POJOKSATU.ID - Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus memperkuat implementasi Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah.

Kali ini, BKN melakukan kegiatan ekspose dan pendampingan Manajemen Talenta di sejumlah pemerintah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara.

Sebagai upaya mendorong pengelolaan karier ASN yang berbasis data, kinerja, dan sistem merit.

Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah, Samosir, dan Tapanuli Utara.

Baca Juga: Resmi! 5.486 PPPK Paruh Waktu Dilantik di Aceh, Gubernur Mualem Tekankan Etika Pelayanan

Serta menjadi bagian dari strategi nasional reformasi manajemen ASN yang berkelanjutan.

 

Manajemen Talenta ASN Berbasis Tiga Pilar

Wakil Kepala BKN Suharmen menegaskan bahwa Manajemen Talenta ASN dibangun di atas tiga pilar utama.

Pilar pertama adalah kelembagaan dan tata pelaksanaan, kedua sistem informasi berbasis data, dan ketiga desain serta kesiapan implementasi Manajemen Talenta.

Menurutnya, Manajemen Talenta tidak semata-mata berfungsi sebagai instrumen pengisian jabatan, tetapi menjadi fondasi pengembangan kompetensi ASN secara terukur.

Baca Juga: Keadilan Dipertanyakan, Pegawai MBG Digaji Tinggi, Guru Honorer Masih Jauh dari Sejahtera

“Pemutakhiran data ASN menjadi kunci dalam mendukung pengelolaan karier yang objektif dan terukur,” tegas Suharmen dikutip Pojoksatu.id dari bkn.go.id pada 30/01/2026.

 

Ekspose MT Jadi Instrumen Penguatan Sistem Merit

Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN Herman menyampaikan bahwa ekspose Manajemen Talenta menjadi momentum penting.

Untuk memastikan kesiapan instansi daerah dalam menerapkan sistem merit secara konsisten.

Ia menekankan pentingnya kualitas dan akurasi data ASN agar pemetaan talenta dapat dipertanggungjawabkan.

“Ekspose MT memastikan pemetaan talenta dilakukan secara akurat dan berbasis data kinerja,” ujarnya.

 

Capaian dan Evaluasi di Humbang Hasundutan

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menunjukkan komitmen kuat dalam penerapan Manajemen Talenta ASN.

Baca Juga: Angin Segar bagi Guru Madrasah, Tambahan Anggaran Kemenag Rp27 Triliun Disetujui DPR

Hal ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama serta penetapan Keputusan Bupati terkait parameter dan bobot penilaian ASN.

Pemetaan talenta telah diterapkan pada jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas dengan dukungan simulasi Sistem Manajemen Talenta (SIMATA).

BKN mengapresiasi capaian indeks kualitas data yang mendekati 98,97 persen, sembari mendorong penyempurnaan data SKP, riwayat pangkat, kompetensi, pendidikan, serta digitalisasi arsip kepegawaian.

 

Tapanuli Tengah dan Samosir, Percepatan Data Kinerja

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah telah memiliki regulasi daerah dan mendapatkan pendampingan aktif dari Kantor Regional BKN Medan.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Naik Status Jadi Penuh Waktu Tahun 2026, Pemerintah Ungkap Tahapan Resminya

Meski demikian, hasil simulasi SIMATA menunjukkan perlunya percepatan pengisian data kinerja dan kompetensi ASN.

BKN mendorong optimalisasi pengisian SKP, pembaruan data pendidikan, serta peningkatan kualitas arsip digital agar indeks kualitas data dapat meningkat.

Di Kabupaten Samosir, Manajemen Talenta ASN dimanfaatkan sebagai instrumen pengembangan kompetensi dan mobilitas talenta.

BKN mendorong peningkatan validitas data kinerja, kompetensi, dan penghargaan.

Serta penguatan data pengembangan ASN melalui pelatihan, pengalaman jabatan, magang, dan program mentoring.

 

Tapanuli Utara Dorong Reformasi Birokrasi

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memanfaatkan Manajemen Talenta ASN sebagai bagian dari percepatan reformasi birokrasi dan pencapaian visi misi kepala daerah.

Implementasi dilakukan melalui pembentukan komite talenta dan pemanfaatan SIMATA.

Baca Juga: Angin Segar bagi Guru Madrasah, Tambahan Anggaran Kemenag Rp27 Triliun Disetujui DPR

BKN menilai penerapan telah berjalan cukup aktif, namun masih diperlukan percepatan pembaruan data kinerja, pendidikan dan kompetensi.

Lalu arsip digital agar talent matching bagi kategori talenta unggul berjalan optimal.

 

Penilaian Kinerja dan Peran e-Kinerja

Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Manajemen ASN Hardianawati menekankan pentingnya peran pejabat penilai kinerja dalam melakukan penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) secara objektif.

Ia juga mendorong pemanfaatan e-Kinerja Harian BKN sebagai instrumen pengukuran kinerja ASN yang transparan dan dapat dievaluasi secara berkala.

Baca Juga: Terungkap! Harta Fantastis Rp38,8 Miliar Milik Iman Rachman Sebelum Mundur dari Kursi Dirut BEI

Melalui ekspose dan pendampingan di sejumlah kabupaten di Sumatera Utara, BKN menegaskan komitmennya memperkuat Manajemen Talenta ASN berbasis sistem merit.

Dengan data kinerja yang akurat, pemanfaatan SIMATA dan e-Kinerja.

Serta komitmen pimpinan daerah, pengelolaan karier ASN diharapkan semakin objektif, transparan, dan berkelanjutan.***