POJOKSATU.id, PEMERINTAH bersiap meluncurkan program pendidikan ambisius bernama Sekolah Unggulan Garuda, sebuah gagasan dari Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk mencetak siswa berprestasi dengan daya saing global.

Melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), sekolah ini akan menjadi wadah bagi pelajar terbaik Indonesia untuk berkembang dalam lingkungan belajar berstandar internasional.

Wakil Menteri Kemendiktisaintek, Stella Crishtie, menjelaskan bahwa sekolah unggulan ini akan mulai beroperasi tahun ini, dan pembangunannya difokuskan di wilayah pelosok Indonesia.

Baca Juga: Tiga Model Sekolah di Indonesia, Apa Bedanya Konsep Sekolah Rakyat, Sekolah Unggulan Garuda, dan Sekolah Biasa

“Skema pembiayaan akan dibuat adil dan efisien, agar siswa dari ekonomi bawah dan atas bisa hidup berdampingan. Tidak semua siswa ditanggung negara, agar program ini efektif dan berkeadilan,” ujar Stell.

Dua Jenis Sekolah Garuda

Stella menjelaskan, Sekolah Unggulan Garuda dibagi menjadi dua jenis, yaitu Sekolah Garuda Transformasi dan Sekolah Garuda Baru.

Sekolah Garuda Transformasi merupakan hasil pemberdayaan sekolah-sekolah berkualitas yang sudah ada dan siap berjalan tahun ini.

Sedangkan Sekolah Garuda Baru akan dibangun dari nol, dengan target menerima peserta didik pertama pada tahun ajaran 2026/2027.

Baca Juga: Sekolah Garuda, Wadah Talenta Muda Menuju Generasi Indonesia Berkelas Dunia, Bappenas Tegaskan Tanpa Batasan Ekonomi

Meski keduanya sama-sama dirancang untuk menyiapkan siswa bersaing di tingkat global, ada perbedaan dalam sistem dan kurikulumnya.

Sekolah Garuda Transformasi tetap menggunakan sistem pembelajaran yang telah berjalan, karena sekolah yang dipilih sudah memiliki reputasi nasional maupun internasional.

Beberapa bahkan menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB) yang peluang siswanya diterima di kampus top dunia mencapai 30 persen.

Fokus di Wilayah Pelosok

Program ini tak hanya berbicara soal prestasi akademik, tapi juga soal pemerataan pendidikan. Pemerintah menegaskan, pembangunan Sekolah Garuda difokuskan di daerah pelosok yang masih kekurangan akses pendidikan menengah berkualitas.

“Hingga kini kami sudah melakukan kunjungan ke Soe di Nusa Tenggara Timur, Belitung Timur, dan Nabire di Papua Tengah,” ungkap Stella.

Baca Juga: Pengamat Politik Ungkap Polling Geliat Pilpres 2029, Prabowo-Purbaya Tanda Tanya, Kalahkan Pamor Mr J

Ia menambahkan, Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan menjadi salah satu lokasi prioritas yang dipilih langsung oleh Presiden Prabowo karena sangat membutuhkan kehadiran sekolah unggulan. Bahkan, surat hibah lahan untuk pembangunan sekolah tersebut telah diterima Kemendiktisaintek.

12 Sekolah Garuda Transformasi Mulai Jalan

Sebanyak 12 sekolah telah ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi dan siap beroperasi tahun ajaran ini.

Daftar sekolah tersebut di antaranya SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, SMA Unggul Del Sumatera Utara, MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (Sumatera Selatan), SMAN Unggulan MH Thamrin (DKI Jakarta), serta SMA Cahaya Rancamaya (Jawa Barat).

Selain itu, ada pula SMA Pradita Dirgantara dan SMA Taruna Nusantara (Jawa Tengah), SMAN Banua (Kalimantan Selatan), SMAN Siwalima Ambon (Maluku), SMAN 10 Samarinda (Kalimantan Timur), MAN Insan Cendekia (Gorontalo), dan MA Averos (Papua Barat Daya).

Tujuan besar dari sekolah-sekolah ini, kata Stella, adalah menciptakan peluang sebesar-besarnya agar setiap individu mampu mencapai potensi maksimalnya.

Baca Juga: BRI Hadirkan Pengalaman Musik Kelas Dunia Lewat Konser Babyface, Tiket Diskon 25 Persen Lewat BRImo!

Tradisi Baik Tetap Dipertahankan

Kemendiktisaintek menegaskan tidak akan mengubah tradisi, kurikulum, atau kehidupan berasrama yang telah menjadi ciri khas sekolah-sekolah Garuda Transformasi.

“Tidak akan ada perubahan dari sistem belajar dan kehidupan sekolah yang sudah berjalan baik. Kami hanya memberikan asistensi dan pembinaan agar kualitasnya makin optimal,” lanjut Stella.

Menurutnya, program ini bukan tentang membuat sekolah baru dengan kualitas sama di banyak daerah, melainkan memfasilitasi sekolah-sekolah yang memiliki potensi unik agar bisa berkembang sesuai karakter masing-masing.

Cetak Lulusan untuk Kampus Top Dunia

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, Chacha Annisa, menegaskan Sekolah Garuda akan menjadi salah satu strategi nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan menengah.

Baca Juga: Nakes, Para Dokter, Manajemen Perusahaan Ketahui Kondisi Kesehatan Petugas Kebersihan Publik, Peran Vitamin D dan Aspek Psikososial Dibahas di Sini!

“SMA Garuda diharapkan bisa menghasilkan lulusan yang mampu menembus universitas-universitas terbaik dunia,” kata Chacha.

Ia menambahkan, pemerintah akan fokus pada tiga aspek utama dalam pengelolaan Sekolah Garuda, yakni pembinaan siswa, pelatihan guru, dan penguatan manajemen sekolah.

Landasan hukum pendirian Sekolah Unggulan Garuda tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan pengelolaan SMA Unggul Garuda serta digitalisasi pembelajaran.

Baca Juga: Ibu Korban Dina Oktaviani Bantah Pengakuan Pelaku, Ungkap Anaknya Sengaja Dijebak ke Rumah Sepi

Dengan langkah besar ini, Indonesia berharap dapat menyiapkan generasi emas yang tak hanya berprestasi di dalam negeri, tapi juga mampu bersaing di tingkat global. ***