POJOKSATU.id — Bapak ibu guru, pernahkah terlintas pertanyaan mengapa dalam mendukung school well-being (kesejahteraan sekolah) kita perlu melibatkan banyak pihak?
Pertanyaan ini muncul di Modul 2 pelatihan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu 2025.
Jawabannya sederhana tapi mendalam: karena sekolah adalah sebuah ekosistem yang terdiri dari banyak unsur.
Ada guru, siswa, kepala sekolah, tenaga kependidikan, orang tua, hingga masyarakat sekitar.
Semua memiliki peran penting dalam membangun suasana belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan.
Tanpa adanya kolaborasi, upaya membangun school well-being bisa terpecah dan kurang berdampak.
Baca Juga: Mendalami CASEL, Jangan Terjebak Teori, Simak Sebelum Lakukan Implementasi di PPG Guru Tertentu
Sebaliknya, jika semua pihak bersinergi, akan tumbuh rasa kebersamaan, komunikasi terbuka, dan rasa memiliki yang kuat. Hasilnya?
Siswa merasa nyaman dan bersemangat belajar, guru lebih puas dalam bekerja, dan masalah bisa dipecahkan bersama dengan berbagai sudut pandang.
School Well-being dalam PPG
Dalam Modul 2 PPG, peserta PPG mempelajari konsep school well-being sebagai bagian dari pembelajaran sosial emosional.
Peserta diminta membuat aksi nyata, seperti membangun hubungan positif, menciptakan lingkungan belajar yang aman, atau menghadirkan program konseling.
Tujuannya jelas, meningkatkan kesejahteraan emosional, sosial, akademik, dan fisik siswa.
Empat Aspek School Well-being
Konsep ini punya empat aspek penting yang tak bisa dilepaskan:
-
Having (Kondisi Sekolah): mencakup fasilitas fisik, layanan, hingga suasana belajar.
-
Loving (Hubungan Sosial): hubungan positif antara siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.
-
Being (Pemenuhan Diri): penghormatan terhadap setiap individu sebagai pribadi yang berharga.
-
Health (Kesehatan): mencakup kesehatan fisik, psikis, dan kesadaran akan kondisi diri.
Konsep dan Manfaat School Well-being
School well-being adalah kondisi ketika semua warga sekolah merasa aman, dihargai, didukung, dan termotivasi untuk berkembang. Manfaatnya sangat nyata:
-
Prestasi akademik siswa meningkat.
-
Stres dan masalah kesehatan mental berkurang.
-
Hubungan sosial makin erat.
-
Lingkungan belajar lebih positif dan kondusif.
Aksi Nyata yang Bisa Dilakukan
Peserta PPG diajak untuk kreatif menghadirkan kegiatan nyata, misalnya:
-
Program "Pojok Curhat" atau "Hari Apresiasi".
-
Pembelajaran berbasis kebutuhan dan minat siswa.
-
Hubungan guru-siswa yang penuh perhatian.
-
Layanan konseling dan dukungan psikologis.
Pada akhirnya, school well-being bukan sekadar teori, tapi praktik nyata yang butuh sentuhan semua pihak.
Baca Juga: Ini Dia 7 Jurus BK Hebat, Mengubah Ruang Konseling Jadi Rumah Pulang bagi Siswa
Inilah jalan untuk mewujudkan sekolah yang sehat, aman, dan benar-benar ramah bagi semua warganya.
Semoga informasi ini bermanfaat.
Silahkan berikan tanggapan di kolom komentar dan bantu share info ini ya.
Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami:
-
Baca artikel menarik lainnya dari penulis: Rifki Setiadi




