POJOKSATU.ID - Memasuki pertengahan Maret 2026, linimasa media sosial guru mulai ramai dengan satu pertanyaan sakti: "Sudah ada yang cair?".

Sejak skema Tunjangan Profesi Guru (TPG) beralih menjadi penyaluran bulanan, antusiasme (dan rasa was-was) para pendidik memang jadi rutin tiap bulan.

Namun, kenyataan di lapangan seringkali tidak seragam.

Ada guru yang sudah bisa tersenyum melihat saldo rekening bertambah, tapi ada juga yang masih harus mengelus dada melihat status di Info GTK yang belum kunjung valid.

Baca Juga: Rekrutmen CPNS 2026 Menghadapi Ketidakpastian? Mengulas Pernyataan Mensesneg yang Bikin Rame di Medsos!

Kenapa Status Info GTK Masih Kendala?

Jika status Anda belum "Valid" atau belum terbit SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profesi), biasanya ada beberapa penyebab klasik:

1. Data Dapodik Belum Sinkron
Perubahan jumlah jam mengajar atau status kepegawaian yang baru diinput operator sekolah butuh waktu untuk terbaca oleh sistem pusat.

2. Masalah Linearitas
Pastikan kode sertifikasi dan mata pelajaran yang diampu benar-benar pas.

3. Verval Ijazah atau NUPTK
Terkadang ada data lama yang perlu diperbarui (Verval) agar sistem memberikan lampu hijau.

Baca Juga: Jangan Panik Dulu! Intip Skenario Terbaru Pemerintah Soal Seleksi CPNS 2026 yang Sedang Digodok

Meski aturannya sudah bulanan, kita harus ingat bahwa proses ini melibatkan transfer dari pusat ke kas daerah sebelum ke rekening masing-masing.

Kecepatan verifikasi Dinas Pendidikan tiap kabupaten/kota menjadi kunci. Tak heran, guru di satu provinsi bisa saja menerima TPG di tanggal yang berbeda.

Sambil menunggu "hilal" cair, pastikan Anda rutin melakukan Cek Berkala dengan Login ke laman Info GTK minimal seminggu sekali.

Jangan segan bertanya pada operator sekolah jika ada data yang belum valid.

Boleh bergabung di grup komunitas guru daerah untuk mendapatkan info real-time mengenai pencairan di bank penyalur tertentu.

Jadi, bagaimana dengan daerah Anda? Apakah sudah ada kabar baik masuk ke dompet digital atau masih setia menunggu proses validasi sistem?***