POJOKSATU.id, UNIVERSITAS Diponegoro (Undip) mendapat sorotan netizen usai meninggalnya mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) program studi Anestesia Fakultas Kedokteran di RSUP Dr Kariadi, diduga gegara dibully senior.
Bahkan, akun resmi Instagram Undip (undip.official) mendapat hujatan bertubi-tubi dari netizen, saat menyampaikan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya mahasiswi bernama dr. Aulia Risma Lestari.
"Rektor, pimpinan dan segenap civitas academica Universitas Diponegoro turut berduka cita atas meninggalnya dr. Aulia Risma Lestari yang merupakan mahasiswi PPDS Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semoga almarhumah mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT," demikian keterangan Undip yang dikutip dari Instagram, Jumat, 16 Agustus 2024.
Postingan itu direspon netizen dengan kritikan dan hujatan karena tak terima mahasiswi tersebut mengakhiri hidup akibat dibully senior.
Baca Juga: Sejumlah Mahasiswa Baru Vokasi Undip Keracunan Massal Saat Menjalani Ospek
"Hey dokter tukang bully, “Karma has no menu, you get served what you deserve”. Pantes dokter-dokter muda saiki analisa penyakit wae salah-salah, jebule ra mung adik kelas sing dibully, pasien pun dibully," komen netizen.
"Sebenarnya niat kalian jadi dokter itu apa sih? Gaya thok? Mlaku ning RS wira wiri nenteng stetoskop?," sambung yang lain.
"Ternyata Univ semaju ini juga masih ada pembullyan dari kalangan dokter, sungguh miris, wajib usut tuntas, DO dan selesaikan dalam jalur hukum," sebut akun lain.
"Infonya di bully senior selama PPDS, berdasarkan buku hariannya yg ditemukan polisi," ungkap warganet.
"Tangkap oknum senior bullying, DO dr kampus," tegas netizen.
Baca Juga: Kerap Bikin Konten Fitnah, V dan Jungkook BTS Gugat YouTuber Sojang
"Sudah jadi rahasia umum PPDS se-senioritas itu, perbudakan moderen, dari jaman dulu sebenarnya. Bukan UNDIP saja tapi ini terjadi di semua univ begitu juga di swasta. Kemenkes dan kemendikbud, juga IDI, harus buat aturan untuk memanusiakan dokter-dokter yang sedang PPDS," tutur netizen.
"Meninggalnya kapan, ucapannya kapan. Jadi khawatir adek gue kuliah disini (walaupun bukan FK). Bullying ini masalah serius apalagi sekelas universitas ternama, pihak kampus harus tegas tangani masalah bully ini, jangan sampai ada korban-korban lain atau mungkin ada tp dibungkam! Terakhir saya turut bedukacita untuk almh bu dokter semoga keluarga tabah dan dari kasus ini korban segera mendapatkan keadilan," komen warganet.
Sebelumnya diberitakan, polisi yang melakukan penyelidikan di kamar kos korban menemukan sebuah buku diary milik korban, yang berisi curhatan tentang beratnya menjalani Pendidikan PPDS, serta perundungan yang di lakukan senior-seniornya.
“Ya kami temukan diary, berisi curhatan korban kepada ibunya, mungkin selalu komunikasi dengan ibunya, tentang perilaku senior-seniornya terhadap dirinya” ungkap Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Agus Hartono.
Baca Juga: Video Call Haji Faisal, Atta Halilintar Minta Maaf Perkara Instagram Story Terkait Vanessa Angel
Kapolsek Gajahmungkur menambahkan, korban sempat curhat kepada ibunya,minta resign karena tak tahan dengan seniornya yang berlebihan.
“Korban cerita di buku hariannya, kalau senior-seniornya suka memerintah ini itu yang di anggap berlebihan oleh korban” imbuh Agus Hartono.
Dari buku harian milik korban ini, Polisi bergerak melakukan penyelidikan untuk mengetahui dugaan perundungan oleh senior-senior korban.
Hal itu yang diduga memicu tindakan nekat korban Aulia mengakhiri hidupnya, dengan cara menyuntik obat ke dalam tubuhnya.
Baca Juga: Terungkap! Jenis Obat Bius yang Digunakan Mahasiswi Undip Hingga Menyebaban Korban Tewas
“Kita akan melakukan pengecekan, untuk memastikan benar tidaknya adanya perundungan ini, yang membuat korban mengakhiri hidupnya”tutur Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andhika Darma Sena dikutip Radar Semarang.
Kementerian Kesehatan RI sendiri telah mengeluarkan keputusan dengan menghentikan program studi anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro di RSUP Dr Kariadi, Semarang, menyusul meninggalnya mahasiswi PPDS itu. ***



