POJOKSATU.id — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali membuka pendaftaran pendidikan vokasi untuk tahun 2026.

Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin menempuh pendidikan berbasis industri, mulai dari tingkat SMK hingga politeknik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penguatan pendidikan vokasi sebagai dasar pembangunan sumber daya manusia di sektor industri.

Baca Juga: Cadangan Uranium Terbesar di Dunia Ternyata Dimiliki Negara Tetangga Indonesia

Ia menjelaskan bahwa pendidikan vokasi dijadikan prioritas nasional agar para lulusan memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di pasar global.

"Bapak Presiden menekankan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi prioritas nasional agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun pasar global," ujarnya.

Proses penerimaan peserta didik baru dilakukan melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS).

Baca Juga: Hidung Mancung usai Oplas, Rina Nose Pastikan Tetap Gunakan Nama Panggung yang Sama

Program ini terbagi menjadi tiga jalur utama, yaitu JARVIS Bersama, JARVIS Mandiri, dan JARVIS Prestasi.

JARVIS Bersama merupakan sistem pendaftaran terintegrasi yang dilaksanakan secara serentak oleh seluruh unit pendidikan Kemenperin.

Melalui jalur ini, proses pendaftaran hingga pelaksanaan tes dilakukan pada waktu yang sama di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Kakak Tak Terlihat Saat Demo Besar Menyoal Gaya Hidup Adiknya Gubernur Kaltim, Tujuh Fraksi Setuju

Untuk jadwalnya, pendaftaran JARVIS Bersama pada jenjang politeknik dan akademi komunitas dibuka mulai 6 April hingga 5 Juni 2026.

Sedangkan untuk jenjang SMK, pendaftaran berlangsung dari 6 April sampai 15 Mei 2026.

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi Kemenperin.

Sementara itu, JARVIS Mandiri dan JARVIS Prestasi diselenggarakan oleh masing-masing unit pendidikan dengan jadwal yang menyesuaikan kebijakan internal kampus atau sekolah tujuan.

Baca Juga: Ranperda Perilaku Seksual Berisiko di Bandung Mandek, DPRD Fokus pada Perlindungan dan Pemulihan Korban

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh langsung dari institusi yang dituju.

Saat ini, Kemenperin membina sebanyak 22 unit pendidikan vokasi yang terdiri dari 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK vokasi industri.

Setiap tahun, lembaga ini menghasilkan lulusan yang siap kerja dan memiliki keterkaitan kuat dengan kebutuhan dunia usaha serta industri.

Sebagian besar lulusan bahkan langsung terserap ke dunia kerja, sementara sisanya umumnya memperoleh pekerjaan dalam waktu paling lama enam bulan setelah lulus.

Baca Juga: Bimsalabim! Gibran Datang Menu MBG Mendadak Mewah Tambah Rendang, Korwil Bilang Kedatangan Wapres gak Ngaruh

Menariknya, seluruh proses pendaftaran JARVIS tidak dikenakan biaya alias gratis.

Namun, biaya pendidikan selama masa studi tetap mengikuti kebijakan masing-masing unit pendidikan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyampaikan bahwa lulusan vokasi Kemenperin dibekali kemampuan teknis sekaligus kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi industri.

Ia mengungkapkan bahwa tingkat penyerapan lulusan pada tahun 2025 mencapai 68 persen sesaat setelah kelulusan.

Angka tersebut diperkirakan meningkat hingga 100 persen dalam waktu enam bulan setelah lulus.

Baca Juga: Bimbingan Skripsi Tidak Boleh di Luar Kampus, Ada Relasi Kuasa, Wamen Bongkar Modus yang Berulang

"Tingkat serapan lulusan ke industri pada tahun 2025 mencapai 68 persen sesaat setelah lulus, dan diproyeksikan mencapai 100 persen dalam waktu enam bulan setelah kelulusan," ungkapnya.

Program ini diharapkan mampu menjadi solusi dalam mencetak tenaga kerja industri yang kompeten sekaligus menjawab kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.***