POJOKSATU.id - Universitas Maritim Raja Ali Haji atau UMRAH terus menunjukkan perkembangan sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di wilayah perbatasan Indonesia.
Kampus yang berlokasi di Provinsi Kepulauan Riau ini memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan Singapura dan Malaysia.
Letaknya yang berada di kawasan perbatasan menjadikan UMRAH memiliki fokus kuat pada pengembangan sumber daya manusia serta riset di bidang kemaritiman.
Baca Juga: 7 Resep Semur Telur Kecap Bango untuk Buka Puasa, Praktis, Gurih, dan Bikin Nagih
Ruang lingkupnya pun cukup luas, mulai dari pendidikan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga kerja sama nasional dan internasional.
Enam Fakultas Unggulan
Sebagai pusat pendidikan tinggi berbasis kemaritiman, UMRAH saat ini memiliki enam fakultas dengan berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional.
Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) menjadi salah satu garda terdepan dalam pengembangan ilmu kelautan.
Baca Juga: Heboh! Dugaan Jalur Haji Tanpa Antre Rp42 Juta Terungkap, KPK Bongkar Skema Kuota Khusus
Fakultas ini berfokus pada eksplorasi, pemanfaatan, serta konservasi sumber daya laut secara berkelanjutan.
Kemudian ada Fakultas Teknik dan Teknologi Kemaritiman (FTTK) yang menawarkan program studi seperti Teknik Perkapalan, Teknik Informatika, Teknik Industri, dan Teknik Sipil.
Fakultas ini berkomitmen melahirkan insinyur yang mampu berinovasi di bidang teknologi kemaritiman sekaligus mendukung transformasi digital sektor tersebut.
Baca Juga: Iran Dikabarkan Mundur dari Piala Dunia 2026, Donald Trump: Saya Tak Yakin Kehadiran Mereka Pantas
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) memiliki fokus pada pengembangan ekonomi maritim.
Para mahasiswa dibekali kemampuan di bidang manajemen bisnis, akuntansi, bisnis digital, hingga kewirausahaan yang berbasis potensi kelautan.
Sementara itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga pendidik yang berkualitas dengan wawasan kemaritiman.
Baca Juga: BPBD Jabar Siapkan 82 Posko Mudik Lebaran untuk Antisipasi Bencana
Tujuannya tentu untuk membangun generasi yang memiliki kecintaan terhadap dunia bahari.
Ada pula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang mengkaji berbagai persoalan sosial, politik, dan administrasi di wilayah pesisir serta kawasan perbatasan.
Lulusan fakultas ini diharapkan mampu merumuskan kebijakan publik yang efektif bagi pembangunan maritim.
Selain lima fakultas tersebut, UMRAH juga memiliki Fakultas Kedokteran (FK) sebagai fakultas baru.
Baca Juga: Sejarah Universitas Musamus Merauke, Dari STTM hingga Menjadi Perguruan Tinggi Negeri di Papua
Fakultas ini bertujuan menghasilkan dokter yang memiliki kompetensi sekaligus pemahaman khusus tentang kesehatan di wilayah kepulauan.
Pusat Riset dan Inovasi Kemaritiman
UMRAH juga aktif mengembangkan riset dan inovasi melalui berbagai pusat studi.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menjadi motor utama yang mengkoordinasikan berbagai penelitian unggulan.
Riset yang dilakukan umumnya berfokus pada beberapa bidang strategis.
Baca Juga: AI Pomelli dari Google Kini Hadir di Indonesia, Bantu UMKM Buat Konten Promosi Lebih Cepat
Di antaranya teknologi kemaritiman untuk sektor perikanan dan pelayaran, pengelolaan sumber daya pesisir dan laut, kebijakan tata kelola maritim, hingga penelitian sosial ekonomi masyarakat pesisir.
Pengabdian untuk Masyarakat Pesisir
Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, UMRAH juga aktif menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini umumnya berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.
Baca Juga: AI Pomelli dari Google Kini Hadir di Indonesia, Bantu UMKM Buat Konten Promosi Lebih Cepat
Program yang dijalankan antara lain pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di sektor perikanan dan pariwisata bahari.
Selain itu, terdapat pula kegiatan penyuluhan mengenai konservasi laut, kesehatan masyarakat, serta pendidikan bagi warga pesisir.
Mahasiswa juga terlibat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang langsung diterjunkan ke desa-desa pesisir.
Baca Juga: AI Pomelli dari Google Kini Hadir di Indonesia, Bantu UMKM Buat Konten Promosi Lebih Cepat
Melalui kegiatan ini, mahasiswa ikut membantu mengidentifikasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Memperluas Kerjasama Nasional dan Internasional
Untuk memperkuat perannya sebagai kampus maritim, UMRAH menjalin berbagai kerja sama strategis.
Di tingkat nasional, kampus ini bermitra dengan pemerintah daerah, industri maritim, serta perguruan tinggi lain di Indonesia.
Baca Juga: Kabar Terbaru PM Benjamin Netanyahu, Sebut Iran Tidak Lagi Sama Setelah Dua Minggu Dibom
Sementara di tingkat internasional, UMRAH juga menjalin hubungan dengan universitas dan lembaga riset di negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga penyelenggaraan seminar internasional.
Visi dan Peran UMRAH
UMRAH memiliki visi menjadi pusat kecemerlangan pendidikan tinggi, riset, mari-sociopreneurship, serta tamadun maritim di kawasan ASEAN.
Baca Juga: Tiga Mahasiswa ITB Juara KAI Ideation Challenge dengan Inovasi Penangkap Karbon untuk Kereta Api
Untuk mencapai visi tersebut, kampus ini menjalankan berbagai misi strategis di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat berbasis kemaritiman.
Selain itu, UMRAH juga bertujuan menciptakan pendidikan yang berkualitas dengan memadukan konsep sains dan nilai budaya Melayu dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Tugas dan Fungsi UMRAH
Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 8 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Maritim Raja Ali Haji, kampus ini memiliki tugas menyelenggarakan pendidikan akademik serta dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi dan profesi sesuai ketentuan yang berlaku.
Adapun fungsinya meliputi pelaksanaan dan pengembangan pendidikan tinggi, penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengabdian kepada masyarakat, pembinaan sivitas akademika, hingga pelaksanaan kegiatan administrasi.
Perjalanan UMRAH menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat lahirnya gagasan dan solusi bagi masa depan.
Dari wilayah perbatasan Indonesia, kampus ini perlahan menegaskan perannya sebagai penggerak kemajuan maritim sekaligus harapan baru bagi generasi muda di kawasan pesisir.***




