POJOKSATU.id, SEKOLAH Garuda menjadi salah satu langkah strategis pemerintah Indonesia dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
Lulusan sekolah ini diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri.
Untuk melengkapi identitas visual Sekolah Garuda, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar sayembara desain logo pada 9–11 Mei 2025. Pemenangnya kemudian diumumkan pada 6 Agustus 2025 lalu.
Baca Juga: Sekolah Garuda, Wujud Nyata Pendidikan Unggul Menuju Generasi Emas 2045
Sosok di Balik Logo Sekolah Garuda
Pemenang sayembara desain logo Sekolah Garuda adalah Diyan Rizqianto, alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri.
Diyan mengaku bersyukur atas pencapaian ini, terlebih karena ini merupakan kemenangan pertamanya di tingkat nasional.
Ia belajar desain grafis secara otodidak dan kini karyanya resmi menjadi bagian dari sejarah Sekolah Garuda.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga. Ini kali pertama saya menjuarai sayembara desain logo di tingkat nasional,” tuturnya, dikutip dari laman Kementerian Agama, Jumat, 10 Oktober 2025.
Baca Juga: Polisi Dalami Peran 2 Tetangga Heryanto Terlibat Pembunuhan Kasir Alfamart Cantik Dina Oktaviani
Pantang Menyerah dan Terus Belajar
Sebelum meraih kemenangan ini, Diyan telah beberapa kali mengikuti lomba desain, namun sering gagal.
Meski sempat terpikir untuk menyerah, ia justru memilih untuk terus belajar dari berbagai sumber seperti buku, komunitas, dan tutorial daring.
Baginya, setiap desain harus memiliki jiwa dan pesan.
Prinsip inilah yang terus ia pegang hingga akhirnya memenangkan sayembara logo Sekolah Garuda. Karya Diyan terpilih dari empat finalis lainnya karena dinilai inovatif, penuh makna, dan kuat secara filosofis.
Baca Juga: Sekolah Garuda, Wujud Nyata Pendidikan Unggul Menuju Generasi Emas 2045
Tantangan dan Filosofi di Balik Logo Garuda
Dalam karyanya, Diyan berupaya menanamkan filosofi pendidikan nasional yang berpijak pada semangat kebangsaan dan visi masa depan.
Logo ciptaannya menampilkan pita merah-putih yang membentuk sosok burung garuda, simbol semangat juang dan kepemimpinan.
“Garuda melambangkan semangat juang, kepemimpinan, dan cita-cita tinggi,” ungkapnya.
Proses perancangan logo ini memakan waktu sekitar tiga hingga empat hari. Menurut Diyan, bagian tersulit bukan pada teknis desain, melainkan pada proses riset dan eksplorasi makna yang mendalam.
“Desain yang baik lahir bukan dari alat, melainkan dari pemahaman yang mendalam,” tegasnya.
Makna Filosofis Logo Sekolah Unggul Garuda
Logo SMA Unggul Garuda merepresentasikan nilai-nilai pembentukan talenta unggul bangsa. Bentuk Garuda yang kokoh dan dinamis menggambarkan karakter juang, kepemimpinan, serta semangat untuk menggapai cita-cita tinggi.
Pita merah-putih yang membentuk Garuda mencerminkan tiga pilar utama:
1. Kepala Garuda, menggambarkan inkubator pemimpin dan prestasi akademik.
2. Sayap Garuda, melambangkan perluasan akses pendidikan dan kesiapan menghadapi transformasi masa depan.
3. Ekor Garuda, mewakili pengabdian kepada masyarakat dan dedikasi untuk memberikan pendidikan berkualitas.
Selain itu, bentuk pena dalam logo tersebut melambangkan peran pendidikan sebagai kunci untuk mengukir masa depan bangsa menuju Indonesia Emas.
Baca Juga: Tampang Vita Amalia, Oknum ASN Kepahiang Bengkulu Ngaku Sakit Usai Viral Injak Al Quran
Harapan untuk Dunia Desain di Kampus Islam
Atas kemenangannya, Diyan berharap agar Sekolah Garuda benar-benar menjadi jembatan pendidikan unggul bagi anak-anak Indonesia, bukan sekadar proyek jangka pendek.
Sebagai alumnus pesantren dan UIN, Diyan juga menyuarakan harapan agar kampus Islam memberi ruang lebih luas bagi kreativitas mahasiswa.
Ia bahkan berharap agar jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dapat hadir di lingkungan UIN.
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa PPA UIN Sunan Kudus 2025 MASIH DIBUKA! Catat Syarat & Cara Daftarnya
“Akan luar biasa kalau ke depan ada jurusan desain komunikasi visual di UIN. Banyak santri dan mahasiswa Islam punya potensi besar di bidang kreatif,” tandasnya. ***




