POJOKSATU.id – Tiga mahasiswa asal Jember, Jawa Timur, menghadirkan inovasi menarik bernama EntoSphere.
Inovasi ini merupakan konsep laboratorium pintar berbasis teknologi digital yang dirancang untuk membantu mencegah kepunahan serangga langka sekaligus menjaga kelestarian alam.
Ketiga mahasiswa tersebut berasal dari Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember (Unej).
Baca Juga: Mahasiswa ITB Raih Dua Penghargaan AYDA Indonesia 2026 Lewat Desain Legenda Putri Komodo
Mereka adalah Nadzar Thariqy Achsan, Melsanda Aprilina, dan Fahilah Ayu Safitri.
Menurut mereka, gagasan EntoSphere muncul dari kekhawatiran terhadap menurunnya populasi serangga di berbagai ekosistem.
Selain itu, mereka juga ingin menghadirkan metode pembelajaran biologi yang lebih aplikatif dan relevan dengan upaya pelestarian lingkungan.
Baca Juga: Ribuan Dosen ASN Ajukan Keberatan ke Pemerintah, Tuntut Kejelasan Tukin 2020–2024
"Kepedulian kami terhadap kelestarian serangga ini datang dari rendahnya kesadaran masyarakat terhadap peran penting serangga dalam menjaga keseimbangan ekosistem," ujar Nadzar Thariqy Achsan di Jember, Kamis (12/3).
Laboratorium Interaktif Berbasis Teknologi
EntoSphere dirancang bukan sekadar kandang untuk serangga. Konsep ini merupakan laboratorium interaktif yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta sensor otomatis berbasis Internet of Things (IoT).
Melalui teknologi tersebut, laboratorium dilengkapi sensor suhu dan kamera khusus yang mampu memantau aktivitas serangga tanpa mengganggu perilaku alaminya.
Baca Juga: Jadwal WFA Lebaran 2026 untuk ASN dan Pegawai Swasta, Berlaku Sebelum dan Sesudah Idulfitri
"Teknologi AI yang diusulkan mampu mengenali jenis spesies dan menganalisis pola aktivitas serangga secara otomatis," terangnya.
Nadzar menjelaskan bahwa integrasi teknologi ini memungkinkan pengumpulan data alam secara sistematis dan real-time.
Dengan begitu, proses pemantauan populasi serangga bisa dilakukan secara lebih akurat dan terstandar.
Mendukung Pembelajaran Sains di Sekolah
Jika diterapkan di sekolah, konsep EntoSphere akan menghadirkan metode belajar yang lebih menarik bagi siswa melalui program yang disebut Insecta Cops.
Dalam program tersebut, siswa diajak untuk menganalisis hubungan antara kondisi lingkungan dan perilaku serangga menggunakan data lapangan yang nyata.
"Pendekatan itu memperkuat literasi sains, kemampuan analitis, dan integrasi multidisipliner antara biologi, teknologi, serta analisis data, sehingga proses belajar tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan berbasis bukti dan pengalaman langsung," tuturnya.
Selain menjadi inovasi teknologi pendidikan, gagasan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Baca Juga: Bongkar Fakta Lagi! Ahok Ungkap Rasanya Jadi Anggota DPR Sebut Rapat-Rapat Cuma Jadi Kayu Bakar
Di akhir pernyataannya, Nadzar berharap inovasi tersebut dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkreasi dan berani mengembangkan ide baru.
Ia juga mengapresiasi dukungan kampus yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi gagasan kreatif.
"Lingkungan yang suportif sangat berpengaruh terhadap keberanian untuk mencoba dan berkompetisi," katanya.
Baca Juga: Netanyahu Dirumorkan Tewas dalam Serangan Iran, Israel: Perdana Menteri dalam Keadaan Baik
Ia pun mengingatkan mahasiswa lain agar tidak ragu untuk memulai dan tidak takut gagal.
Sebab, dari proses mencoba, belajar, dan terus konsisten itulah sering kali lahir prestasi dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. ***




