POJOKSATU.id - Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) kembali membawa harum nama Indonesia di kancah internasional. Pada ajang 3rd International Youth Conference (IYC) 2025 yang digelar di Universiti Putra Malaysia (UPM), mereka sukses menyabet tiga penghargaan.

Ketiga penghargaan yang diraih USK di IYC 2025 adalah Gold Medal, 3rd Runner Up, dan Best Poster dalam kategori International Essay Competition.

Konferensi bergengsi ini diselenggarakan oleh Nusantaramuda bekerja sama dengan Universiti Putra Malaysia (UPM), Centre of Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM), dan World Association of Young Scientists (WAYS).

Baca Juga: Inilah Tiga Tokoh Legendaris Keuangan Dunia, Pemikirannya Mengejutkan, Yuk Kenali Lebih Dekat

Ajang ini menjadi wadah kolaborasi bagi pemuda dari berbagai negara di Asia Tenggara dan dunia. Tahun ini, IYC 2025 mengusung tema “The Role of Youth in Shaping a Better World”, yang menyoroti kontribusi generasi muda dalam menciptakan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Tim USK terdiri dari Javier Gamma (Teknik Sipil, Fakultas Teknik), Teuku Arief Kamilussyifak (Manajemen, FEB), dan Haura Athifah Mawardi (Pendidikan Matematika, FKIP).

Mereka mendapat bimbingan dari Prof Farid Mulana dari Departemen Teknik Kimia.

Dalam kompetisi ini, tim USK mengusung gagasan bertajuk “Terrae Digital Platform Innovation for Empowering Idle Land and Aquaculture Waters as Business Opportunities Towards a Sustainable Agro-Marine Ecosystem".

Baca Juga: Dari 552 Daerah, Hanya 321 yang Lolos: Ini Kriteria Penerima TPG 100 Persen 2025

Terrae Digital Platform berfokus pada pemanfaatan lahan tidur dan perairan budidaya yang tidak produktif melalui pendekatan teknologi digital.

Platform berbasis web dan aplikasi seluler ini menghubungkan pemilik lahan dan sumber daya perairan dengan pengelola muda melalui sistem:

-Pencocokan berbasis geospasial,

-Kontrak digital dengan escrow wallet, dan

-Ruang pembelajaran daring untuk peningkatan kapasitas.

Melalui konsep ini, Terrae berupaya menciptakan ekosistem ekonomi baru di sektor agro-maritim.

Baca Juga: Pertamuda Seed and Scale 2025: Lahirkan Generasi Wirausaha Muda Berdaya Saing Global

Lahan dan perairan yang sebelumnya terbengkalai kini dapat diubah menjadi aset produktif yang dikelola secara transparan dan berkelanjutan.

“Terrae membuka peluang usaha dan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan efisiensi rantai nilai sektor agro-maritim,” jelas Javier Gamma.

Pada tahap awal kompetisi, setiap peserta diwajibkan mengirimkan naskah esai yang kemudian diseleksi untuk menentukan finalis.

Tim USK berhasil lolos seleksi dan mempresentasikan gagasannya di hadapan dewan juri di kampus UPM, Malaysia.

Baca Juga: IPB University Buka 100 Formasi Dosen Tetap Non PNS, Ini Syarat dan Jadwal Daftarnya

Melalui visualisasi poster yang menarik dan argumentasi yang kuat, tim ini berhasil mengesankan juri hingga akhirnya meraih Gold Medal di bidang Ekonomi, 3rd Runner Up secara keseluruhan, serta penghargaan Best Poster atas kekuatan visual dan substansi ide.

“Perjalanan ini tidak mudah karena kami harus melalui beberapa tahap seleksi dan mempersiapkan presentasi internasional dalam waktu yang singkat.

Tapi setiap prosesnya memberikan banyak pelajaran berharga, mulai dari riset, kerja tim lintas jurusan, hingga menyampaikan ide di forum akademik global,” ujar Javier.

Selama proses persiapan, Prof. Farid Mulana berperan penting dalam memberikan bimbingan akademik serta strategi penyampaian gagasan.

Baca Juga: Hujan Meteor Tahunan Leonis Minorid Akan Muncul pada 24 Oktober 2025, Jangan Lewatkan

Kolaborasi lintas disiplin antara mahasiswa Teknik, Manajemen, dan Pendidikan ini menjadi bukti nyata sinergi akademik yang kuat di USK.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa tim mahasiswa tersebut.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa USK mampu bersaing di tingkat global dengan ide-ide inovatif yang relevan dengan tantangan zaman.

Kami berharap semangat kolaboratif lintas program studi seperti ini terus tumbuh agar melahirkan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Formasi Paling Dicari! Ini Daftar Pekerjaan yang Paling Dibutuhkan di Instansi Pemerintahan

Partisipasi tim USK dalam 3rd IYC 2025 menjadi refleksi nyata dari tema konferensi yang menekankan peran generasi muda dalam membentuk dunia yang lebih baik.

Inovasi Terrae menjadi bukti kontribusi mahasiswa Indonesia dalam menjawab tantangan ekonomi dan lingkungan melalui teknologi, kolaborasi, dan pemberdayaan komunitas.

“Ke depan, kami berharap Terrae dapat terus dikembangkan hingga memberi dampak nyata, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi pedesaan dan transformasi digital sektor agro-maritim,” tutup Javier.

Semoga informasi prestasi USK pada IYC 2025 ini bermanfaat, ya.

Bantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya. ***