POJOKSATU.ID - Kementerian Sosial menjabarkan secara terperinci mengenai adanya kesenjangan yang besar antara kebutuhan riil di lapangan dan ketersediaan pagu anggaran awal.

Salah satu contoh nyata yang dipaparkan adalah alokasi untuk program graduasi Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi.

Pagu anggaran lama yang tersedia ternyata hanya mampu membiayai sekitar 10 ribu Kepala Keluarga saja dalam setahun.

Padahal, jika merujuk pada dokumen target nasional, kementerian membutuhkan kuota untuk sekitar 390 ribu penerima manfaat per tahunnya.

Baca Juga: Skema Ketat Penyaluran Bansos Kemensos Berbasis Verifikasi Satgas PRR dan Badan Pusat Statistik

Masalah serupa juga menimpa sektor pendidikan di bawah kendali kementerian melalui program Sekolah Rakyat.

Dana pagu awal yang dialokasikan untuk Sekolah Rakyat tercatat berada di angka Rp4,9 triliun.

Namun, setelah dihitung kembali secara mendalam, terdapat kekurangan anggaran yang cukup masif sebesar Rp3,64 triliun.

Defisit anggaran tersebut sangat dibutuhkan untuk membiayai operasional lebih dari 100 ribu siswa yang aktif bersekolah.

Baca Juga: Melampaui Target Kuota: Puluhan Ribu Anak Rentan Terjangkau Program Sekolah Rakyat Kemensos

Kondisi ini menjadi beban moral mengingat program tersebut berjalan atas dasar mandat langsung dari Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2025.

Terlebih lagi, program pemula ini sebenarnya sedang menunjukkan berbagai kemajuan positif yang sangat patut untuk dicatat kelanjutannya.

Kerawanan anggaran yang paling mengkhawatirkan justru terjadi pada sektor pelayanan bagi kelompok masyarakat rentan.

Layanan khusus untuk kaum lanjut usia dan penyandang disabilitas tunggal miskin bahkan sama sekali belum teralokasikan dalam pagu indikatif awal.

Dampaknya, sebanyak 1,46 juta jiwa kelompok rentan tersebut terancam kehilangan kesempatan mendapatkan bantuan langsung yang berkelanjutan dari negara.

Beruntung, melalui penjelasan komprehensif ini, Komisi VIII DPR RI bersedia menyetujui total kekurangan dana sekitar Rp22,49 triliun demi menutup semua celah tersebut.***