POJOKSATU.ID - Ada mekanisme baru dalam penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun 2025.
Sejak Maret 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan TPG langsung ke rekening guru.
Sebelumnya, alur transfer mulai dari Kementerian Keuangan lalu Pemerintah Daerah (Pemda) baru ke guru.
Baca Juga: Harga Emas Merangkak Naik, Termasuk Emas Antam Batangan
Tunjangan ini tak cuma untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Tetapi juga untuk mencukupi kebutuhan harian hingga keperluan keluarga di rumah.
Begitu pula dengan guru-guru di Purbalingga, Jawa Tengah memanfaatkan uang TPG-nya kembali ke dunia pendidikan.
Misalnya, peningkatan kualitas pendidikan untuk menunjang kegiatan siswa.
Baca Juga: Polemik 4 Pulau Aceh Menyasar Pribadi Ketua DPRD Sumut, Analis Politik: Stop Narasi Sesat
"Kami juga menggunakannya untuk menunjang kinerja kami itu, misal untuk laptop itu kan kebutuhan mendidik anak. Jadi kami pemanfaatan TPG untuk seperti itu selain tentu kebutuhan di rumah," kata guru SMPN 1 Purbalingga, Kusman Supriyatno, dikutip Senin (16/6/2025).
Sementara itu, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMPN 5 Negeri Purbalingga, Rina Eka Yulianti, juga serupa.
Uang yang ia dapatkan digunakan untuk memfasilitasi anak didik.
Baca Juga: Polemik 4 Pulau Aceh Masuk Sumut, Tom: Strategi Geng Solo Dapat Perlawanan Sengit Rakyat Aceh
"Misal anak-anak kami ini futsal di luar sekolah dan itu menyewa lapangan. Futsal ini kan tidak ada pada capaian belajar, tapi karena ini positif dan anak-anak senang, itu saya ya bantu mereka buat bayar sewa lapangan dan beli minumnya," ungkap Rina
Lebih lanjut, Kepala Sekolah SDN 1 Pagerandong, Hastin Widiyanti, fokus menggunakan TPG untuk peningkatan kapasitas diri.
Sebagai kepala sekolah, ia kembali studi S2 serta mengambil pelatihan.
Baca Juga: Pengakuan Pelaku Pembunuhan dan Penculikan Bocah di Singkawang Bikin Merinding
"Kapasitas kita penting untuk bisa meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami, meningkatkan kemampuan mengajar kami," sebut Hastin.
Guru-guru ini menyambut baik program transfer langsung tunjangan ke rekening guru. Pasalnya, selama ini transfer lewat dinas sering kali terhambat penyalurannya.
"Sekarang lebih tepat waktu karena langsung. Dan prosesnya juga mudah kami hanya diminta untuk konfirmasi kepemilikan rekening. Prosedurnya itu saja," ujar Yohana Kristianti.
Baca Juga: Kemendikdasmen Langsung Pantau Sekolah SPMB 2025/2026 Makin Ketat!
Para guru-guru ini berharap agar pencairan transfer langsung dapat ditingkatkan. Saat ini, proses pencairan masih dilakukan rapel per tiga bulan.
"Harapannya mudah-mudahan cairnya setiap bulan. Ini program yang sangat memihak sekali bagi guru, itu yang kami rasakan," tutup Hatin. ***




