POJOKSATU.id — Ikan sapu-sapu kerap dikenal sebagai ikan pembersih yang hidup di dasar sungai atau perairan keruh.
Meski sering dianggap tidak layak konsumsi, di beberapa daerah ikan ini justru diolah menjadi berbagai hidangan.
Namun, sebelum kamu tertarik mencobanya, penting untuk memahami dampak yang bisa timbul jika mengonsumsi ikan sapu-sapu.
Salah satu hal yang paling disorot adalah potensi kandungan logam berat.
Baca Juga: Full Beasiswa ke Malaysia, Kuliah, Asrama, Uang Saku Ditanggung Baznas 2026
Ikan sapu-sapu biasanya hidup di lingkungan yang tercemar sehingga berisiko menyerap zat berbahaya seperti merkuri atau timbal.
Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, kandungan ini bisa berdampak pada kesehatan tubuh, terutama organ hati dan ginjal.
Selain itu, ikan ini juga berpotensi membawa bakteri dan parasit.
Lingkungan hidupnya yang kotor membuat risiko kontaminasi menjadi lebih tinggi.
Jika proses pengolahan tidak dilakukan dengan benar dan matang sempurna, konsumsi ikan sapu-sapu bisa memicu gangguan pencernaan.
Baca Juga: Reuni Wanna One 2026 Cuma Awal? Back to Base Jadi Sinyal Comeback Besar
Dari sisi gizi, ikan sapu-sapu sebenarnya tetap mengandung protein seperti ikan lainnya.
Namun, kualitasnya kerap dipertanyakan karena faktor habitatnya yang kurang bersih.
Tidak hanya itu, tekstur daging ikan sapu-sapu juga dikenal keras dengan kulit tebal serta banyak tulang.
Hal ini membuat proses pengolahan menjadi lebih sulit dan membutuhkan teknik khusus agar layak dikonsumsi.
Melihat berbagai faktor tersebut, ikan sapu-sapu tidak disarankan untuk dikonsumsi secara rutin.
Meski masih bisa dimakan dalam kondisi tertentu, risiko kesehatan tetap perlu menjadi pertimbangan utama.
Sebagai alternatif, masyarakat dianjurkan memilih jenis ikan konsumsi lain yang lebih jelas kualitas dan keamanannya.***



