POJOKSATU.ID - Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di wilayah Laut Flores hari ini langsung memicu pengeluaran status Peringatan Dini Tsunami oleh BMKG.

Sistem peringatan dini bencana laut di Indonesia sendiri mengenal tiga tingkat ancaman utama berdasarkan estimasi ketinggian gelombang.

Kategori terkecil adalah status Waspada atau Tsunami Advisory untuk perkiraan gelombang di bawah 0,5 meter.

Sementara itu tingkatan tertinggi dinamakan Awas atau Tsunami Major Warning jika gelombang diprediksi melampaui 3 meter.

Baca Juga: Sempat Berstatus Siaga Tsunami, Wilayah Pesisir NTT dan Sulsel Diprediksi Diterjang Gelombang Hingga 3 Meter

Pada kejadian gempa NTT pagi ini, otoritas resmi sempat menetapkan status Tsunami Warning atau Siaga Tsunami.

Status Siaga ini diterbitkan ketika pemodelan matematika menunjukkan potensi gelombang laut berada di kisaran 0,5 hingga 3 meter.

Penetapan kriteria ini menjadi acuan vital bagi pemerintah daerah untuk menentukan respons kedaruratan di lapangan.

Penetapan status bahaya laut tidak dilakukan secara sembarangan melainkan berdasarkan analisis kedalaman dan magnitude gempa.

Baca Juga: BMKG Catat Kenaikan Muka Air Laut, Potensi Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Titik Pesisir NTT dan Sulawesi

Ketika gempa dangkal berdaya guncang besar terjadi di laut, potensi perpindahan massa air akan langsung dihitung.

Skala Tsunami Warning bertindak sebagai sinyal bahaya menengah yang mewajibkan warga pesisir untuk tidak berdiam diri.

Mekanisme penetapan standar ini terbukti efektif dalam meminimalkan kepanikan tanpa mengurangi tingkat kewaspadaan.

Pemahaman atas pengkategorian status ini sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa.

Dengan mengenali arti dari status yang dirilis, warga dapat mengambil keputusan evakuasi secara lebih tepat.

Pembaruan informasi mengenai status ini terus disiarkan secara berkala hingga kondisi perairan dinyatakan benar-benar aman.***