POJOKSATU.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan madrasah. 

Sebanyak 31 siswa MAN 2 Padangsidimpuan yang tergabung dalam enam tim penelitian, berhasil meraih tiga medali emas pada ajang internasional Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) dan International Young Moslem Inventor Award (IYMIA) 2026.

Selain itu, tim penelitian juga meraih tiga medali perak di ajang tersebut.

Kompetisi internasional yang digelar secara daring ini diikuti oleh peserta dari sembilan negara, dengan beragam bidang penelitian, mulai dari Life Science, Innovation Science, Social Science, Environmental Science, hingga Engineering. 

Baca Juga: Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026 Digelar Meriah di Surabaya, Jawa Tengah dan Jawa Barat Jadi Juara

Keenam tim dari MAN 2 Padangsidimpuan sukses mempresentasikan karya ilmiahnya di hadapan dewan juri dari Indonesia dan praktisi pendidikan riset, dengan Institut Pertanian Bogor (IPB University) sebagai tuan rumah kegiatan.

Keberhasilan ini menjadi prestasi tingkat internasional bagi madrasah yang beralamat di Jalan Sutan Soripada Mulia No. 29, Kota Padangsidimpuan.

Raihan Medali di Ajang GYIIF 2026

Pada ajang GYIIF 2026, kelompok KIRMANDA (Kelompok Ilmiah Remaja MAN 2 Padangsidimpuan) berhasil menyabet:

  • 1 medali emas

  • 2 medali perak

Baca Juga: Ketua DPRD Lebak 'Formasi Khusus PPPK Penuh Waktu Diprioritaskan untuk Kategori Ini'

Medali tersebut diraih oleh tim binaan Bitorian Richy Ashwido, Ahmad Sofyan Siregar, dan Anti Khairani Rambe dengan tema penelitian Social Science, Life Science, dan Innovation Science.

Adapun susunan tim peneliti GYIIF:

  • Tim pertama: Luthfiah, Abdi, Rayza, Hardy, Nurasiah, dan Nazlah

  • Tim kedua: Aisyah, Debi, Bunga, Hardy, Alisa, dan Isma

  • Tim ketiga: Anindya, Amara, Khadijah, Zuhri, Nahdiyani, dan Amanda

Baca Juga: BRIN Buka Beasiswa Degree by Research 2026/2027, Kuliah S2–S3 Sambil Aktif Riset, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Prestasi di Ajang IYMIA 2026

Sementara itu, pada ajang IYMIA 2026, KIRMANDA kembali menorehkan prestasi dengan raihan:

  • 2 medali emas

  • 1 medali perak

Prestasi ini diraih oleh tim binaan Bitorian Richy Ashwido dan Zulfizein Maaliki dengan tema penelitian Innovation Science, Life Science, dan Environmental Science.

Susunan tim peneliti IYMIA terdiri dari:

  • Tim pertama: Asman, Adzkia, Haziq, Hasri, Dzikra, dan Fakhriah

  • Tim kedua: Hakim, Alisa, Beny, Abdi, Miftahul, dan Ummy

  • Tim ketiga: Zuhri, Habib, Dhava, Aqilah, Anindya, dan Asmar

Baca Juga: Kementerian Pendidikan Taiwan Buka Beasiswa HES 2026, Kesempatan Belajar Mandarin Gratis hingga Setahun

Apresiasi Kepala Madrasah

Kepala MAN 2 Padangsidimpuan, Lobimartua Hasibuan, Sabtu (7/2/2026), menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas raihan prestasi bertaraf internasional tersebut.

“Semoga budaya meneliti di lingkungan madrasah terus bertumbuh dan berkembang. Menjadi penyemangat bagi para siswa dalam mengembangkan bakat bidang penelitian dan teknologi,” ucap Lobimartua.

Ia berharap hasil penelitian para siswa mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan, khususnya di wilayah Tabagsel dan Indonesia secara umum.

Baca Juga: Noel Setoran Hasil Uang Pemerasan ke Bu Menteri di Kemenaker, Asal Partai Inisial Tiga Huruf

Pemberian hadiah secara simbolis dilakukan oleh kepala madrasah usai apel pagi, Sabtu, 7 Februari 2026, di hadapan siswa dan keluarga besar madrasah. 

Kegiatan tersebut turut dihadiri para Wakil Kepala Madrasah, yakni Ahmad Sofyan Siregar, Muchlis Hadamean Siregar, Maratua Harahap, dan Ahmad Husein Harahap, serta para guru pembimbing.

Ketua tim pembimbing penelitian, Bitorian Richy Ashwido, mengungkapkan rasa bangga atas capaian para siswa. Ia menyebut antusiasme dan kemampuan presentasi berbahasa Inggris para anggota tim menjadi salah satu kunci keberhasilan.

Baca Juga: Tabung Whip Pink Terekam di Vlog Pindahan Rumah, Eca Aura Klarifikasi dan Tepis Rumor Negatif yang Beredar

“Selama presentasi online di depan dewan juri dari IPB University dan pihak penyelenggara, siswa mampu bekerja sama dan menjawab pertanyaan ilmiah dengan baik. Semoga ke depan hasil yang diraih bisa lebih baik lagi,” tuturnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan karakter, tetapi juga mampu bersaing di level internasional melalui riset dan inovasi yang berkelanjutan. ***