POJOKSATU.id — Universitas Terbuka (UT) masih memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa baru untuk mendaftar melalui jalur umum atau non-Rekognisi Pembelajaran Lampau (non-RPL).

Jalur ini diperuntukkan bagi lulusan baru maupun masyarakat umum yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi tanpa mekanisme alih kredit.

Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Universitas Terbuka.

Baca Juga: Incar SNBP 2026? Ini 3 Komponen Penilaian yang Menentukan Lolos atau Tidak

Dalam unggahan terbaru disebutkan bahwa pendaftaran jalur reguler masih dibuka hingga Selasa, 27 Januari 2026.

Jalur umum non-RPL atau non-alih kredit sendiri telah dibuka sejak 1 Oktober 2025 dan dijadwalkan berakhir pada 27 Januari 2026.

Sebagai informasi, Universitas Terbuka merupakan perguruan tinggi negeri yang didirikan oleh pemerintah dan berstatus sebagai badan hukum publik yang otonom.

Baca Juga: Lowongan Kerja Traktor Nusantara 2026, Buka MT untuk 3 Posisi Strategis Anak Usaha Astra

UT dikenal luas sebagai kampus dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan secara fleksibel, baik secara daring maupun sambil tetap bekerja tanpa harus hadir langsung ke kampus.

Tak hanya menawarkan fleksibilitas belajar, biaya kuliah Universitas Terbuka tahun 2026 juga tergolong terjangkau.

Meskipun berstatus PTN, UT menetapkan biaya pendidikan yang ramah bagi berbagai kalangan masyarakat.

Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu di Disdik Paling Rendah, Ini Perbandingannya dengan OPD Lain

Untuk program Diploma dan Sarjana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan paket tanpa tutorial tatap muka, biaya kuliah Diploma ditetapkan sekitar Rp 1,1 juta per semester.

Sementara itu, mahasiswa program Sarjana dikenakan biaya sekitar Rp 1,3 juta per semester.

Namun, beberapa program studi memiliki besaran biaya yang berbeda.

Baca Juga: Kenapa Gaji PPPK Januari 2026 Belum Cair? Ternyata Masih Tertahan di Tahap Ini

Program Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota dikenakan biaya Rp 1,75 juta per semester, Sistem Informasi Rp 1,8 juta per semester, Pariwisata Rp 1,9 juta per semester, Pendidikan Agama Islam Rp 1,5 juta per semester, Perpajakan Rp 1,8 juta per semester, serta Sains Data sebesar Rp 1,9 juta per semester.

Bagi mahasiswa yang memilih skema non-paket semester, biaya kuliah dihitung berdasarkan jumlah SKS yang diambil, yakni berkisar antara Rp 35.000 hingga Rp 85.000 per SKS.

Sementara itu, untuk program Sarjana PGSD dan PGPAUD di bawah FKIP, biaya kuliah S1 PGSD ditetapkan sebesar Rp 1,6 juta per semester dan S1 PGPAUD Rp 2 juta per semester.

Baca Juga: TERUNGKAP! Gaji PNS Januari 2026 Belum Cair Karena Tertahan di Tahap Ini!

Adapun program preservice memiliki biaya lebih tinggi, yakni Rp 1,9 juta per semester untuk S1 PGSD preservice dan Rp 2,4 juta per semester untuk S1 PGPAUD preservice.

Selain biaya kuliah, calon mahasiswa juga perlu memperhatikan biaya pendaftaran. Untuk jalur umum non-RPL, biaya pendaftaran admisi ditetapkan sebesar Rp 100.000.

Sementara itu, pendaftar jalur alih kredit atau RPL dikenakan biaya admisi Rp 100.000 ditambah biaya RPL sebesar Rp 300.000.

Baca Juga: Aceh–Sumut–Sumbar Minta Diskon Listrik! Bahlil Langsung Turun Tangan Siapkan Skema Diskon Listrik Khusus Wilayah Bencana Sumatera

Calon mahasiswa jalur umum non-RPL wajib menyiapkan sejumlah dokumen, seperti pas foto berwarna ukuran 3x4, formulir pendaftaran yang dapat diunduh melalui laman resmi UT, surat pernyataan kebenaran data dan keabsahan dokumen, formulir tanda tangan mahasiswa, KTP asli, serta fotokopi ijazah pendidikan terakhir yang telah dilegalisasi cap basah.

Khusus bagi pendaftar Program Pendidikan Guru, juga diwajibkan melampirkan fotokopi SK sebagai guru dan surat keterangan mengajar minimal satu tahun yang telah dilegalisasi, serta meterai Rp 10.000.

Baca Juga: Unnes Buka Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, Kuota Naik jadi 12.470 di 76 Prodi

Sementara itu, bagi pendaftar jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), berkas yang harus disiapkan meliputi fotokopi ijazah pendidikan terakhir dan transkrip nilai yang dilegalisasi, surat keterangan pindah dari perguruan tinggi asal, ijazah SLTA atau sederajat asli, tangkapan layar data PDDIKTI atau surat penyelenggaraan, serta curriculum vitae (CV) yang dapat diunduh melalui situs resmi Universitas Terbuka.

Setelah seluruh persyaratan lengkap, pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi Sistem Informasi Akademik (SIA) di laman admisi-sia.ut.ac.id.

Calon mahasiswa kemudian harus melakukan verifikasi email melalui tautan yang dikirimkan ke alamat email pribadi.

Baca Juga: Siswa SMA Ciptakan LUMA, Headset AI Murah untuk Bantu Pasien Stroke dan ALS Bicara Kembali

Tahap selanjutnya meliputi pembayaran billing admisi, login kembali ke sistem SIA, pengisian data pribadi, serta proses validasi data oleh pihak Universitas Terbuka yang berlangsung maksimal 3x24 jam.

Setelah data dinyatakan valid, mahasiswa dapat mencetak Kartu Tanda Mahasiswa Sementara (KTMS), melakukan registrasi mata kuliah, serta membayar billing registrasi mata kuliah.

Pada tahap akhir, mahasiswa akan memperoleh akun ecampus beserta akses Office 365 berupa username dan password yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan perkuliahan.

Baca Juga: Siswa SMA Ciptakan LUMA, Headset AI Murah untuk Bantu Pasien Stroke dan ALS Bicara Kembali

Dengan masa pendaftaran yang masih berlangsung dan biaya pendidikan yang relatif terjangkau, Universitas Terbuka 2026 dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dengan sistem belajar yang fleksibel.***