POJOKSATU.id, JAKARTA— MAN Insan Cendekia (MAN IC) akan dikelola dan dipersiapkan Kemenag menjadi sekolah bertaraf internasional.
Lulusan MAN IC akan bisa mendaftar ke kampus atau universitas top dunia tanpa harus melalui jalur persiapan akademik tambahan.
MAN Insan Cendekia tersebar di 25 lokasi di Indonesia. MAN berasrama ini dikelola oleh Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis).
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendis Kemenag, Amien Suyitno menjelaskan transformasi MAN IC beririsan dengan program Sekolah Unggulan Garuda Transformasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Pesan Mendalam Mendikdasmen Abdul Mu'ti dari Temanggung Penuh Harapan!
Program ini akan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026 mendatang.
"Ini adalah salah satu program transformasi pendidikan Islam unggulan yang kami dorong, untuk membuka akses global bagi lulusan madrasah," kata Amien dikutip dari rilis di laman resmi Pendis Kemenag, Minggu (25/5/2025).
Transformasi MAN IC akan diiringi dengan penerapan kurikulum yang biasanya digunakan oleh SMA terbaik dunia.
Kurikulum yang dimaksud adalah International Baccalaureate (IB) Diploma Programme.
Baca Juga: Dapat Miliaran dari Ngonten, Dedi Mulyadi Kasih Bonus Pribadi Rp 1 M ke Persib Bandung Juara Liga 1
Dengan demikian, lulusan MAN IC akan menerima dua ijazah sekaligus. Pertama ijazah berskala nasional dari Kementerian Agama dan kedua ijazah IB Diploma.
"Dengan bekal tersebut, para lulusan diharapkan dapat langsung mendaftar ke kampus-kampus top dunia, tanpa harus melalui jalur persiapan akademik tambahan," sambung Suyitno.
Persiapan MAN IC jadi sekolah bertaraf internasional akan didampingi oleh pakar pendidikan internasional asal University of Michigan, Prof Dwi sebagai penasihat utama.
Bersama-sama dengan didampingi Prof Dwi, akan dirumuskan desain kurikulum, strategi implementasi, hingga sistem evaluasi baru di MAN IC.
Pendekatan IB Tidak hanya murid, transformasi MAN IC juga mencakup para guru. Ke depannya, akan ada pelatihan intensif bagi para guru agar mereka mampu mengajar dengan pendekatan dan standar IB Diploma.
"Guru-guru di MAN IC dan madrasah unggulan lainnya akan diseleksi dengan standar baru yang ketat, sejalan dengan kebutuhan pendidikan global," jelas Amien Suyitno.***




