POJOKSATU.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa keberadaan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak menggantikan nilai rapor dalam proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Mu'ti memastikan, pada SNBP 2026 nilai rapor tetap menjadi komponen utama penilaian. Sementara itu, nilai TKA hanya berfungsi sebagai penguat objektivitas dan standardisasi penilaian prestasi akademik siswa.

“Sehingga TKA berfungsi sebagai bagian dari penguatan obyektivitas dan standardisasi penilaian prestasi akademik dalam jalur SNBP tanpa menggantikan peran rapor dan prestasi lainnya,” kata Mu'ti dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR yang disiarkan secara daring, Rabu, 21 Januari 2026.

Baca Juga: BKN Buka Suara 'Relokasi PPPK Bisa Selesai 5 Hari', Kepala Daerah Diminta Tak Ragu

Ia menjelaskan, nilai TKA kini telah terintegrasi langsung dengan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sejak 5 Januari 2026.

Integrasi ini dilakukan untuk mendukung proses persiapan SNBP, khususnya dalam penetapan siswa yang dinyatakan eligible.

“Nilai TKA telah terintegrasi secara host-to-host dengan sistem PDSS, sehingga digunakan oleh Satuan Pendidikan sebagai bagian dari proses penetapan siswa yang memenuhi kriteria atau eligible SNBP 2026 secara akuntabel dan transparan,” ujarnya.

Meski demikian, Mu'ti mengingatkan bahwa siswa yang tidak memiliki nilai TKA tetap memiliki kesempatan masuk perguruan tinggi negeri.

Baca Juga: Indeks Sekolah, Ini Pengaruhnya di SNBP 2026, Pahami Cara Membaca Peluang dan Strategi Siswa

Pasalnya, jalur seleksi masuk PTN tidak hanya melalui SNBP, tetapi juga tersedia jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) serta jalur mandiri yang diselenggarakan masing-masing kampus.

Ia juga menyoroti fakta bahwa daya tampung SNBP merupakan yang paling kecil dibandingkan jalur lainnya.

“SNBT dan jalur Mandiri dengan proporsi daya tampung yang relatif seimbang dan bahkan lebih besar dari SNBP,” ungkap Mu'ti.

Lebih jauh, Mu'ti menegaskan bahwa kebijakan TKA sama sekali tidak dimaksudkan untuk membatasi akses siswa ke pendidikan tinggi.

Justru sebaliknya, TKA dihadirkan untuk memperkuat kualitas dan objektivitas seleksi jalur prestasi.

Baca Juga: TKA SD-SMP 2026 Dibuka, Ini Jadwal, Mekanisme Pendaftaran dan Cara Ikut Simulasinya

“Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah bahwa kebijakan TKA bertujuan memperkuat kualitas dan objektifitas seleksi jalur prestasi tanpa membatasi akses pendidikan tinggi bagi peserta didik secara keseluruhan,” jelasnya.

Dengan penegasan ini, siswa dan orang tua diharapkan tidak salah memahami peran TKA dalam SNBP 2026.

Nilai rapor tetap menjadi fondasi utama, sementara TKA hadir sebagai pelengkap agar proses seleksi berjalan lebih adil dan akuntabel. ***