POJOKSATU.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) mencatatkan prestasi gemilang dalam kualitas layanan publik sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Pemangku Kepentingan (SSS) terbaru, indeks kepuasan nasional kementerian ini menyentuh angka 88,70.
Pencapaian tersebut masuk dalam kategori Sangat Baik dan mengalami kenaikan sebesar 1,27 poin jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.
Keberhasilan Program Unggulan Salah satu sorotan utama dalam survei ini adalah Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).
Baca Juga: Catat Prosedurnya! Kemdikdasmen Pastikan Penyaluran Internet Satelit Gratis Tanpa Pungutan Biaya!
Program tersebut berhasil menempati posisi teratas dalam kualitas layanan dengan skor 3,94 berdasarkan analisis kesenjangan.
Angka ini mengindikasikan bahwa pelayanan yang diberikan oleh program ADEM telah melampaui harapan para pemangku kepentingan.
Selain ADEM, beberapa program lain juga menunjukkan performa luar biasa, seperti Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama yang meraih nilai kepuasan tertinggi mencapai 98,41.
Dampak Nyata di Wilayah Tertinggal Program digitalisasi pembelajaran dan revitalisasi satuan pendidikan juga mendapatkan respons positif dari masyarakat.
Baca Juga: Didominasi 6.868 Sekolah Dasar, Ribuan Satuan Pendidikan Kini Terkoneksi Internet Satelit Gratis
Menariknya, sekitar 61 persen warga di wilayah tertinggal merasakan manfaat nyata dari program digitalisasi.
Tidak hanya itu, inisiatif lain seperti Kurikulum, MPLS Ramah, hingga Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat turut dianggap berdampak besar bagi penduduk di daerah-daerah terpencil.
Peningkatan Layanan Pengaduan Aspek komunikasi publik melalui Unit Layanan Terpadu (ULT) juga menunjukkan tren positif. Sebagai garda terdepan informasi, ULT mendapatkan predikat Sangat Baik dengan skor 92,50.
Penilaian tertinggi diberikan pada perilaku para petugas pelaksana di lapangan, yang mencerminkan profesionalisme dalam melayani masyarakat.
Metodologi Survei Data kepuasan ini dikumpulkan oleh PT Sigma Research Indonesia melalui riset yang melibatkan 9.000 responden di 38 provinsi selama periode November hingga Desember 2025.
Survei yang mencakup 66 program unggulan ini dilakukan melalui kombinasi wawancara tatap muka dan sambungan telepon.
Hasil ini dipandang sebagai bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi basis data penting bagi pemerintah untuk terus melakukan perbaikan layanan pendidikan secara berkelanjutan di masa depan.***
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala




