POJOKSATU.id, SEORANG pengguna aplikasi X (Twitter) dengan akun @azaleeeyy mengungkapkan mendapat pelecehan seksual dari seorang mahasiswa Teknik Mesin Universitas Udayana (UNUD) angkatan 2022.

Azalea menjelaskan mahasiswa UNUD pelaku pelecehan adalah JKS. Dia menjelaskan kronologi di akunnya bagaimana kejadian itu berlangsung.

Kejadian pertama pada Mei 2023, dimana korban bertemu JKS setelah berkenalan lewat Instagram.

Kemudian, mereka pergi ke pantai pada pukul 03.00 WIB yang menyebabkan korban terpisah dari teman-temannya dengan keadaan ponsel mati.

Baca Juga: Sebut Heri Horeh Pernah Juga Ketahuan Selingkuh di Tahun 2022, Alasan Riyuka Bunga Mantap Berpisah dari Sang Suami

Saat itu, JKS menyatakan perasaannya, namun korban menolak. Saat hendak pulang, JKS mengajak korban ke kosannya untuk mengisi daya ponsel.

Di sana, teman korban menelepon dan berbicara dengan JKS menyuruh korban untuk tetap di kos, karena kos temannya sempit.

JKS berjanji akan pindah ke kamar sepupunya agar korban bisa istirahat. Namun, setelah korban ganti pakaian, JKS mengunci pintu kamar dan memaksa korban untuk tidur di kasur.

JKS mencoba melucuti pakaiannya meski korban sedang menstruasi. Korban berusaha melawan, namun JKS tetap memaksa hingga akhirnya mengantar korban kembali ke kos temannya setelah melakukan pelecehan seksual.

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Amartha Cendekia 2024 Dibuka hingga 15 Juni, Terbuka untuk Siswa SMA Sederajat

Kejadian kedua pada 11 November 2023, JKS menghubungi korban lagi dan memaksa bertemu.

JKS datang ke kos teman korban dan meminta maaf, namun kembali memaksa korban untuk menjadi pacarnya. Saat korban menolak, dia marah dan mencoba mencium serta memeluk korban.

JKS mengeluarkan alat kelaminnya di depan gerbang kos temannya dan mengancam korban untuk tidak memberitahu siapapun.

Dia membawa korban ke kosnya dan memaksa melakukan oral s*ks. Teman-teman korban menemukan lokasinya melalui aplikasi pelacak dan segera datang untuk membawanya pulang.

Baca Juga: Menghindari Berita Hoaks, Mahasiswa FISIP UNIDA Siap Menangkal dengan Cara ini

Dan, hari ini, Kamis, 13 Juni 2024, korban mengabarkan telah melaporkan kasus ini Komnas, namun dialihkan UPTD dan Satgas PPKS UNUD.

"Dari bulan Maret dan sudah dapat layanan psikologis dari UPTD," tulis korban.

Dia juga meluruskan berbagai tudingan netizen dengan menyebut korban juga salah karena mau diajak bertemu oleh pelaku.

"Circle pertemanan gue dan Anes (JKS) ini ga jauh, malah bisa dibilang dulu dekat, makanya gue dan Anes pun sudah sering pas-pasan, karena circle pertemanan kita yang berhubungan," ungkapnya.

Azalea mengatakan speak up karena JKS kabur begitu mengetahui salahnya.

Baca Juga: Terima Gelar Doktor Kehormatan dari University of Glasgow, Ridwan Kamil Berharap Penghargaan Itu Membawa Kemajuan bagi Bangsa

"Waktu itu dia mulai fitnah gue playing victim, cewek gila & pyscho, gue yg ngejar-ngejar dia padalah dia yang maksa gue jadi pacarnya. Ngelecehin gue dan kabur setiap ketemu gue, teman-teman notice," tegasnya.

Dia mengatakan JKS sangat manipulatif, dan korbannya bukan hanya satu.

"Dia itu abusive banget dan manipulatif, kalau sudah nargetin cewek, dia bakal bikin semuanya sesuai yang dia mau. Dia juga sering videoin korban-korbannya without any consent," jelasnya.

Dari kejadian ini, Azalea mengatakan dirinya jadi stres, anger issues, trust issues sama orang, bahkan mempengaruhi pola hidup dan kuliahnya.

"Sampai gue bisa bikin thread ini yang sudah gue siapin mental selama 1 tahunan ini. terima kasih ya," pungkasnya. ***