POJOKSATU.id – Tes substantif PPG dikenal memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi.
Banyak peserta yang mengaku bahwa soal-soalnya tidak lagi sekadar menguji hafalan teori, tetapi lebih menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills).
Tidak sedikit guru yang terkejut ketika mendapati soal-soal bersifat analitis, evaluatif, bahkan aplikatif dalam konteks kelas yang kompleks.
Baca Juga: Heboh Daging Ayam Beraroma Tak Sedap, Puluhan Murid di Bogor Dilarikan ke Puskesmas
Pertanyaannya, mengapa soal HOTS mendominasi tes substantif PPG?
Apakah ini memang bagian dari standar nasional, atau hanya cara untuk menyulitkan peserta?
Faktanya, penggunaan HOTS memiliki dasar kuat yang terkait dengan kompetensi guru profesional yang ingin diwujudkan oleh pemerintah.
Baca Juga: Apa yang Dinilai dari RPP Saat UKIN PPG? Ini Standar Resminya
Artikel ini menjelaskan alasan lengkap mengapa HOTS menjadi fokus utama dalam tes substantif PPG, serta apa kompetensi yang ingin diuji melalui model soal tersebut.
Tes Substantif PPG Mengukur Kompetensi Guru Secara Mendalam
Tes substantif bukan hanya seleksi administratif, melainkan upaya untuk memastikan calon peserta PPG benar-benar memiliki kemampuan dasar yang layak untuk mengikuti perkuliahan.
Karena itu, karakter soalnya didesain untuk:
1. menguji pemahaman konsep,
2. melihat kemampuan berpikir kritis,
3. mengukur kemampuan menerapkan teori,
4. menguji cara guru menyelesaikan masalah kelas.
Dengan kata lain, soal HOTS dipilih karena lebih akurat dalam menggambarkan kualitas pemahaman seseorang, bukan sekadar hafalan.
HOTS Selaras dengan Kurikulum Merdeka yang Berbasis Kompetensi
Salah satu alasan utama soal substantif didominasi HOTS adalah karena pendidikan Indonesia saat ini mendorong pembelajaran berbasis kompetensi.
Baca Juga: Heboh! di Madura Penemuan Gua di Pamekasan Diklaim Tembus Makassar, Benarkah?
Kurikulum Merdeka menuntut guru:
1. mengembangkan keterampilan berpikir kritis,
2. membimbing siswa pada pemecahan masalah,
3. melakukan asesmen formatif dan reflektif,
Baca Juga: Misi Kemanusiaan ke Gaza, Menhan Siapkan 20.000 Prajurit Berkeahlian Khusus
4. merancang pembelajaran aktif dan kontekstual.
Jika guru sendiri hanya mampu menghafal teori, maka sulit membimbing siswa mencapai kemampuan abad 21.
Karena itu, tes substantif wajib selaras dengan tuntutan kompetensi tersebut.
HOTS Menguji Kemampuan Guru Menghadapi Situasi Nyata
Banyak soal substantif berbentuk studi kasus. Model ini digunakan untuk melihat:
1. kemampuan guru menganalisis akar masalah,
2. kemampuan menentukan solusi pedagogis,
3. kemampuan memilih strategi yang paling relevan,
4. kemampuan mempertimbangkan aspek sosial, psikologis, dan akademik siswa.
Soal-soal seperti ini tidak dapat dijawab dengan hafalan.
Baca Juga: Heboh Video BPOM Razia Minuman Siap Saji, Benarkah Power F dan Ale-Ale Berbahaya untuk Anak?
Peserta harus memahami konteks kelas, karakteristik siswa, dan prinsip pedagogik.
Karena itu, HOTS menjadi cara paling efektif untuk melihat kesiapan guru menghadapi situasi nyata.
Soal HOTS Menjadi Filter Seleksi Peserta PPG
Tes substantif berfungsi sebagai filter awal untuk melihat siapa guru yang benar-benar siap mengikuti PPG.
Baca Juga: Side Job yang Cocok untuk Gen Z! Peluang Tambahan Penghasilan di Era Digital
Program PPG memerlukan peserta yang memiliki dasar kuat dalam:
1. literasi pedagogik,
2. literasi profesional,
3. kemampuan analisis,
4. interpretasi data pembelajaran.
Peserta dengan kemampuan berpikir rendah umumnya akan kesulitan mengikuti rangkaian PPG, terutama saat menyusun perangkat ajar dan menghadapi UKIN.
Karena itu, tes substantif menggunakan HOTS untuk memilih peserta yang siap secara kognitif.
HOTS Membantu Membedakan Peserta dengan Pemahaman Mendalam
Dibandingkan soal LOTS (Lower Order Thinking Skills), soal HOTS mampu membedakan antara guru yang:
1. hanya tahu teori dasar,
2. memahami konsep secara komprehensif,
3. mampu menghubungkan teori dengan praktik,
4. mampu melihat hubungan sebab–akibat dalam pembelajaran.
Inilah yang membuat skor tes substantif benar-benar mencerminkan kualitas pemahaman peserta.
Tes Substantif Memprioritaskan Proses Berpikir, Bukan Jawaban Instan
Pada soal substansi, sering kali terdapat dua pilihan jawaban yang sama-sama benar secara teori, tetapi hanya satu yang paling tepat secara konteks.
Inilah esensi HOTS: menguji cara guru mempertimbangkan pilihan, bukan hanya memilih jawaban cepat.
Dengan model seperti ini, peserta belajar untuk:
1. membaca soal dengan teliti,
2. mengidentifikasi masalah inti,
3. mengevaluasi setiap pilihan,
4. memilih tindakan yang paling profesional.
Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam pembelajaran modern.
HOTS Bukan Untuk Menyulitkan, Melainkan Menguatkan Kompetensi Guru
Soal HOTS pada tes substantif PPG bukan dimaksudkan untuk mempersulit guru, melainkan untuk memastikan bahwa calon peserta benar-benar siap menjadi pendidik profesional.
Dengan mengutamakan soal analitis dan kontekstual, pemerintah ingin memastikan guru mampu menghadapi tantangan pembelajaran abad 21 yang jauh lebih kompleks.
Pada akhirnya, guru yang terbiasa berpikir kritis melalui latihan HOTS akan lebih mudah menjalani PPG dan lebih siap menjadi pendidik yang berkualitas di lapangan.***




