POJOKSATU.id - Tim Penelitian Sawit Mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Medan (UNIMED) mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev).

Dalam Lomba Grant Riset Sawit Mahasiswa Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan RI.

Kegiatan Monev tersebut berlangsung di Eastparc Hotel, Yogyakarta, pada 21–23 Januari 2026.

Baca Juga: Bupati Karawang Terima Penghargaan UHC Awards

Keikutsertaan tim UNIMED dalam tahapan ini menjadi pencapaian penting bagi universitas, karena untuk pertama kalinya mahasiswa UNIMED berhasil lolos pendanaan Grant Riset Sawit Mahasiswa Nasional sejak program tersebut pertama kali digelar pada tahun 2016.

Pada ajang ini, tim UNIMED terpilih bersama 40 tim terbaik dari 23 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Mereka berhasil melewati persaingan ketat dari total 1.334 proposal riset yang masuk dan diseleksi oleh panitia nasional.

Baca Juga: BRIN Ungkap Seni Cadas Berusia 67.800 Tahun di Sulawesi, Indonesia Jadi Pusat Penting Sejarah Seni Simbolik Dunia

Tim penelitian tersebut berasal dari mahasiswa Program Studi Kimia dan Pendidikan Kimia FMIPA UNIMED angkatan 2023.

Tim diketuai oleh Grandy Sihotang dari Program Studi Kimia 2023B, dengan anggota Martha Elia Sagala dan Bella Julita Sari Tamba dari Program Studi Kimia 2023B, serta Febrika Yolanda Panjaitan dari Program Studi Pendidikan Kimia 2023.

Penelitian ini dibimbing oleh Moondra Zubir, M.Si., Ph.D., dosen Program Studi Kimia FMIPA UNIMED yang dikenal aktif meneliti pengolahan limbah perkebunan kelapa sawit menjadi smart material bernilai tambah dan ramah lingkungan.

Baca Juga: 15 Ide Jualan Paket Takjil Hemat untuk Keluarga di Ramadan 2026, Laris dan Menguntungkan

Inovasi Biopori dari Limbah Sawit
Dalam sesi Monitoring dan Evaluasi, tim mempresentasikan penelitian berjudul “Inovasi Pembuatan Pipa Biopori dari Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Solusi Ramah Lingkungan untuk Pengelolaan Air dan Sertifikasi Bibit Sawit Berkualitas.”

Setiap tim diberikan waktu selama 15 menit untuk memaparkan hasil riset, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama 45 menit bersama Dewan Juri.

Pada sesi ini, tim UNIMED mendapat berbagai pertanyaan strategis sekaligus masukan konstruktif terkait kelayakan riset, potensi implementasi, serta dampak nyata penelitian terhadap sektor perkebunan sawit berkelanjutan.

Baca Juga: Airlangga Education Expo 2026, Jadi Ajang Strategis Kenalkan Kampus UNAIR ke Calon Mahasiswa

Monitoring dan Evaluasi ini juga menjadi tahap penilaian penting menuju Grand Final Grant Riset Sawit Mahasiswa Nasional yang dijadwalkan berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Juni 2026.

Dari seluruh peserta, hanya 10 tim terbaik yang akan dipilih untuk melaju ke babak final.

Dewan Juri pada kegiatan Monev berjumlah empat orang yang berasal dari peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Baca Juga: Tak Boleh Dihuni Lagi, Pemprov Jabar Kembalikan Lokasi Longsor Cisarua Jadi Hutan

Kehadiran juri dari dua lembaga tersebut memastikan bahwa riset mahasiswa tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebijakan dan kebutuhan industri sawit nasional.

Apresiasi Pimpinan UNIMED
Dekan FMIPA UNIMED, Dr. Ani Sutiani, M.Si., saat melepas keberangkatan tim di ruangannya, menyampaikan rasa bangga atas prestasi mahasiswa FMIPA yang berhasil menorehkan sejarah baru bagi UNIMED di tingkat nasional.

Ia berharap tim dapat melanjutkan perjuangan hingga Grand Final serta menjadi pemantik tumbuhnya budaya riset di kalangan mahasiswa FMIPA UNIMED.

Baca Juga: Pemprov Jabar Kebut Penanganan Longsor Cisarua, Internet Satelit dan Drone Diturunkan

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Rektor UNIMED, Prof. Dr. Ir. Baharuddin, ST., M.Pd. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa UNIMED menembus pendanaan Grant Riset Sawit Mahasiswa Nasional menjadi bukti nyata meningkatnya kualitas riset dan inovasi mahasiswa UNIMED.

Rektor berharap capaian ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus dikembangkan, sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif berkompetisi dalam riset-riset strategis yang relevan dengan kebutuhan industri, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. ***