POJOKSATU.id - Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menghadirkan inovasi teknologi pengeringan singkong berbasis energi surya. 

Inovasi ini untuk menjawab persoalan pascapanen yang selama ini dihadapi petani dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di wilayah pedesaan.

Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi atas metode pengeringan tradisional yang masih bergantung pada penjemuran langsung menggunakan sinar matahari. 

Baca Juga: Pendaftaran PPPK KemenHAM 2026 Sudah Ditutup! Ini Tahapan Selanjutnya yang Harus Disiapkan

Cara tersebut kerap terkendala cuaca, membutuhkan waktu lama, serta berisiko menurunkan kualitas dan kebersihan singkong.

Ketua pembimbing PM-BEM UPI, Selly Feranie, menilai inovasi ini mencerminkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi teknologi aplikatif bagi masyarakat. 

Menurutnya, pengembangan alat tersebut melibatkan dukungan lintas fakultas di lingkungan UPI.

Baca Juga: LPDP Buka Beasiswa Tahap I 2026, Lengkap Daftar Kampus Tujuan Dalam Negeri untuk S2 dan S3

“Perangkat ini dirancang dapat beroperasi meskipun kondisi mendung atau hujan karena dilengkapi sistem pemanas otomatis serta baterai penyimpan daya,” kata Selly di Bandung, Jumat.

Selly menjelaskan, teknologi pengering singkong tenaga surya ini lahir dari pengamatan langsung terhadap permasalahan pascapanen di tingkat petani. 

Ketergantungan pada cuaca membuat proses pengeringan sering terhenti dan berdampak pada hasil panen.

Baca Juga: Baru Sembuh dari RS, Ketua DPRD Karawang Langsung Cek Banjir Buana Asri

“Karena bergantung pada kondisi cuaca, membutuhkan waktu lama, serta berpotensi menurunkan kualitas dan kebersihan produk,” ujarnya.

Dari sisi agrobisnis, penggunaan alat ini dinilai mampu mempercepat proses pascapanen, mengurangi risiko pembusukan, serta menjaga konsistensi kualitas bahan baku. 

Dengan kualitas yang lebih terjaga, singkong juga memiliki peluang lebih besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah.

Baca Juga: UI Gandeng Hyundai Bangun Ekosistem Riset Otomotif Nasional, Dorong Inovasi Teknologi Masa Depan

Inovasi ini dikembangkan oleh mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPI melalui program pemberdayaan masyarakat bertajuk With UPI, Cassava is Gold. 

Program tersebut dilaksanakan di Desa Sukamelang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan melibatkan petani dan pelaku UMKM setempat.

Ketua Kelompok Tani Desa Sukamelang, Usep, mengakui sebelum adanya teknologi ini, proses pengeringan singkong sering terhenti ketika hujan turun. 

Baca Juga: Menteri KKP Pingsan Sebentar Akibat Kelelahan Saat Pelepasan Jenazah Pilot ATR dan 2 Pegawai

Kondisi tersebut kerap memengaruhi kualitas hasil panen dan menghambat proses produksi UMKM.

“Kini pengeringan bisa berlangsung lebih konsisten dan bersih, sehingga singkong lebih layak diolah dan dipasarkan oleh UMKM desa,” katanya.

Inovasi mahasiswa UPI ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi lokal, tetapi juga dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. 

Baca Juga: TERUNGKAP! Banyak ASN Belum Paham Tugas PPNS, Simak Penjelasan Jeffri Nirahua

Dari desa, teknologi sederhana berbasis energi terbarukan ini membuka peluang baru bagi penguatan ekonomi masyarakat dan keberlanjutan sektor pertanian. ***