak: TPG Triwulan 3 dan Triwulan 4 belum cair, bahkan beberapa daerah menyebut belum ada tanda-tanda kapan dana akan turun.

Baca Juga: Polres Karawang Gelar Doa Lintas Agama untuk Jaga Kondusivitas Daerah

Di tengah meningkatnya kebutuhan keluarga, harapan guru terhadap pencairan akhir tahun perlahan pudar.

Kabar baik yang ditunggu justru berubah menjadi kecemasan yang berkepanjangan.

Inilah yang membuat akhir tahun terasa semakin berat bagi para pendidik.

Harapan Guru Mulai Luntur karena Pencairan Dua Triwulan Mandek Bersamaan

TPG biasanya menjadi penyelamat di akhir tahun, namun kondisi kali ini benar-benar berbeda.

Baca Juga: TPG TW 4 Masih Menggantung? Ketahui Penyebabnya, dari Validasi Data hingga Alur Anggaran

Dua triwulan tertunda sekaligus membuat guru tak lagi berani berharap banyak.

Banyak guru mengaku memeriksa rekening hingga belasan kali, tetapi mutasi tetap kosong.

TPG TW 3 sudah tertunda lama, sementara TW 4 pun belum menunjukkan progres berarti.

Ketika dua triwulan berhenti bersamaan, tekanan finansial tidak terhindarkan.

Harapan yang tadinya membumbung tinggi kini mulai memudar perlahan.

Masalah Validasi Masih Jadi Dinding Penghalang Pencairan

Validasi data tetap menjadi tembok besar yang menghambat pencairan dua triwulan sekaligus.

Mulai dari Info GTK yang belum valid, SKTP yang belum terbit, hingga data Dapodik yang terlambat disinkron.

Baca Juga: Malam Tahun Baru dalam Hening Festival Lentera, Doa, dan Keindahan yang Menyatu

Jam mengajar yang berubah, rombel tidak sinkron, dan data kehadiran yang tidak terbaca sistem membuat status guru tak kunjung hijau.

Validasi TW 4 pun ikut terseret lambat karena sistem mendeteksi banyak ketidaksesuaian data.

Ketika dua triwulan saling tumpang tindih, antrean validasi menjadi semakin panjang.

Baca Juga: Kemensos dan Kemendiktisaintek Membuka Gerbang Kuliah bagi 6.000 Siswa SMA Sekolah Rakyat Lewat

Inilah salah satu penyebab paling krusial kenapa pencairan akhir tahun begitu lambat.

Di Daerah, Rekap dan Berkas Belum Final Membuat Pembayaran Tidak Bisa Diproses

Masalah pencairan tidak hanya terjadi di pusat, tetapi juga di daerah.

Baca Juga: Kemensos dan Kemendiktisaintek Membuka Gerbang Kuliah bagi 6.000 Siswa SMA Sekolah Rakyat Lewat

Banyak dinas pendidikan belum menyelesaikan rekap TW 3 dan TW 4 secara bersamaan.

TW 3 membutuhkan verifikasi beban kerja semester sebelumnya, sedangkan TW 4 menuntut data semester berjalan yang benar-benar mutakhir.

Ketika dua rekap belum final, daerah tidak memiliki dasar untuk mengajukan pembayaran ke pusat.

KPPN pun tidak bisa memproses pencairan tanpa rekap lengkap.

Akibatnya, guru harus menunggu masuk ke batch berikutnya, yang waktunya semakin mundur.

KPPN Kewalahan Memproses Banyak Daerah di Waktu Bersamaan

Akhir tahun adalah masa paling sibuk bagi KPPN.

Tidak hanya TPG, tetapi hampir seluruh jenis belanja negara harus diselesaikan dalam periode yang sama.

Baca Juga: Diskon Nataru KAI 30 Persen Dibuka! Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Pesannya di Sini

Ketika validasi daerah baru masuk pada November atau Desember, KPPN harus memprosesnya bertahap sesuai urutan antrian.

Daerah yang masuk lebih cepat akan diproses lebih dulu, sementara yang terlambat harus menunggu giliran.

Inilah alasan pencairan TPG TW 3 dan TW 4 di beberapa daerah berjalan tidak serentak.

Baca Juga: Proyek Dapur Gizi Molor Parah! Pemerintah Janji 82 Juta Penerima MBG, Faktanya Baru 39 Juta, Ladang Korupsi Baru?

KPPN memproses sesuai alur keuangan negara, bukan permintaan daerah.

Guru Semakin Terhimpit karena Kebutuhan Akhir Tahun Tidak Bisa Ditunda

Akhir tahun adalah masa ketika kebutuhan keluarga meningkat drastis.

Biaya pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga, persiapan liburan, hingga acara keluarga menuntut pengeluaran tambahan.

Baca Juga: Penanganan Daerah Terisolasi: Kementerian Sosial Intensifkan Bantuan Pasca Bencana Sumatera

Ketika TPG TW 3 dan TW 4 belum cair, guru terpaksa mengatur ulang keuangan atau mencari pinjaman sementara.

Situasi ini tidak hanya memengaruhi kantong, tetapi juga kondisi mental dan emosional guru.

Yang seharusnya menjadi penutup tahun penuh kedamaian justru berubah menjadi masa penuh tekanan.

Ketidakpastian dua triwulan membuat beban guru semakin berat.

Hak Guru Tetap Ada, tetapi Proses yang Lambat Membuat Harapan Pudar

Pemerintah memastikan bahwa TPG TW 3 dan TW 4 tidak hilang dan akan tetap dibayarkan penuh.

Hak guru tetap aman selama validasi dan rekap administrasi selesai tanpa masalah.

Guru hanya perlu memantau Info GTK, menjaga sinkronisasi Dapodik, dan menunggu informasi resmi dari dinas pendidikan.

Walaupun proses ini melelahkan, pencairan tetap akan dilakukan begitu semua alur teknis tuntas.

Guru berharap ke depan sistem diperbaiki agar keterlambatan dua triwulan tidak terulang lagi.

Semoga akhir tahun di masa mendatang menjadi lebih ringan bagi para pendidik.***