POJOKSATU.id — Buat kamu yang sekarang duduk di kelas 12 SMA atau SMK dan sedang bersiap melanjutkan studi ke perguruan tinggi tahun depan, sekolah kedinasan bisa menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan.
Meski begitu, ada hal penting yang harus kamu pahami sejak awal, yaitu tidak semua sekolah kedinasan memberikan ikatan dinas kepada tarunanya.
Artinya, ada sejumlah kampus kedinasan yang lulusannya tidak otomatis diangkat menjadi CPNS di kementerian atau lembaga yang menaungi perguruan tinggi tersebut.
Baca Juga: Pasokan MBG Membengkak, BGN Ajak Daerah Aktifkan Lahan Warga
Salah satu contoh sekolah kedinasan yang menerapkan sistem non-ikatan dinas adalah Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Perguruan tinggi ini berada di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan memiliki sejarah panjang sejak tahun 1963, ketika masih dikenal sebagai Akademi Agraria.
Selama puluhan tahun, STPN telah melahirkan ribuan lulusan yang kini berkiprah di berbagai sektor pertanahan di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Polri Kalah Cepat dari Damkar! Wakapolri Akui Layanan 110 Masih Lemot, Publik Kian Geram
Bagi kamu yang berminat mendaftar ke STPN pada tahun 2026, penting untuk memahami program studi yang tersedia.
Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) tahun 2025, STPN menawarkan dua pilihan program, yaitu Diploma IV Pertanahan dan Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral.
Kedua jurusan ini menjadi pintu masuk bagi calon taruna untuk mendalami dunia pertanahan dan pemetaan yang sangat dibutuhkan saat ini.
Seleksi masuk STPN dilakukan secara nasional dan langsung dikelola oleh Kementerian ATR/BPN.
Baca Juga: Hayo Terungkapkan 67 Persen Kapolsek Dinilai Merah, Wakapolri Bongkar Masalah Kinerja di Lapangan
Penilaiannya mencakup nilai rapor, prestasi akademik maupun non-akademik terbaik, serta portfolio seni rupa, desain, atau kriya bagi pendaftar yang berasal dari bidang tersebut.
Selain itu, calon taruna juga dapat memilih jalur pendaftaran yang sesuai dengan latar belakang masing-masing, yaitu Jalur Umum atau Jalur Kerjasama.
Memahami jurusan, mekanisme seleksi, dan sistem non-ikatan dinas yang diterapkan akan membantu kamu mempertimbangkan STPN sebagai langkah awal menuju karier di bidang pertanahan dan pemetaan.
Dari sisi peluang masa depan, lulusan STPN memiliki prospek kerja yang cukup luas meskipun tidak langsung diangkat sebagai CPNS.
Baca Juga: Geger Ramai-Ramai Tidur di Stasiun Cikarang, Ada Apa Sebenarnya?
Kompetensi di bidang pertanahan dan pengukuran memberi kesempatan untuk bekerja sebagai tenaga teknis di kantor pertanahan daerah dan surveyor pemetaan di instansi pemerintah maupun swasta.
Prospek kerja lainnya, yakni di konsultan pertanahan dan agraria, hingga staf administrasi pertanahan di sektor perkebunan, pertambangan, dan properti.
Selain itu, lulusan juga dapat berkecimpung di bidang pemetaan, GIS, dan pengukuran tanah, terlibat dalam riset tata ruang, hingga tetap memiliki peluang mengikuti seleksi CPNS atau PPPK sesuai formasi yang dibuka setiap tahun.
Keahlian teknis yang spesifik membuat lulusan STPN menjadi sumber daya yang banyak dicari dalam berbagai proyek pertanahan dan tata ruang di Indonesia.***




