POJOKSATU.id - Pemanfaatan bahan lokal kembali menunjukkan potensinya sebagai solusi ramah lingkungan.
Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengolah onclang dan serai menjadi disinfektan serta spray anti-nyamuk alami di Desa Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Inovasi ini diperkenalkan dalam kegiatan edukasi dan pelatihan pembuatan produk berbasis bahan dapur oleh mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Kimia Murni, dan Biologi UNNES.
Baca Juga: Kampus di Surabaya Pacu Riset Baterai Ramah Lingkungan untuk Kendaraan Listrik
Kegiatan itu bertepatan dengan agenda rutin pertemuan PKK RT 04 Dusun Gemawang, dengan sasaran utama ibu-ibu PKK.
Sebanyak 13 mahasiswa KKN UNNES terlibat, dengan empat mahasiswa menjadi pemateri utama: Hasna, Lutfi, Fitri, dan Udin.
Kolaborasi lintas program studi ini dinilai mampu mendorong kreativitas dalam mengolah potensi lokal desa menjadi produk aplikatif dan berkelanjutan.
"Onclang dan serai kami pilih sebagai bahan utama karena merupakan komoditas unggulan di Desa Munding.
Selain itu, pembuatan spray anti-nyamuk ini juga dilatarbelakangi meningkatnya kasus DBD di wilayah ini," ujar Udin, pencipta spray anti-nyamuk.
Selain disinfektan dan spray anti-nyamuk, mahasiswa juga memperkenalkan lilin aromaterapi berbahan limbah minyak jelantah dan biopestisida dari onclang dan kulit bawang.
Baca Juga: Limbah Tongkol Jagung Disulap Jadi Eco-Cooler, Inovasi UNG Bikin Rumah Sejuk Tanpa Listrik
Seluruh produk dirancang agar mudah dibuat, aman digunakan, dan ramah lingkungan.
Sebelum praktik, peserta menerima brosur edukatif yang menjelaskan manfaat produk, cara penggunaan, dan tahapan proses.
Tutorial langsung diberikan agar ibu-ibu PKK dapat mempraktikkan pembuatan produk secara mandiri.
Baca Juga: Mahasiswa UMG Sulap Eceng Gondok Jadi Pestisida Nabati, Aman dan Ramah Lingkungan
Kegiatan ditutup dengan pembagian produk hasil olahan dan sesi diskusi terbuka.
"Sosialisasi ini kami lakukan dengan memaparkan keempat produk kepada ibu-ibu PKK Dusun Gemawang.
Harapannya, produk yang dihasilkan bisa diaplikasikan secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari," kata Fitri, pencipta lilin aromaterapi.
Baca Juga: Sosok Saiful, Dedikasi 16 Tahun, Menguatkan Praktik Hipnoterapi untuk Kesehatan Mental Masyarakat
Berangkat dari Observasi Desa
Hasna, pelopor produk biopestisida, menjelaskan kegiatan diawali dengan observasi desa untuk memahami komoditas unggulan dan permasalahan masyarakat.
Selanjutnya, mahasiswa melakukan perencanaan, persiapan alat dan bahan, hingga pembuatan serta pengemasan produk agar lebih menarik.
Ketua PKK Desa Munding, Jumiyarti, menyambut positif kegiatan ini.
"Manfaatnya sangat terasa karena produknya bisa langsung diaplikasikan oleh masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Hipnosis Terbukti Mengubah Aktivitas Otak, Ini Fakta Ilmiah dan Penerapannya di Indonesia
Antusiasme juga datang dari peserta. Ardana, salah seorang ibu rumah tangga, menilai inovasi mahasiswa sangat relevan.
"Bagus sekali inovasi adik-adik KKN UNNES dalam memanfaatkan hasil bumi Desa Munding.
Ke depannya mungkin bisa dikembangkan dengan tambahan aroma alami lain, seperti daun jeruk atau bunga," katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNNES membuktikan bahwa onclang dan serai tak sekadar bahan dapur, tapi dapat diolah menjadi produk ramah lingkungan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. ***




