POJOKSATU.ID - Konsep "Sekolah Rakyat" menawarkan pendekatan pendidikan yang berbeda dan lebih fleksibel.
Salah satu aspek kunci dari inovasi ini terletak pada kurikulum dan sistem penerimaan peserta didik yang dirancang untuk mengakomodasi keberagaman dan kebutuhan individual siswa.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa kurikulum yang akan diimplementasikan di Sekolah Rakyat mengusung pendekatan individual (individual approach).
Baca Juga: Masuk DTKS Berpeluang Menjadi Siswa Sekolah Rakyat! GRATIS dan BERASRAMA
Lebih lanjut, Abdul Mu'ti menyoroti perbedaan signifikan antara Sekolah Rakyat dan sekolah konvensional dalam hal waktu masuk siswa.
"Sekolah Rakyat akan dikembangkan berbeda dengan sekolah biasa.
Siswa bisa masuk kapan saja tanpa mengikuti tahun ajaran, multi entry multi exit," katanya.
Baca Juga: Kepala Sekolah dalam Sekolah Rakyat Bakal Jadi KS SD, SMP, dan SMA Sekaligus!
Konsep "multi entry multi exit" ini menjadi salah satu ciri pembeda utama Sekolah Rakyat.
Abdul Mu'ti meluruskan pemahaman yang mungkin keliru mengenai istilah "multi entry multi exit".
"Setiap siswa memiliki capaian belajarnya masing-masing. Multi entry multi exit jangan dimaknai bisa keluar kapan saja. Namun bisa masuk kapan saja dan mencapai capaian pembelajaran kapan saja. Tidak harus semua siswa disamakan. Yang penting adalah mereka bisa belajar dan karakternya terbentuk melalui asrama," jelasnya.
Baca Juga: Rekrutmen Guru dan Kepala Sekolah 'Sekolah Rakyat' Bakal Kontrak Individu dan Fleksibilitas?
Penjelasan ini menegaskan bahwa fleksibilitas waktu masuk dan penyelesaian belajar tidak berarti siswa dapat keluar sekolah seenaknya.
Melainkan memberikan ruang bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing, dengan penekanan pada pembentukan karakter melalui sistem asrama.
Selain kurikulum dan waktu masuk yang fleksibel, proses rekrutmen peserta didik juga memiliki mekanisme khusus.
Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa data pokok pendidikan (dapodik) akan menjadi basis utama dalam proses penerimaan siswa.
Namun, dari informasi yang ada, dapat disimpulkan bahwa Kemendikdasmen dan kemensos akan melakukan verifikasi data calon siswa melalui dapodik.
Baca Juga: Update Malam Ini: Guru Diminta Cek Nomor Rekening di Info GTK Setelah SKTPG Terbit!
Bahkan kemungkinan DTKS untuk memastikan bahwa sasaran penerima manfaat dari Sekolah Rakyat tepat sasaran, terutama bagi siswa dari kelompok ekonomi terbawah (desil 1 dan 2).
Dengan kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan individual siswa dan sistem penerimaan yang terintegrasi dengan data kesejahteraan sosial.
Sekolah Rakyat diharapkan dapat memberikan kesempatan belajar yang lebih inklusif dan adaptif bagi seluruh anak bangsa, terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih. ***




